Selasa, 14 Jul 2020

Terkait Kasus Dugaan Korupsi APBD Proyek Road Race di Dispora Provsu

Kejatisu AkhirnyaTetapkan 2 Tersangka

Jumat, 01 Agustus 2014 08:27 WIB
SIB/INT
Ilustrasi
Medan (SIB)- Setelah   tiga tahun lebih dalam proses penanganan  di Kejatisu atau sejak 2011 lampau, kasus dugaan korupsi di Dispora Provsu akhirnya berlanjut  juga ke tingkat penyidikan  Kejatisu, menyusul penetapan dua tersangka pada 21 Juli 2014 lalu.
 Hal ini terungkap  pada jumpa pers dalam rangkaian HUT ke-54 Kejaksaan atau HBA (Hari Bhakti Adhyaksa)   pada 22 Juli 2014  lalu di ruang Rapat Kajatisu.Di pertemuan itu Kajatisu Muhamamd Yusni SH, MH memerintahkan para asisten memaparkan kinerja sesuai bidang masing-masing sampai Juli 2014.
Ditetapkannya dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi  pada Dispora Provsu, diinformasikan Aspidsus  Kejatisu M Rum, sebagai salah satu kinerja  bidang Pidsus untuk 2014. Kasus tersebut sebelumnya  proses penyelidikan (Lid) dibagian Intel Kejatisu, kemudian ditingkatkan ke penyidikan (Dik) di Pidsus.

”Sampai Juli 2014, ada 7 perkara yang ditingkatkan ke penyidikan yaitu  2 tersangka  terkait perkara dugaan korupsi kegiatan pemetaan di BPBD Provsu, 3 tersangka korupsi terkait penyimpangan penyaluran kredit di PT Pertamina/BRI Agro, dan  2 tersangka korupsi terkait kegiatan  pembangunan Road  Race Jalan Pancing pada Dispora Provsu”, kata Aspidsus.

Telah diberitakan, untuk kasus kegiatan pemetaan di BPBD Provsu  dari APBD TA 2012 dan kasus penyimpangan kredit di PT Pertamina yang dicairkan BRI Agro TA 2012, adalah termasuk kasus yang baru ditangani Kejatisu yaitu sejak tahun 2013.  

Sedangkan  kasus dugaan korupsi terkait  kegiatan pembangunan Road Race (sirkuit) pada Dispora Provsu dengan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar APBD  TA 2010, dari pantauan wartawan di Kejatisu penanganannya sudah sejak tahun 2011 di bagian Intel Kejatisu.

Aspidsus tidak merinci  identitas  dua orang  yang sudah ditetapkan tersangka kasus korupsi terkait kegiatan pembangunan Road Race di Jalan Pancing yang menggunakan APBD Provsu. Namun sumber di kejaksaan menyebutkan, kedua tersangka dalam kasus korupsi  di Dispora itu adalah PW, oknum staf  di Distarukim Provsu dan  ENP, oknum direktur  perusahaan swasta selaku rekanan atau pelaksana pekerjaan bermasalah tersebut. Penyimpangan yang diduga dilakukan karena pekerjaan itu tidak sesuai speck dalam kontrak sehingga dapat merugikan keuangan negara.

Kasus ini pernah mendapat sorotan lewat aksi demo ke Kejatisu yang  menamakan kelompoknya Aliansi Masyarakat Pencita Otomotif (AMPO) Sumut pada 2 Maret 2011 silam. Waktu itu Humas atau Kasi Penkum Kejatisu masih dijabat Edi Irsan K Tarigan SH, yang kemudian digantikan Marcos Simaremare dan kini digantikan lagi Chandra Purnama.

Massa AMPO  yang mendatangi Kejatisu yang pada intinya menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi dana pembangunan Sirkuit Road Race dari  APBD senilai Rp3,5 miliar di Dispora Sumut. Aksi massa AMPO itu menjadi perhatian warga maupun yang melintas di Jalan AH Nasution (Jalan Karya Jasa) Medan Johor karena mereka datang  menggunakan puluhan kendaraan Vespa antik dan mobil-mobil mewah dan menggelar sejumlah poster. Menurut pengunjuk rasa dalam orasinya, ada indikasi pengerjaan yang dilakukan rekanan tidak sesuai dengan mestinya. Kualitas pengerjaan sirkuit itu tidak sesuai dengan perencanaan, ada dugaan mark Up.

Menurut sumber di kejatisu, dalam penanganan kasus ini sejumlah pejabat/staf terkait di Dispora Provsu telah diperiksa  Kejatisu ditingkat penyelidikan  termasuk P Sibarani (Mantan Kadispora Provsu), Sudjamra Rum, R Panjaitan. Aspidsus Kejatisu belum menginformasikan agenda pemeriksaan kedua tersangka. (A-1/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments