Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Massa GMKI Medan Unjuk Rasa ke Kantor Gubernur Sumut

Massa GMKI Medan Unjuk Rasa ke Kantor Gubernur Sumut

Pemprov Sumut Diminta Cabut Izin Perusahaan Perusak Danau Toba
admin Sabtu, 27 Juli 2019 09:30 WIB
SIB/Roland Tambunan
UNJUK RASA: Massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan unjuk rasa di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Jumat (26/7).
Medan (SIB) -Massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan berunjukrasa di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Jumat (26/7).

Massa yang dipimpin Ketua GMKI Cabang Medan, Hendra L Manurung sempat membuat bagian sisi atas pintu gerbang rusak akibat didorong berulang-ulang, sembari menyampaikan sejumlah tuntutannya kepada Pemprov Sumut.

Adapun tuntutan yang disampaikan massa antara lain, mendesak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk menyurati pemerintah pusat agar mencabut izin PT. Aquafarm, PT. Japfa, PT. Toba Pulp Lestari, PT. Duma Gorga PLTA Lae Renun, Simalem Resort dan lainnya agar berhenti beroperasi di pinggiran kawasan Danau Toba. Karena diduga menimbulkan kerusakan lingkungan akibat aktivitas industri tersebut.

Mereka juga mendesak Presiden Joko Widodo agar meninjau kembali Perpres No. 49 Tahun 2016 terkait Badan Otorita Danau Toba (BODT) yang dinilai massa tidak melakukan fungsi dengan baik. Sehingga banyak terjadinya konflik antar masyarakat sekitar Danau Toba. Juga mendorong pemerintah kabupaten se-kawasan Danau Toba untuk memprioritaskan upaya-upaya pelestarian kawasan Danau Toba dengan melakukan revitalisasi ekosistem dan Iingkungan hidup di Danau Toba.

Menurut mereka Danau Toba adalah salah satu danau terindah yang merupakan keajaiban dan warisan dunia. Danau Toba juga merupakan kebanggaan Sumut, khususnya orang Batak. Pesona eksotisme alam, budaya dan kearifan lokalnya sungguh tak ada bandingnya. Namun proteksi ke danau ini tak pernah sebanding dengan tindakan-tindakan eksploitatif yang sangat berdampak terhadap keindahan dan kelestarian kawasan Danau Toba. Perusakan sistemik di kawasan Danau Toba, kini menjadi sorotan publik. Kehadiran berbagai perusahaan di kawasan Danau Toba diduga sangat berperan dan berpotensi menimbulkan kerusakan Danau Toba.

Sementara itu, massa yang melakukan aksi dorong pintu gerbang secara berulang-ulang nyaris anarkis karena tidak ditanggapi pemimpin di Kantor Gubernur Sumut dengan sigap. Sehingga membuat bagian sisi atas pintu gerbang tersebut patah. Namun beberapa saat setelah kejadian itu, utusan Pemprov Sumut, Kasubbag Hubungan Antar Lembaga Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Salman langsung menjumpai massa.

Awalnya mereka mendesak agar diterima oleh Gubsu Edy Rahmayadi. Namun Salman menjelaskan, bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut sedang tidak berada di Kantor Gubernur karena melaksanakan tugas luar daerah. Sementara Sekdaprov Sumut sedang memimpin rapat. "Tapi saya akan meneruskan tuntutan kalian kepada Gubernur," katanya.
Setelah itu, massa pun meninggalkan kantor Gubernur Sumut dengan tertib.(M11/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments