Kamis, 06 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Mafia Tanah Diduga Jual Lahan HGU Milik Negara di Sampali ?

Mafia Tanah Diduga Jual Lahan HGU Milik Negara di Sampali ?

* PTPN II akan Bersihkan Lahan HGU di Percut Seituan
Senin, 11 Mei 2020 09:10 WIB
Foto dok/Humas PTPN II

DIABADIKAN: Kabag Hukum PTPN II, Kenedy Sibarani, Kuasa Hukum Sastra, Kabag Sekper Irwan diabadikan saat berikan keterangan pers terkait areal HGU di Tanjungmorawa, Minggu (10/5). 

Tanjungmorawa (SIB)
Kuasa Hukum PTPN II, Sastra menerangkan bahwa Manajemen dalam waktu dekat akan melakukan pembersihan lahan HGU milik negara nomor 152 di Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. Hal itu dilakukan berkaitan dengan adanya informasi bahwa mafia tanah jual lahan HGU milik negara di Sampali.

"Upaya peringatan sudah dilakukan oleh Manager Kebun Bandar Klippa, Asli Ginting. Somasi melalui Kuasa Hukum sebanyak 2 kali kepada pihak-pihak yang diduga menjual lahan di atas HGU No.152 tersebut. Kami telah memberi peringatan kepada khalayak ramai dan instasi swasta secara terbuka melalui media cetak terbitan Medan salah satunya Harian SIB dan harian lainnya pada tahun 2017," kata Sastra bersama Kabag Sekper PTPN II Irwan SE, Kabag Hukum Kenedy Sibarani SH dan Koordinator Humas Sutan Panjaitan SE di kantor Direksi Tanjungmorawa, Minggu (10/5).

Dalam pemberitaan sebelumnya, PTPN II mengingatkan khalayak ramai agar tidak menguasai aset dan tidak memperjualbelikannya. Termasuk di dalamnya sertifikat HGU nomor 152 seluas 1.617,66 hektare. Sertifikat HGU itu berlaku sampai dengan tahun 2028.
Menurutnya, bahwa kliennya terus bekerja untuk menyelamatkan aset perusahaan dari garapan liar pihak-pihak lain. "Klien kami dari Manajemen PTPN II sudah bekerja keras dan sunguh-sungguh untuk menyelamatkan aset perusahaan. Saya mengatakan itu karena mengetahui persis tentang usaha mereka," terang Sastra.

Sepengetahuan Sastra, semenjak menjalani Kuasa Hukum di PTPN II dari tahun 2017 sampai saat ini sudah banyak aset perusahaan (lahan HGU aktif) yang diselamatkan. Antara lain HGU nomor 171 di Kecamatan Pancurbatu, HGU nomor 94 di Kecamatan STM Hilir, HGU Nomor 113 di Kecamatan Batangkuis, HGU Nomor 54,55 di Kecamatan Binjai Timur, HGU Nomor 90 dan 92 di Kecamatan Kutalimbaru, HGU Nomor 1 di Kecamatan Selesai Langkat.

"Jadi klien kami akan terus melakukan pekerjaan pembersihan lahan secara bertahap. Walaupun perlawanan pihak-pihak yang menduduki HGU aktif atas nama PTPN II menggunakan segala cara untuk mengagalkan pekerjaan PTPN II, namun klien kami Direksi PTPN II dan jajarannya tetap optimis dan fokus bekerja agar kinerja perusahaan menjadi lebih baik," tutur Kuasa Hukum PTPN II itu.

Berkaitan dengan tuduhan pihak-pihak tertentu bahwa PTPN II merampas tanah masyarakat, ia menegaskan informasi itu tidak benar. "Untuk apa PTPN II mengambil yang bukan haknya, tetapi kalau itu memang HGU aktif yang juga merupakan aset negara memang harus diambil kembali. Hal itu dilakukan memang tugas dan tanggungjawab Manajemen dan juga menepis tuduhan bahwa PTPN II mendiamkan lahannya digarap orang atau jangan-jangan ada dugaan oknum yang bekerja sama dengan pihak penggarap," terang Sastra.

Ditegaskannya bahwa PTPN II melakukan pekerjaan (pembersihan lahan) sesuai legalitas yang dimiliki dan tidak ada niat melakukan pembiaran terhadap aset perusahaan yaitu HGU yang masih aktif. Klien kami kata Sastra, sudah berulang-ulang melakukan imbauan, larangan bahkan melakukan somasi melalui Kuasa Hukum kepada pihak yang menduduki tanpa izin di atas HGU milik PTPN II.

"Jadi Klien kami akan melakukan upaya terus menerus untuk menyelamatkan aset perusaahan plat merah ini sesuai kewenangan dan prosedur," pungkas Sastra.(T05/c)
T#gs HGUMafia TanahPTPN IITanjungmorawa
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments