Jumat, 23 Agu 2019

Mahfud MD Luruskan Jejak Masa Lalu Prabowo

Minggu, 25 Mei 2014 20:07 WIB
Jakarta (SIB)- Capres Prabowo Subianto kerap dikaitkan dengan kasus HAM masa lalu. Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud Md, memberi klarifikasi soal tuduhan-tuduhan yang dialamatkan pada capresnya.

"Loh kan sudah lama dibicarakan. Negara tidak pernah bisa menyelesaikan itu. Isu itu selalu muncul tapi kita tidak pernah bisa menyelesaikan. Nah sekarang nilai sendiri saja. Setiap warga negara punya hak untuk menilai lalu memilih atau tidak memilih. Itu saja," kata Mahfud.

Hal itu disampaikan Mahfud usai diskusi di Hotel Le Meridien, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Sabtu (24/5).

Mahfud mengatakan Prabowo dan timnya sudah berkali-kali menyatakan tak ada keterlibatan dengan tuduhan pelanggaran HAM di masa lalu. Mahfud, sebagai ketua tim pemenangan, tak perlu lagi mengklarifikasi hal tersebut kepada capresnya.

Mahfud juga menjelaskan soal posisinya di Komnas HAM. Putra Madura ini mengatakan dirinya hanya sering menjadi penasihat buat Komnas HAM, tak masuk dalam struktur.

"Kenapa sekarang mempersoalkan itu? Tetapi saya tidak peduli sedikit pun karena saya tidak pernah menjadi penasihat Komnas HAM dalam jabatan struktural. Saya hanya sering diundang untuk memberikan nasihat," papar Mahfud.

Seperti Strategi Perang
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud Md, menyingkap strategi pemenangan timnya. Mahfud mengatakan taktik pemenangan Prabowo-Hatta akan seperti strategi perang.

"Ya seperti perang. Perang udara dan darat itu strategis," kata Mahfud.

Mahfud menjabarkan strategi serangan darat akan dilakukan dengan langsung menurunkan tim penggalangan dukungan ke kantong-kantong suara yang sudah dipetakan oleh tim. Tim Prabowo-Hatta sudah memetakan daerah sesuai kekuatan dan kelemahan calon.

"Lalu serangan melalui udara seperti saya bicara dengan anda (wartawan-red) ini," ujarnya.

Mahfud sendiri akan berperan aktif dalam strategi pemenangan Prabowo-Hatta. Mahfud akan bergerak di wilayah pesantren-pesantren.

Tradisi Jenderal Sudirman
Capres Prabowo Subianto membicarakan banyak hal saat berpidato di acara Tanwir Muhammadiyah. Tak hanya soal visi misi, Prabowo juga bicara soal hobi berkuda dan kedekatannya dengan Muhammadiyah.

Eks Danjen Kopassus berusia 62 tahun ini memang dikenal hobi berkuda. Prabowo mengatakan hobi berkudanya itu meneruskan tradisi Jenderal Sudirman.

"Pak Dirman (Jenderal Sudirman-red) itu naik kuda. Kebetulan saya meneruskan tradisi beliau," kata Prabowo.

Prabowo menyebut Jenderal Sudirman adalah warga Muhammadiyah. Begitu juga dengan Bung Karno. "Presiden kita ketiga Muhammadiyah," ujarnya.

Mantan Pangkostrad ini mengatakan dirinya juga dekat dengan banyak orang Muhammadiyah. "Jadi NU sama Muhammadiyah lah, Muhammadiyah dan NU," ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin. (detikcom/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments