Senin, 14 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Klaim Suara Prabowo Jadi 54,24 Persen, PD: yang 62 Persen Berarti Tak Terbukti

Klaim Suara Prabowo Jadi 54,24 Persen, PD: yang 62 Persen Berarti Tak Terbukti

admin Kamis, 16 Mei 2019 09:43 WIB
BPN Prabowo-Sandi
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengklaim meraih kemenangan sebesar 54,24 persen dalam pemaparan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5)
Jakarta (SIB) -Partai Demokrat (PD) menyoroti soal perubahan angka klaim kemenangan capres-cawapres yang diusungnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjadi 54,24%. PD pun menyatakan klaim 62% yang awalnya sempat diucapkan Prabowo tak terbukti.

"Pertama apa yang disampaikan oleh Partai Demokrat, kalau klaim kemenangan 62% itu berarti kan tidak terbukti dengan munculnya angka baru 54% ini kan," kata Ketua DPP PD Jansen Sitindaon, Selasa (14/5) malam.

Angka 54,24% itu disampaikan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam simposium Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5). BPN mengungkapkan data perolehan suara mereka berdasarkan hitung C1 yang menunjukkan Prabowo-Sandi mengungguli Jokowi-Ma'ruf.

Perolehan suara versi hitung C1 BPN itu diungkapkan Prof Dr Laode Masihu Kamaluddin. Data itu disebut merupakan hasil penghitungan C1 dari 444.976 TPS (54,91%) per 14 Mei pukul 12.28 WIB. Total TPS di Pemilu 2019 sebanyak 810.329 TPS.

"Maka sistem informasi Direktorat Satgas BPN Prabowo-Sandi dengan ini mengemukakan hasil-hasil perolehan kita. Walaupun sudah dicurangi sebagai berikut," kata Laode.

Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf meraup 44,14%, sedangkan Prabowo-Sandi 54,24%. Sementara itu, dalam diagram tersebut terdapat data suara tidak sah sebesar 1,62%.

Jansen sendiri mengaku tak hadir dalam acara itu karena ditugaskan menjadi saksi pada rekapitulasi di KPU. Dia pun mengingatkan agar semua pihak menunggu hasil dari KPU, dan jika ada perbedaan data hasil pemilu, nantinya bisa diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kurang dari 8 hari lagi KPU akan menuntaskan real countnya kan untuk pilpres. Jika nanti hasilnya kemudian berbeda dengan yang disampaikan BPN itu, ya hasil yang berbeda itu bisa disalurkan ke Mahkamah Konsitusi. Untuk secara pembuktian hukum diteliti, mana yang benar mana yang salah, karena saluran pasca penetapan KPU bisa diuji kembalikan," ujarnya.

Soal angka 62% sendiri sebelumnya sempat heboh usai politisi Demokrat Andi Arief mencuit soal ada 'setan gundul' asal usul pemasok informasi 'Prabowo menang 62 persen'. Angka itu pun jadi perdebatan.

Prabowo sendiri setidaknya pernah dua kali mendeklarasikan dirinya meraih 62% suara dalam pilpres 2019. Momen pertama dilakukan pada 17 April 2019 yang diikuti sujud syukur dan yang kedua dilakukan pada 18 April 2019 didampingi Sandiaga. (detikcom/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments