Sabtu, 23 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Reuni 212 Ditumpangi Politik

Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sesalkan Reuni 212 Ditumpangi Politik

* Seorang Meninggal, Lebih 200 Pingsan * Bawaslu Belum Temukan Pelanggaran
Admin Senin, 03 Desember 2018 12:42 WIB
Jakarta (SIB) -Reuni 212 semestinya untuk silaturahmi dan dakwah Islam. Tidak semestinya acara tersebut ditumpangi kepentingan politik.

Hal tersebut disampaikan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto, Minggu (2/12).

Pemuda Muhammadiyah sebelumnya menyatakan menghormati digelarnya Reuni 212 selama berjalan atas nama dakwah Islam dan silaturahmi antarumat Islam. Pemuda Muhammadiyah tidak mengutus kadernya mengikuti acara tersebut, tapi juga tidak melarang kader yang ingin ikut.

Acara Reuni 212 yang digelar dari pukul 03.00 WIB dengan dimulai salat subuh berjemaah di Monumen Nasional berlangsung damai hingga ditutup pukul 11.00 WIB. Acara dihadiri Prabowo dan elite parpol pendukung Prabowo-Sandi. Prabowo berorasi singkat dalam acara itu dan menyatakan dirinya dilarang kampanye. Namun sejumlah orang mengelu-elukan Prabowo dan berteriak 'hidup Prabowo' sambil mengacungkan dua jari.

Orator lainnya, Tengku Zulkarnaen, menyindir pembangunan infrastruktur pemerintah Jokowi. Dalam acara itu, Habib Rizieq Syihab dalam orasinya menyerukan 2019 ganti presiden. Setelah orasi Rizieq, diputar lagu 2019 ganti presiden. Acara ditutup dengan orasi Habib Bahar bin Smith, yang dipolisikan karena berkata-kata kasar menyebut Jokowi banci.

Melihat fakta tersebut, Sunanto berpendapat agenda politik telah menyusup dalam Reuni 212. Ia pun menyesalkannya.

"Itu sepatutnya tidak terjadi. Karena substansi gerakan 212 ini adalah doa dan zikir," kata Sunanto.

"Seharusnya dijaga substansinya. Gerakan yang ada nilai politis seharusnya tidak menumpang gerakan 212 itu," ujarnya.

Bawaslu masih akan menyelidiki tentang Prabowo yang dielu-elukan peserta dan diputarnya lagu 2019 ganti presiden apakah masuk dalam kampanye atau bukan. 

Dipantau bawaslu
Bawaslu DKI Jakarta turut memantau jalannya aksi itu lantaran sudah diimbau agar tidak dijadikan ajang kampanye.

"Salah satu capres hadir pada acara itu. Maka kami melakukan pengawasan secara ketat. Mulai semalaman, kami dari semalam sudah melakukan beberapa pengawasan. Kita sudah sisir beberapa tempat atau lokasi dekat panggung-panggung. Kita lihat apakah ada simbol, simbol peserta pemilu," ucap Ketua Bawaslu DKI Muhammad Jufri ketika dihubungi wartawan, Minggu (2/12).

Jufri memastikan tidak ada atribut atau lambang peserta Pemilu 2019 dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, dia menyebut ada orasi-orasi yang disampaikan sejumlah tokoh yang menyinggung tentang capres. Untuk itu, Jufri akan mencoba mengklarifikasi kepada panitia aksi itu.

"Walaupun setahu saya tidak ada menyebut nama capres, tapi menyebut capresnya. Kalaupun ada yang berteriak-teriak soal capres-capres, itu di luar dari kendali kami. Karena memang ini ribuan yang datang, tidak mungkin kami menyampaikan satu per satu," ucap Jufri.

"Kami masih mengkaji, kami masih mencari informasi-informasi lain apakah memang dalam pelaksanaan ini ada kesengajaan yang dilakukan panitia dalam melakukan ajang kampanye capres. Ini yang akan kami dalami nantinya kalau ada indikasi begitu," imbuh Jufri.

Selain itu, ada pemutaran lagu 'Jokowi si Raja Bohong' dalam aksi itu. Namun Jufri mengaku belum mendengarnya.

"Ini yang kami akan melakukan komunikasi lagi sama panitia nanti, karena saya belum dengar tadi lagu-lagu yang disampaikan karena suaranya berisik semua. Pada dasarnya kita akan lakukan klarifikasi kalau memang ada kegiatan-kegiatan yang berbau unsur kampanye. Karena memang kegiatan itu bukan kampanye," sebut Jufri.

Salat Subuh Berjemaah
Sebelumnya massa peserta Reuni 212 melaksanakan salat subuh berjemaah. Sejumlah tokoh yang hadir juga ikut menunaikan salat subuh di Monas, Jakarta Pusat.

Pantauan di lokasi, Minggu (2/12), para peserta aksi langsung melaksanakan salat subuh seusai menunaikan salat sunah rawatib.

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketum PAN Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Ketua BPN Prabowo-Sandiaga Djoko Santoso ikut menunaikan salat berjemaah dengan khusyuk bersama massa.

Setelah azan dikumandangkan, terdengar orator di atas panggung meminta massa berdoa agar Indonesia selamat dan tenteram.

"Seluruh jemaah agar berdoa untuk kejayaan bangsa Indonesia dan untuk keselamatan bangsa Indonesia agar bangsa ini terhindar azab dan diridai pemimpin yang beriman, bertakwa, pemimpin yang adil, serta betul-betul membela Islam dan kepentingan umat Islam. Mudah-mudahan Allah mengabulkan doa kita bersama," ucap orator memakai pengeras suara di atas panggung.

Meninggal Dunia
Sementara itu, seorang peserta reuni 212 meninggal dunia. Namun, peserta itu diduga meninggal bukan saat acara berlangsung.

"Iya saya dapat info tapi tidak di acara meninggalnya," kata ketua tim medis reuni 212 dari GNPF, Soleh Assegaf.

Sejumlah panitia reuni 212 melayat ke rumah duka. Soleh juga belum mengetahui secara pasti apa penyebab meninggalnya peserta tersebut.

"Masih ada orang kita yang lagi nyelawat, jadi sebabnya kita belum tahu," ujarnya.

Lebih 200 Orang Pingsan
Salah satu posko kesehatan mencatat lebih dari 200 orang pingsan selama acara.

Forum Komunikasi Padi yang membuka posko kesehatan dalam acara Reuni 212 mencatat ada sekitar 300 orang yang tumbang. Salah satu petugasnya, dr Anna, mengatakan 200 di antaranya jatuh pingsan.

"Dari subuh tadi sampai sekarang 300 orang ditangani itu. Banyak yang pingsan lebih 200, dari titik lain dibawa ke sini semua," tutur Anna di posko kesehatan yang berada dekat pintu timur Monas, Minggu (2/12).

Anna mengatakan pihaknya menurunkan 600 tim medis yang terbagi dalam tiga posko di Monas. Dua di antaranya posko makanan dan satu lainnya posko kesehatan.

Pihaknya sudah membuka posko kesehatan sejak Sabtu (1/12), pukul 14.00 WIB. Tercatat, hingga akhir acara, pihaknya menangani 400 orang yang sakit, termasuk yang pingsan.

"Kalau yang kita tangani total 400 orang ada dari kemarin pukul 14.00 WIB, kita ke sini sudah ada pasien terus mulai ramai sampai sekarang. Ini dibuka dari kemarin di pintu satu itu udah ada pasien," katanya.

Anna mengatakan mereka tumbang karena lelah akibat padatnya suasana Reuni 212. Terlebih, sebagian dari mereka sudah mengalami penyakit berat.

"Itu karena rata-rata serangan jantung dan infeksi saluran cerna, kebanyakan karena diare, demam, mual, muntah, dan jantung paling banyak. Dan stroke, hipertensi banyak banget itu, karena dari rumah udah sakit," katanya.

"Lupus aja ada ini, karena emang sudah sakit. Kekurangan oksigen karena dia sakit jantung, jadi kemampuan jantung mengambil oksigen kurang. Cuma dasarnya mereka sakit dengan semangat tinggi mereka datang berjuang di sini, mereka pingsan jatuh," lanjut Anna. (detikcom/d)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments