Jumat, 15 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Keputusan KPU Sahkan Coblos 2 Caleg dalam 1 Parpol Menuai Kritik

Keputusan KPU Sahkan Coblos 2 Caleg dalam 1 Parpol Menuai Kritik

Selasa, 04 Maret 2014 08:52 WIB
Jakarta (SIB)-  KPU memutuskan pemilih yang mencoblos lebih dari 1 caleg di parpol yang sama disahkan dan suara dihitung untuk suara parpol. Keputusan itu dinilai tak sesuai dengan sistem pemilu proporsional terbuka.

"Sistem pemilu kita proporsional terbuka. Proporsional itu, realisasi hasil Pemilu mencerminkan presentase parpol dibanding kursi nggak beda. Misal parpol A mendapat 20%, maka kursi dia 20%," kata peneliti Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), August Mellaz di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakpus, Senin (3/3).

"Sementara terbuka adalah pemilih yang menentukan calon, kalau tertutup parpol yang tentukan," imbuhnya.

August mengatakan, karena sistem pemilu terbuka maka prinsipnya preferensi pemilih yang diperhatikan. Artinya, si pemilih punya kehendak memilih caleg A atau B.

Sementara kalau 2 caleg dicoblos dalam 1 partai yang sama misal si A dan si B, maka seharusnya dianggap tidak sah, bukan dikategorikan menjadi suara parpol. Karena preferensi pemilih itu terhadap caleg bukan parpol.

"Kalau alasannya mau selamatkan suara pemilih ya sosialisasi yang baik, ini suara yang sah dan ini tidak. Begitu dicoblos 2 maka tidak sah, karena (tidak jelas) pilihan Anda ke A atau B," kritiknya.

Karenanya menurut August, kalau sosialisasi KPU maksimal tentang tata cara mencoblos dan penghitungannya, maka masyarakat tahu bagaimana memilih yang benar.

"Kalau suara pemilih diserahkan ke parpol sudah ada opsi, coblos saja parpol maka suara Anda untuk parpol. Dalam sistem pemilu terbuka yang penting pilihan pemilih kepada caleg, soal selamatkan pemilih itu soal lain, bukan melegitimasi kesalahan," kritiknya.

"Jadi kalau pemilih tahu tentang bagaimana sistem pemilu bekerja, maka itu mengurangi potensi kesalahan. Masalahnya infonya sampai nggak ke pemilih?" imbuh August. (Dtc/w)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments