Rabu, 13 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Ketum PBNU Said Aqil: Saya Nggak Ada Potongan Jadi Menag

Ketum PBNU Said Aqil: Saya Nggak Ada Potongan Jadi Menag

bantors Senin, 21 Oktober 2019 10:10 WIB
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj
Jakarta (SIB) -Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj diisukan menjadi kandidat kuat untuk mengisi posisi Menteri Agama di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Apa tanggapan Said Aqil?

"Itu kan versi medsos. Saya nggak ada bakat, nggak ada potongan saya," kata Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10).

Said tak berkomentar lebih lanjut soal namanya yang masuk kandidat menteri. Saat ditanya soal kesiapannya, Said juga tak menjawab gamblang.

"Tergantung, diminta atau nggak," ujarnya.

Namun Said mengaku telah bertemu dengan Jokowi pada Senin (14/10). Said mengatakan Jokowi tak mengatakan apa pun soal menteri dalam pertemuan tersebut.

"Ketemu kan biasa, Senin kemarin. (Jokowi) nggak bilang apa-apa tuh, ya ketawa-ketawa saja," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, detikers--demikian panggilan akrab pembaca setia detikcom--mengusulkan nama-nama menteri melalui program 'Bantu Jokowi Cari Menteri'. Calon menteri agama yang kuat berdasarkan pilihan Detikers ialah Said Aqil Siroj, Nasaruddin Umar, sampai Komaruddin Hidayat.

Kuat Lahir Batin
Sebelumnya Said Aqil Siroj mengucapkan selamat kepada Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, yang baru saja dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Said pun turut mendoakan keduanya.

"Saya ucapkan alfi alfi mabruk, selamat kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang telah dilantik pada hari Minggu ini," kata Said.

"Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan lahir batin kepada beliau berdua agar mampu menjalankan amanah yang sangat besar dan berat, mulia yang kita nanti-nantikan," imbuhnya.

Menurut Said, Indonesia menghadapi tantangan di era Revolusi Industri. Ia berharap kualitas sumber daya manusia bisa meningkat agar mampu bersaing.

"Ke depan, kita masuki era yang sangat menantang, era Revolusi Industri 4.0. Sudah barang tentu SDM harus kita dorong, supaya SDM kita tidak kalah dengan masyarakat internasional," ujar Said.

Said mengatakan semua pihak harus melek teknologi, termasuk para santri. Menurutnya, NU terus mendorong para santri agar tak hanya menjadi ahli agama, tetapi juga menguasai teknologi.

"Karena tantangan kita sekarang banyak menghadapi hoax, hate speech melalui medsos, fitnah, adu domba, itu yang sangat berbahaya. Maka santri-santri pesantren sedang saya galakkan melek teknologi, terutama IT," ungkapnya. (detikcom/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments