Minggu, 20 Sep 2020

Ketua KNPB Mimika Ditangkap Terkait Rusuh Papua

admin Jumat, 13 September 2019 10:45 WIB
Steven Itlay
Jakarta (SIB) -Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika, Steven Itlay, ditangkap polisi. Steven diduga menggerakkan massa yang berpotensi menimbulkan kerusuhan di Papua pada 29 Agustus 2019.

"Saat ini, pelaku sedang didalami perannya dalam kerusuhan di Jayapura dan beberapa wilayah di Papua," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Steven diduga melakukan komunikasi dengan Benny Wenda terkait unjuk rasa berujung kericuhan. "Diduga terkoneksi dengan BW (Benny Wenda)," sambung Dedi.

Polisi menangkap Steven, Rabu (11/9) sore, pukul 17.56 WIT di gerbang Universitas Cendrawasih. Selain Steven, polisi juga mengamankan dua orang saksi.

Informasi yang diterima dan telah dibenarkan Dedi, Steven diketahui membantu mengatur pergerakan KNPB Mimika dan Sentani untuk berunjuk rasa. Steven juga mengirimkan instruksi ke seluruh pimpinan KNPB wilayah untuk beraksi.

Berdasarkan catatan kepolisian, Steven pernah tersandung kasus kepemilikan bahan peledak dan makar pada Oktober 2012. Dia juga ditangkap karena perkara makar pada 2016 lalu. Steven berstatus buronan kasus makar sejak September 2018.

Tangkap Buchtar Tabuni
Sebelumnya, polisi menangkap Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni. Polisi menangkap Buchtar terkait dugaan tindak pidana makar.

"Benar, yang bersangkutan kami amankan. Terkait makar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Dedi menerangkan Buchtar ditangkap pada Senin (9/9). Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap Buchtar.

"(Diamankan) Senin kemarin. Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh rekan-rekan dari penyidik," ujar Dedi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menegaskan Polri akan mengejar dalang-dalang kerusuhan yang terjadi di Papua Barat dan Papua. Salah satunya ULMWP.

"ULMWP (United Liberation Movement for West Papua atau Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat), KNPB (Komite Nasional Papua Barat) tanggung jawab atas insiden ini. Dan akan saya kejar mereka, mereka juga yang buat produksi hoax-hoax itu," kata Tito saat konferensi pers di RS Bhayangkara, Abepura, Papua, Kamis (5/9).

Menurut Tito, pihak-pihak yang mengatasnamakan rakyat Papua dan membuat kerusuhan, justru sebenarnya tidak peduli pada masyarakat di Bumi Cenderawasih. "Kasihan itu korban masyarakat, nanti Tuhan yang membalas. Ingat, ada pembakaran, ada korban, meninggal, itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan," sebut Tito. (detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments