Minggu, 25 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kepala, Bendahara dan 3 Staf Puskesmas Parlayuan Rantauprapat Terjaring OTT

Diduga Potong Dana JKN dan BOK

Kepala, Bendahara dan 3 Staf Puskesmas Parlayuan Rantauprapat Terjaring OTT

admin Rabu, 14 Agustus 2019 10:03 WIB
SIB/Dok
DIPERIKSA: Enam wanita berpakaian putih-putih yang disebut-sebut diamankan Tim Unit Tipikor Satreskrim Polres Labuhanbatu saat OTT dari salah satu Puskesmas diperiksa di ruang Unit Tipikor, Mapolres Labuhanbatu Jalan MH Thamrin Rantauprapat, Selasa (13/8) sore.
Medan (SIB) -Personel Unit IDIK III Tipidkor Sat Reskrim Polres Labuhanbatu Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Puskesmas Parlayuan Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (13/8). Dalam OTT ini, 7 orang diamankan, beserta uang tunai Rp188.315.000.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja ketika dikonfirmasi wartawan menyebutkan, ketujuh orang tersebut, yakni Kepala Puskesmas (Kapus) Parlayuan, M Haitami Jasani (41), Bendahara Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Hilda Mila (45), Bendahara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Suburiah Daulay (33).

Kemudian, Sri Darwiana (40), Nuraisyah Harahap (42), Nurayam (33) ketiganya staf Puskesmas serta TKS Puskesmas Afriani (26).

Selain ketujuh orang itu, kata Tatan, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dokumen dan uang. Adapun dokumen yang diamankan berupa 2 lembar daftar hadir atau nama nama pegawai/staf yang menerima dana JKN Puskesmas Parlayuan. Lalu 1 lembar daftar rekapan nama-nama penerima dana JKN yang akan dilakukan pemotongan.

"Untuk uang totalnya sebesar Rp188.315.000. Uang ini terdiri dari dana JKN yang akan dibagikan sebesar Rp45.080.000, dana BOK yang akan dibagikan sebesar Rp29.435.000. Begitu juga dari tas Kapus disita dana JKN dan BOK hasil pemotongan sebesar Rp61.100.000 dan dari rumah Kapus disita dana JKN dan BOK sebesar Rp62.750.000," kata Tatan, Selasa (13/8).

Adapun modus operandinya, lanjut Tatan, dana JKN sebesar Rp93.600.000 dan dana BOK sebesar Rp 162.670.000, semester I Tahun 2019 yang bersumber dari Pusat, oleh Kapus dibantu Bendahara dibagikan kepada Pegawai dan Staf Puskesmas Parlayuan.

"Pada proses pembagian tersebut ditemukan pemotongan sebesar minimal 25% (bervariasi) dari jumlah yang diterima oleh pegawai dan staf Puskesmas," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang tidak dapat dikonfirmasi terkait OTT tersebut. Kasat Reskrim juga belum bersedia memberi keterangan kepada para wartawan yang berusaha mendapat informasi akurat terkait OTT.

"Sabar dulu ya. Belum bisa kasih keterangan. Masih dalam pemeriksaan," kata Kasat Reskrim AKP Jama Kita Purba saat ditemui sejumlah wartawan di Mapolres Labuhanbatu.

Pantauan SIB, di ruangan Unit Tipikor Satreskrim Polres Labuhanbatu terlihat 5 wanita berpakaian putih-putih, diduga bidan dan perawat Puskesmas Dinas Kesehatan, sedang dimintai keterangan penyidik pembantu (juper) unit tersebut.

Hingga menjelang malam, juper masih melakukan pemeriksaan terhadap perempuan berpakaian putih-putih tersebut. Kapolres pun belum memberikan keterangan resmi ke wartawan.

Sebelumnya, juga beredar kabar beberapa pejabat dari Pemkab Labuhanbatu Selatan diperiksa tim Tipikor Polda Sumatera Utara di Unit Tipikor Satreskrim Polres Labuhanbatu.

"Malam ini beredar info sejumlah pejabat Pemkab Labusel berada di Polres Labuhanbatu, dipanggil dan diperiksa tim Tipikor Polda Sumut terkait dugaan korupsi dana bagi hasil (DBH) PBB Labusel tahun anggaran 2016," sebut wartawan dari Kotapinang.

Tetapi terkait info ini, Kapolres juga tidak dapat dikonfirmasi. Pesan WhatsApp juga tidak dijawab Kapolres. (M18/BR6/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments