Senin, 16 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Macron dan Le Pen Lolos ke Putaran Dua Pilpres Prancis

Macron dan Le Pen Lolos ke Putaran Dua Pilpres Prancis

Selasa, 25 April 2017 10:46 WIB
SIB/AP
LOLOS PUTARAN KE DUA: Emmanuel Macron melambaikan tangan ke arah pendukung saat meninggalkan apartemennya di Paris, Senin (24/4). Sementara Marine Le Pen (foto kanan) menyalami para pendukungnya di Henin-Beaumont. Berdasarkan hasil hitung cepat, kedua kan
Paris (SIB) -Calon presiden Prancis yang pro-Uni Eropa, Emmanuel Macron, mendominasi perolehan suara dalam pemilihan presiden putaran pertama. Macron disusul oleh capres wanita yang antiimigran dan anti-Uni Eropa, Marine Le Pen.

Macron yang masih berusia 39 tahun ini belum pernah memegang jabatan publik sebelumnya. Dalam pidato kemenangannya, seperti dilansir Reuters, Senin (24/4), Macron kembali menegaskan dirinya akan mengubah sistem politik Prancis yang 'membosankan'. "Dalam satu tahun, kita telah mengubah wajah politik Prancis," tegasnya.

Ada 11 kandidat yang bertarung dalam putaran pertama yang digelar Minggu (23/4) waktu setempat. Untuk selanjutnya, Macron dan Le Pen akan saling berhadapan dalam putaran kedua yang akan digelar pada 7 Mei mendatang.

Hasil penghitungan mendekati akhir yang dirilis Kementerian Dalam Negeri Prancis menunjukkan Macron meraih suara terbanyak dengan perolehan suara 23,9 persen. Diikuti oleh Le Pen dengan perolehan suara 21,4 persen. Hasil itu didasarkan pada 96 persen total suara yang telah dihitung. Tidak ada kandidat dari partai besar seperti Republikan dan Sosialis yang lolos ke putaran kedua dalam pilpres kali ini. Kantor berita AFP menyebutnya sebagai yang pertama kali dalam enam dekade terakhir di Prancis.

"Tantangannya adalah mendobrak sistem yang tidak mampu menemukan solusi bagi persoalan negara kita selama lebih dari 30 tahun," imbuh Macron yang mantan bankir investasi ini. Macron menyebut hasil putaran pertama ini menjadi bentuk penolakan jelas bagi partai-partai tradisional.

Secara terpisah, Le Pen menyebut keberhasilannya melaju ke putaran kedua ini sebagai 'suara bersejarah'. "Babak pertama telah dilalui," ucap Le Pen di hadapan pendukungnya. "Isu utama dalam pilpres ini adalah globalisasi yang tak terkendali, yang menempatkan peradaban kita dalam bahaya. Apakah kita akan lanjut pada jalur deregulasi sepenuhnya, tanpa perbatasan dan tanpa perlindungan... imigrasi massal dan pergerakan bebas para teroris... atau Anda memilih Prancis," tegasnya. (Detikcom/l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments