Selasa, 10 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Ketua IDI Medan Ingatkan Dokter Terbukti Melebihi Tiga SIP, BPJS Kesehatan Minta Pengembalian Dana

Ketua IDI Medan Ingatkan Dokter Terbukti Melebihi Tiga SIP, BPJS Kesehatan Minta Pengembalian Dana

redaksi Jumat, 22 November 2019 23:08 WIB
Foto SIB/Dok
dr Wijaya Juwarna SpTHT-KL
Medan (SIB)
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan mengimbau seluruh anggotanya untuk mematuhi UU 29 tahun 2014 tentang Praktik Kedokteran. Salah satunya, yang ditekankan IDI adalah tidak berpraktik lebih dari tiga tempat. Hal ini dikatakan Ketua IDI Cabang Medan dr Wijaya Juwarna SpTHT-KL kepada wartawan, Kamis (21/11).

Dijelaskannya, dalam UU 29 tahun 2014 tentang Praktik Kedokteran pada pasal 36 dan 37 sudah menekankan kalau dokter itu boleh praktik paling banyak di tiga tempat. Pada Pasal 36, disebutkan 'Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki surat izin praktik'.

Kemudian, Pasal 37 pada ayat 1 disebutkan (1) surat izin praktik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dikeluarkan oleh pejabat kesehatan yang berwenang di kabupaten/kota tempat praktik kedokteran atau kedokteran gigi dilaksanakan.
Sedangkan pada ayat (2) surat izin praktik dokter atau dokter gigi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya diberikan untuk paling banyak tiga tempat. Kemudian pada ayat (3) satu surat izin praktik hanya berlaku untuk satu tempat praktik.
"Tanda dia berpraktik itu adalah Surat Izin Praktik (SIP) yang dikeluarkan oleh Dinas Perijinan setempat. Kemudian, untuk mendapatkan SIP ini, dokter harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran. Konsil Kedokteran hanya mengeluarkan tiga STR saja. Artinya, seorang dokter berpraktek di seluruh wilayah Indonesia hanya boleh tiga tempat praktik," imbuhnya.

Dia menekankan hal ini kepada anggotanya, karena ada beberapa kasus, BPJS Kesehatan meminta pengembalian dana yang telah dikeluarkan, jika seorang dokter terbukti melebihi tiga SIP melalui rumah sakit bersangkutan.

"Kalau IDI Medan ditanya, ada gak dokter praktik lebih dari tiga tempat? Tidak mungkin lebih dari tiga, tapi terlepas di belakang itu ada permainan, diambil STR nya lagi, seolah-olah menutup satu, kemudian dipakai lagi di daerah lain," ungkapnya sembari enggan membeberkan oknum dokter yang dimaksud.

Ditambahkannya, BPJS Kesehatan sudah memiliki sistem terintegrasi apakah seorang dokter lebih dari tiga tempat praktik atau tidak. "Kita juga berharap Dinas Perijinan antar daerah juga punya sistem seperti itu, tapi intinya tetap pribadi dokternya. Karena STR yang dikeluarkan hanya tiga," tuturnya.

Dia juga mengharapkan para dokter hati-hati jika meminta bantuan pihak tertentu untuk mengurus SIP. "Pastikan dapat dipercaya karena bisa saja terjadi pemalsuan. Kemudian, SIP lebih dari tiga,
SIP belum terdaftar di sistem BPJS, SIP terbukti palsu maka dana/klaim harus dikembalikan ke BPJS Kesehatan dan bekerjalah sesuai kompetensi," demikian Wijaya. (M17/c)


T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments