Sabtu, 19 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kejatisu Tahan Kadis dan Dua PPK Dinas Perkim Madina

Terkait Korupsi Pembangunan TSS dan TRB

Kejatisu Tahan Kadis dan Dua PPK Dinas Perkim Madina

admin Kamis, 25 Juli 2019 09:43 WIB
dok/Humas
DITAHAN: Para tersangka korupsi terkait pembangunan Taman Sirisiri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB) Madina saat berada di ruang Kasi Penyidikan Odit SH, sesaat sebelum dibawa ke Rutan Tanjung Gusta untuk ditahan.
Medan (SIB) -Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumatera Utara (Kejatisu), Rabu (24/7) menahan tiga pejabat di Dinas Perkim Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina), sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait pelaksanaan pembangunan objek wisata Tapian Sirisiri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB) Tahun 2016-2017. Diduga terjadi kerugian keuangan negara Rp 1,4 miliar. Ketiga tersangka,Rahmatsyah Lubis selaku Plt Kadis Perkim Madina, serta tersangka Edi Djunaidi ST dan tersangka Khairulah Akhyar Rangkuti masing masing selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Perkim Madina.

Demikian diinformasikan Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian, Rabu (24/7) petang. Menurutnya, penahanan dilakukan setelah ketiga tersangka terlebih dahulu diperiksa tim penyidik lebih kurang 5 jam dengan didampingi penasehat hukumnya. Pemeriksaan itu baru pertama kali dilakukan semenjak ketiga orang tersebut berstatus tersangka. Penyidik merasa perlu melakukan penahanan karena dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya.

Ketiga tersangka yang dituduh melanggar pasal 2 jo pasal 3 jo pasal 19 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, ditahan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Gusta Medan.

Disebutkan, dari pemeriksaan tim penyidik pelaksanaan proyek pembangunan TSS dan TRB yang berada dibantaran sungai Batang Gadis atau berdekatan dengan kompleks perkantoran Bupati dan SKPD Kabupaten Madina di Paya Loting Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina itu, diduga terjadi penyimpangan karena tidak sesuai prosedur atau tanpa tender.

Pembangunan TSS dan TRB itu kata Sumanggar, tidak hanya melibatkan Dinas Perkim Madina tetapi juga Dinas Pora dan Dinas PU Madina. Namun penetapan dan penahanan ketiga tersangka baru dilakukan tim penyidik menyangkut dugaan penyimpangan yang melibatkan Dinas Perkim, sehingga tidak tertutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah. Dan dari perhitungan kerugian total yang melibatkan tiga Dinas tersebut, kerugian negara diduga sekitar Rp 4,7 miliar, kata Kasipenkum Kejatisu. (BR1/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments