Sabtu, 26 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • Keponakan Prabowo Rogoh Sekitar Rp 6 M untuk Nyaleg

Keponakan Prabowo Rogoh Sekitar Rp 6 M untuk Nyaleg

Senin, 27 Januari 2014 12:08 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Di tengah riuhnya kampanye yang dilakukan sejumlah calon anggota legislatif, mungkin hanya segelintir orang yang berani buka-bukaan soal biaya yang dihabiskannya. Salah satunya adalah Aryo Djojohadikusumo yang dengan gamblang membongkar biaya yang dikeluarkannya untuk nyaleg.

"Saya tidak akan malu-malu kucing seperti yang lainnya, di sini saya blak-blakan saja mengenai biaya yang dikeluarkan untuk kampanye. Yang jelas, saya akui demokrasi itu tidak murah," tutur Aryo.

Hal itu dikatakan dalam acara rilis hasil survei nasional Pol Tracking Institute di Hotel Ibis Tamarin, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (26/1). Hadir dalam acara terserbut, Charles Homoris dari PDIP, Charles Bonar Sirait dari Golkar, dan Didi Irawadi Syamsuddin dari Partai Demokrat. Namun mereka enggan menjelaskan saat ditanya wartawan berapa dana yang dihabiskan untuk kampanye.

Putera dari pendiri Gerindra Hashim Djojohadikusumo itu mengungkapkan, hingga kini diperkirakan telah menggelontorkan Rp 6 miliar untuk dana kampanye.

Adapun dana itu digunakan untuk menggaji 150 orang tim suksesnya. Meski ada beberapa yang secara sukarela tidak meminta sepeser uang, namun diakuinya dalam sebulan bisa menghabiskan lebih dari Rp 100 juta sejak April tahun lalu.

Selanjutnya untuk mempromosikan diri di Dapil III, Aryo kerap melakukan sosialisasi ke 1.000 RW. Di mana, dalam setiap kunjungannya ia bisa menghabiskan sekitar Rp 500 juta.

"Itu biaya belum termasuk untuk spanduk, kaos, kartu nama, dan stiker untuk memudahkan orang mengenali saya. Karena rakyat perlu tau siapa saya dan rekam jejak saya. Sehingga, saya rela mengeluarkan minimal sekitar Rp 6 miliar dari kantong pribadi," jelasnya.

Keponakan dari Prabowo Subianto yang juga merupakan seorang pebisnis itu juga menegaskan bila seluruh biaya kampanye murni berasal dari kantong pribadinya. Aryo mengaku tidak ada sepeser pun dana dari hasil korupsi.

"Apakah saya korupsi? Tidak lah untuk apa? Daripada saya membeli satu Lamborgini, lebih baik membeli 8 ambulance untuk pelayanan kesehatan warga," pungkasnya. (detikcom/f)
T#gs PrabowoUang
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments