Senin, 22 Apr 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kejaksaan Tetap Jebloskan Mantan Ketum PSSI ke Rutan Salemba

Kejaksaan Tetap Jebloskan Mantan Ketum PSSI ke Rutan Salemba

admin Senin, 15 April 2019 09:54 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tetap menahan eks Pelaksana Tugas ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonsia (PSSI) Joko Driyono tersangka kasus dugaan perusakan barang bukti pengaturan pertandingan sepak bola di Liga Indonesia ke rumah tahanan Salemba, Jakarta Pusat.

Hal tersebut dikemukan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Dr Mukri usai se Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jakarta Selatan) menerima penyerahan tersangka Joko Driyono dan barang bukti (tahap 2) dalam perkara dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line oleh penguasa umum dari Satuan Tugas Anti Mafia Bola Mabes Polri (Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri).

"Tersangka JD (Joko Driyono) tetap kami tahan di rumah tahanan Salemba, Jakarta Pusat selama 20 hari kedepan. Terhitung hari ini,"Kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Dr Mukri, diruang kerjanya, Jakarta, Jumat (12/4)

Mantan wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Djogjakarta ini menambahkan penahanan berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dengan registrasi Nomor: B68/O.1.14.3/Euh.2/04/2019 tanggal 12 April 2019.Selanjutnya, sambung Mukri, tim jaksa melakukan penelitian terhadap tersangka dan barang bukti oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Mukri juga menambahkan, pasca tahap II ini, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah menerbitkan surat perintah penunjukan Tim Jaksa Penuntut Umum untuk menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk disidangkan.

Atas perbuatannya, tersangka yang akrab dipanggil Jokdri dijerat pasal sangkaan melanggar Pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Seperti diketahui dalam kasus pengautran skor (match fixing) ini, polisi sudah menetapkan 11 tersangka,mulai pihak wasit hingga anggota Komisi Disiplin PSSI. Para tersangka dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Namun, saat proses penyitaan sejumlah bukti diruang kerja Joko Driyono, petugas Polda Metro Jaya melakukan pemasangan police line di sekitar area tersebut. Tanpa diduga,Jokdri melalui anak buahnya memasuki ruang tersebut tanpa seijin penyidik. Bahkan diduga merusak atau menghilangkan barang bukti terkait perakara yang sedang ditangani tersebut. (J02/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments