Kamis, 21 Feb 2019
  • Home
  • Headlines
  • Mantan dan Sekda Kota Binjai Jalani Pemeriksaan di Poldasu

Terkait Kasus Dana Hibah KNPI

Mantan dan Sekda Kota Binjai Jalani Pemeriksaan di Poldasu

admin Selasa, 12 Februari 2019 09:28 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut memeriksa mantan Sekda Kota Binjai Elyuzar Siregar dan Sekda Kota Binjai saat ini Mafulah Daulay, Senin (11/2) pagi, terkait kasus dugaan korupsi dana hibah KNPI Kota Binjai tahun 2016, 2017 dan 2018 sebesar Rp550 juta.
"Iya benar, sedang diperiksa saat ini," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Senin (11/2) siang.

Ia menyampaikan, mantan dan Sekda Kota Binjai itu diperiksa untuk dimintai keterangan dan melengkapi berkas. "Keduanya kan ada kaitannya, yang satu mantan Sekda tahun 2016 dan yang satu lagi masih menjabat Sekda," terang dia.

Saat disinggung apakah keduanya akan ditetapkan jadi tersangka, MP Nainggolan belum bisa memastikannya. "Kalau itu tergantung penyidikan, untuk sementara ini keduanya masih kita periksa sebagai saksi," ujar dia.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Sumut Kombes Rony Samtama juga membenarkan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap mantan Sekda Kota Binjai Elyuzar Siregar dan Sekda Kota Binjai Mafulilah Daulay. "Masih kita periksa, siang tadi masih menjalani pemeriksaan," ucapnya.

Sebelumnya, mantan Sekda Kota Binjai Elyuzar Siregar, Minggu (10/2), membenarkan dirinya dipanggil oleh pihak Poldasu untuk dimintai keterangan seputar bagaimana prosedurnya uang negara yang dicairkan bisa diberikan kepada KNPI yang diketuai Arief Rahman Nasution yang merupakan PNS di Kabupaten Langkat dan masih keponakan Wali Kota Binjai.

"Iya memang saya dipanggil Poldasu melalui surat dan juga Sekda Mafulah Daulay. Kami akan datang Senin (11/2) pukul 09.00 WIB sesuai surat yang kami terima," katanya.

Menurut Elyuzar, ia dipanggil Poldasu karena pada tahun 2016 menjabat Sekda dan Mafulah Daulay sebagai Sekda tahun 2017 dan 2018. "Kami dipanggil untuk menjelaskan bagaimana prosedur uang dana hibah dicairkan," ucap dia.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi dana hibah KNPI Binjai TA 2016, 2017 dan 2018 sebesar Rp550 juta sudah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut segera menetapkan tersangka, setelah melakukan gelar perkara dalam waktu dekat.

"Kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan. Artinya, bakal ada tersangka yang ditetapkan penyidik setelah melakukan gelar perkara," terang Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Rabu (6/2). (A18/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments