Jumat, 15 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Melaporkan GMKI ke Polisi, Kalangan DPRDSU Menilai Komunikasi Gubernur Kaku

Melaporkan GMKI ke Polisi, Kalangan DPRDSU Menilai Komunikasi Gubernur Kaku

* Edy Rahmayadi Klaim Belum Laporkan GMKI ke Polisi, "Itu Anak-anakku yang Perlu 'Digetok' Kepalanya"
admin Selasa, 06 Agustus 2019 09:34 WIB
SIB/Dok
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi
Medan (SIB) -Kalangan DPRD Sumut sangat menyesalkan sikap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang memerintahkan Satpol PP Provsu melaporkan aktivis GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) ke Polrestabes Medan dengan tuduhan dugaan perusakan pagar Kantor Gubernur Sumut. Tindakan tersebut dinilai tidak arif sekaligus mengindikasikan komunikasi gubernur dengan rakyatnya terkesan sangat kaku.

Penyesalan itu diungkapkan Ketua Komisi A DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz dan Ketua Komisi D Sutrisno Pangaribuan kepada wartawan, Senin (5/8) melalui telepon menanggapi pengaduan pengurus GMKI ke lembaga legislatif, terkait adanya laporan Satpol PP ke Polrestabes Medan.

"Kita kecewa dan sangat heran melihat sikap Gubernur Sumut yang terkesan lebih sibuk mengurusi pagar kantornya yang sekarang dalam kondisi rusak. Daripada fokus mengurusi pencemaran Danau Toba oleh sejumlah perusahaan KJA (Keramba Jaring Apung) seperti tuntutan mahasiswa ke kantor gubernur beberapa hari lalu," ujar Sutrisno.

Bahkan politisi PDI Perjuangan Sumut itu mengaku sangat prihatin terhadap buruknya gaya kepemimpinan dan komunikasi gubernur dengan elemen masyarakat maupun gerakan mahasiswa. "Jika begini cara berkomunikasi gubernur, tentunya sangat berbahaya ke depannya," tandasnya.

Sutrisno selaku wakil rakyat sangat tidak ingin gubernur lebih sibuk mengurusi pagar daripada pencemaran Danau Toba oleh perusahaan-perusahaan KJA yang sudah "meluluh-lantakkan" kebersihan air danau kebanggaan masyarakat Sumut itu.

Diungkapkan politisi vokal ini, ada intimidasi verbal yang dialami pengurus GMKI yang hadir audiensi dengan gubernur, karena sejak awal desain pertemuan itu sebagai persekusi formal, karena saat pertama jumpa langsung mengatakan oknum-oknum yang ikut merusak pagar.

"Kita ingatkan kepada Kepala Satpol PP yang sudah secara langsung melaporkan aktivis GMKI ke Polrestabes atas instruksi gubernur, jangan mencoba-coba mengaburkan tuntutan pengunjuk rasa, karena dengan melaporkan rakyatnya ke Polisi, bukan tindakan yang bermartabat," katanya.

Sementara itu, Muhri Fauzi menilai, tindakan Pemprovsu melaporkan aksi demo mahasiswa GMKI yang diduga melakukan perusakan pagar Kantor Gubernur ke polisi sangatlah tidak arif dan bisa jadi contoh tidak baik bagi kepala daerah lainnya.

"Laporan atas perintah Gubsu Edy Rahmayadi tersebut jangan sampai menjadi contoh tidak baik bagi kepala daerah lainnya dalam menangani aksi massa," ujar Muhri.

Namun Muhri meminta kearifan gubernur memaafkan apa yang sudah terjadi, karena bisa menjadi hal yang kurang pas ketika nantinya polisi enggan memproses laporan Pemprovsu, sebab hak polisi untuk memproses laporan dengan pertimbangan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Jika ini terjadi, tentunya akan mempermalukan gubernur sebagai kepala daerah. Begitu juga sebaliknya, ketika polisi memproses laporan dan para aktivis mahasiswa GMKI ditangkap, akan membangkitkan solidaritas antarmahasiswa, bukan hanya di Sumut, tapi bisa dari seluruh Indonesia bergerak," tambahnya.

Dicontohkannya, pagar Gedung DPRD Sumut sudah berulangkali dirusak oleh massa yang melakukan aksi, tapi pimpinan maupun sekretaris dewan tidak pernah melaporkan perusakan ke polisi. "Kita tidak berlindung pada kalimat sebagai warga negara yang baik harus taat hukum, tapi menimbang rasa kearifan dan kebijaksanaan gubernur sebagai kepala daerah," tambah Muhri.

PERLU "DIGETOK"
Namun secara terpisah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, bahwa dirinya belum melaporkan GMKI Medan ke polisi sebagai pelaku perusakan pintu gerbang Kantor Gubernur Sumut saat unjukrasa. "Sekarang aku tanya sama kau, kalian dengar kan kemarin di sini, kira-kira siapa yang salah," ujarnya bertanya balik kepada wartawan, Senin (5/8), yang menanyainya soal pelaporan massa GMKI ke Polrestabes Medan.

"Siapa yang salah? Mahasiswanya ditanya, jangan saya! Aku belum melaporkan! Nanti tak laporkan benar jadinya ini," ujar gubernur dengan nada bercanda.

"Loh, bukannya sudah dilaporkan ke Polrestabes," tanya wartawan. "Ah kau, kamu kutanya atau menurut aku? Aku tanya dulu ini ?" ujar Edy balik bertanya.

Namun wartawan terus meminta penegasan Gubernur Edy soal laporan itu. "Sudah bapak laporkan kah, faktanya?" tanya wartawan lagi. "Barusan udah ku bilang, ah kau. Atau perlu aku laporkan? Eh itu anak-anak ku yang perlu "digetok" kepalanya. Kalau aku laporkan lewat seperti itu, dia dipenjara nanti itu," timpal Edy.

Untuk itu kepada para senioran GMKI, ujar gubernur lebih lanjut, dirinya bukan bermaksud mau menghukum GMKI. Dia hanya mau menghukum person karena semua orang berhak sama di depan hukum.

Dia menambahkan, siapapun itu jika bersalah kalau melanggar hukum, harus dihukum. "Kalau dia anak pelajar, yang perlu diajari kalau itu salah," ujar Gubernur Edy sambil menambahkan bahwa semua yang berunjuk rasa selalu diterimanya jika sedang berada di Kantor Gubsu.

Secara terpisah, Kasubbag Hubungan Antar Lembaga Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Salman mengatakan, tidak ada melaporkan mahasiswa GMKI Medan.

Kedatangan mereka ke Polrestabes usai pertemuan Gubernur Edy dan mahasiwa GMKI Medan, Kamis (1/8/) lalu, hanya memberitahukan saja bahwa terjadi perusakan pintu pagar oleh mahasiswa GMKI Medan pada aksi unjuk rasa Jumat (26/7) lalu. (M03/M11/c)

T#gs DPRDSU Edy Rahmayadi GMKI Laporkan GMKIGubsu
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments