Rabu, 03 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Headlines
  • Kelemahan RI Deteksi Corona, Tidak Miliki Alat Tes Cepat Skala Besar

* MPR Dukung Pemerintah, Optimis Bisa Melewati Situasi Ini

Kelemahan RI Deteksi Corona, Tidak Miliki Alat Tes Cepat Skala Besar

* Imbau Warga Tak Kucilkan Tenaga Medis
Jumat, 03 April 2020 09:08 WIB
Foto SIB/Dok

Doni Monardo

Jakarta (SIB)
Kepala BNPB yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, kelemahan pemerintah mendeteksi virus Corona (Covid-19). Menurut Doni, kelemahannya adalah pemerintah tidak memiliki alat tes cepat berskala besar.

"Kelemahan kita adalah tidak memiliki alat untuk memeriksa secara cepat dalam skala besar. Kami mencoba mendatangkan rapid test dari sejumlah negara. Kami telah konsultasi ke Kemenkes, 44 lab Kemenkes yang tersebar. Peralatan dan perlengkapannya belum memadai sehingga yang efektif baru 13 lab," kata Doni dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI yang digelar secara virtual, Kamis (2/4).

Doni juga menjelaskan soal pendistribusian alat pelindung diri (APD) semua provinsi yang ada di Indonesia. Dia menyebut ketersediaan APD harus dipastikan meskipun sudah ratusan ribu yang didistribusikan.
"Seluruh provinsi di Indonesia telah menerima APD. Terkecil sekitar 5.000 unit, terbesar DKI 58 ribu unit. Meskipun sudah terpenuhi, bisa jadi beberapa hari ke depan akan kekurangan stok yang sangat cepat," sebut Doni.

"APD tidak hanya RS rujukan pemerintah, rata-rata dokter-dokter kita yang praktik di luar RS menjadi terpapar," imbuhnya.
Doni mengatakan saat ini pemerintah sedang berupaya mendatangkan alat tes polymerase chain reaction (PCR). Upaya tersebut dilakukan agar tes PCR tak hanya dilakukan di Pulau Jawa saja.
"Untuk PCR, kami akan datangkan dari sejumlah negara sebanyak mungkin agar tes bisa dilakukan di Jawa maupun di luar Pulau Jawa," jelasnya.

Warga Tak Kucilkan
Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengimbau masyarakat agar tidak mengucilkan dokter dan tenaga medis kesehatan yang menangani pasien Covid-19. Menurutnya, mereka justru jadi pahlawan kemanusiaan yang berada di garda depan mempertaruhkan nyawanya.

"Di tengah keterbatasan alat perlengkapan diri (APD) di berbagai rumah sakit akibat pandemi COVID-19, para dokter dan tenaga kesehatan tetap mendermakan dirinya menangani para pasien walaupun mereka menyadari risiko kesehatan dan keselamatan dirinya. Kita justru harus memberikan dukungan dengan menyumbangkan APD atau minimal memberikan apresiasi dan doa. Bukan malah justru mengucilkan mereka," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (2/4).

Bamsoet memaparkan, berdasarkan data per 1 April 2020 kemarin, penyebaran virus COVID-19 masih sangat mengkhawatirkan. Secara global, sebanyak 750.890 kasus terkonfirmasi dengan kasus kematian sebanyak 36.405 jiwa.

Ia juga menegaskan komitmen MPR RI untuk memastikan pemerintah dan seluruh elemen bangsa berupaya melawan Covid-19. Secara khusus, MPR RI menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para dokter, tenaga medis, relawan, pelayan masyarakat dan pekerja kemanusiaan di seluruh penjuru nusantara, yang telah berjuang di garda terdepan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

"MPR RI juga menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pemerintah, terkhusus melalui kerja keras dan kerja kolaboratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Tidak kalah pentingnya, MPR RI juga menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah merelakan dan mengorbankan banyak hal demi mendukung upaya pemutusan mata rantai Covid-19," ujar Bamsoet.

Di tengah suasana keprihatinan yang dihadapi, Bamsoet mengajak segenap elemen bangsa untuk membangun optimisme bahwa bangsa Indonesia pasti bisa melewati situasi ini. Adanya pasien yang berhasil disembuhkan membuktikan bahwa virus Corona dapat ditaklukkan. Jumlah pasien sembuh yang menunjukkan grafik peningkatan, semakin menambah optimisme.

"Data pasien sembuh dari tanggal 29 Maret 2020 sampai tanggal 1 April 2020, meningkat dari angka 46, 64, 75 dan 103. Ditambah semangat juang pekerja medis dan relawan yang tak kenal lelah, serta langkah dan kebijakan pemerintah yang dibuat dengan hati-hati, cepat, strategis dan terukur, tentunya akan semakin menguatkan kita dalam menghadapi pandemi Covid-19," tuturnya.

Ia juga ingin mengingatkan kembali masyarakat bahwa pemerintah telah hadir di tengah masyarakat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Bamsoet pun memohon dukungan seluruh rakyat Indonesia mendukung kinerja Gugus Tugas.
"Jika setiap warga semakin disiplin, semakin cepat Indonesia terbebas dari Covid-19. Sebaliknya, jika warga abai maka perang terhadap Covid-19 ini sulit berakhir dalam waktu dekat," pungkasnya.

Bamsoet memberikan dukungannya kepada Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Letjen TNl AD, Donny Monardo, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, Jazilul Fawaid dan Arsul Sani juga turut hadir dalam kunjungan tersebut. (detikcom/q)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments