Rabu, 18 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Ketua DPRD Sumut Nilai Tidak Wajar Uang Rp1,6 M Ditinggal di Mobil

Ketua DPRD Sumut Nilai Tidak Wajar Uang Rp1,6 M Ditinggal di Mobil

* Jangan Kaitkan dengan Pengesahan RP-APBD 2019 dan R-APBD 2020 * Bank Sumut Tawarkan Pengawalan Saat Penarikan
admin Kamis, 12 September 2019 10:07 WIB
H Wagirin Arman
Medan (SIB) -Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman mendesak kepolisian secepatnya mengusut tuntas kasus hilangnya uang milik Pemprov Sumut senilai Rp1,6 miliar dalam mobil yang diparkirkan di Kantor Gubernur Sumut, untuk menghindari kesimpang-siuran pendapat publik.

Penegasan itu disampaikan Wagirin Arman kepada wartawan, Rabu (11/9) melalui telepon menanggapi hilangnya uang Pemprov Sumut dengan mudah dan jumlah yang besar, tanpa pengawasan dan pengamanan.

"Kenapa uang begitu besar ditinggalkan begitu saja secara santai. Saya saja ketika tinggal HP ataupun dompet dalam mobil, langsung buru-buru mengambilnya lagi," ucap Wagirin yang mengaku curiga atas kehilangan uang tersebut.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut ini melihat ada ketidakwajaran dalam kasus hilangnya uang Pemprov Sumut, sehingga diperlukan pengusutan secara tuntas dan jelas oleh kepolisian, sekaligus menelusuri darimana sumber uang dan digunakan untuk keperluan apa.

"Rakyat berhak tahu uang itu dari mana sumbernya dan mau disalurkan kemana," tukasnya sembari mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap memantau perkembangan kasus hilangnya uang milik Pemprov Sumut dimaksud, demi transparansinya pengusutan.

JANGAN KAITKAN
Wagirin Arman juga mengingatkan kepada semua pihak agar jangan mengkait-kaitkan hilangnya uang Pemprov Sumut dengan rapat paripurna pengesahan RP-APBD Sumut TA 2019 dan R-APBD 2020 yang sempat tertunda pengesahannya, akibat kehadiran anggota dewan tidak korum. "Jangan hubung-hubungkan atau kait-kaitkan hilangnya uang sebesar Rp1,6 miliar dengan rapat paripurna pengesahan RP-APBD dan R-APBD yang berlangsung alot dan penuh dinamika politik tersebut," katanya.

Jika ada pihak yang mengkaitkan apalagi menuduh dan memfitnah lembaga legislatif, ujar Wagirin, pihaknya akan menempuh proses hukum atau gugatan ke pihak yang menuduh dan fitnah.

Wagirin menegaskan, jalannya rapat paripurna pembahasan RP-APBD 2019 dan R-APBD 2020, merupakan proses yang panjang dan penuh dengan dinamika, tanpa ada embel-embel, apalagi pemberian 'hadiah' uang ketok atau sejenisnya dari Pemprov Sumut.

"Semenjak saya menjabat Ketua DPRD Sumut, sudah diharamkan adanya "uang ketok" maupun sejenisnya. Jadi tidak ada kaitannya kasus hilangnya uang Pemprov Sumut dengan pengesahan RP-APBD maupun R-APBD," tegas Wagirin dengan penuh keyakinan.

Menyinggung sikap F-PDI Perjuangan yang memilih walk out dari ruang rapat paripurna dalam agenda pengesahan RP-APBD dan R-APBD, karena dianggap tidak memihak rakyat dan rapat tidak memenuhi korum, Wagirin mengaku sangat menghormati sikap politik partai "wong cilik" tersebut. "Inilah bentuk demokrasi di dewan, yang sama sekali tanpa ada sesuatu atau bersih dari pelanggaran hukum," ucapnya.

TAWARKAN PENGAMANAN
Terkait dana Rp1,6 miliar yang telah diambil dari Cabang Koordinator Medan Bank Sumut, Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Ridwan Siregar membenarkan hal itu.

"Uang tersebut sudah diambil, ditarik dari Kantor Bank Sumut Cabang Koordinator Medan. Untuk apa kegunaan uang Rp 1,6 miliar itu kita tidak tahu, karena memang Pemprov Sumut adalah nasabah Bank Sumut," jelasnya Siregar kepada wartawan melalui telepon selularnya, Rabu (11/9).

Disebutnya, dana yang ditarik itu sudah diverifikasi, jadi selanjutnya itu bukan urusan Bank Sumut lagi.
Disinggung apakah pihak Pemprov Sumut membawa pengawal untuk keamanan saat penarikan uang, Syahdan kurang mengetahuinya.

"Kita tidak tahu apakah ada pengawal mendampingi mereka saat pengambilan uang tersebut ke Bank Sumut," ungkapnya.
Tetapi kami dari Bank Sumut selalu menawarkan pengawalan kepada nasabah setiap penarikan uang dalam jumlah besar demi keamanan. "Jadi kami tidak tahu mobil apa yang digunakan saat pengambilan uang tersebut," ungkapnya.

"Kami tidak bisa berkomentar banyak dalam hal raibnya uang Pemprovsu itu, semuanya ini kita serahkan kepada pihak berwajib," ujarnya yang kini berada di Jakarta dalam rangka tugas. (M03/M02/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments