Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kejagung Periksa Direktur Trimitra Asritam Sebagai Saksi Kasus TPPU Sudin Tata Ruang Pemda Jaksel

Kejagung Periksa Direktur Trimitra Asritam Sebagai Saksi Kasus TPPU Sudin Tata Ruang Pemda Jaksel

Rabu, 22 Januari 2014 18:54 WIB
SIB/int
Kantor Kejaksaan Agung RI
Jakarta(SIB)-Jaksa pada pidana khusus Kejaksaan Agung periksa Direktur Trimitra Asritam, Alexander Sukanta sebagai saksi untuk tersangka Raden Suprapto, terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Dan Tindak Pidana Pencucian Uang di Suku Dinas Tata Ruang Jakarta Selatan Pemda DKI Jakarta .

"Tim penyidik telah mengagendakan pemanggilan 3 (tiga) orang saksi lainnya  terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Raden Suprapto, SH.

Namun dari tiga saksi yang dipanggil, hanya satu orang yang telah diperiksa oleh jaksa penyedik " kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi Setia Untung Arimuladi, Rabu  (22/01).

Kapuspenkum yang akrab dipanggil Untung menjelaskan,  saksi yang hadir adalah, Direktur Trimitra Asritam, Alexander Sukanta.  Dia hadir pada sekitar pukul 10.00 Wib dan langsung menjalani pemeriksaan di  gedung bundar

" Pada pokoknya terkait dengan keberadaan PT. Trimitra Asritama sebagai konsultan perencanaan design gedung show room Auto 2000 untuk PT. Astra International dimana hasil perencanaan tersebut di pergunakan oleh PT. Astra International untuk pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) melalui Tersangka," jelasnya

Sementara 2 saksi yang mangkir adalah, Arwin  selaku Perencana Plumbing Kantor  atau Show Room Auto 2000 PT. Astra International Jagakarsa dan  Tijan yang menjabat sebagai  Perencana Struktur Auto 2000 Angkasa PT. Astra International Lenteng Agung Jagakarsa

"Rencananya kami akan menjadwalkan pemeriksaan kembali terhadap para saksi yang tidak memenuhi panggilan tim penyidik," pungkasnya

Seperti diketahui, Jaksa pidsus kejagung kemarin gagal memeriksa 3 orang saksi guna dikorek keterangannya sebagai saksi untuk tersangka  Raden Suprapto.

Ketiga saksi yang mangkir tersebut adalah, Benedicta, selaku Finance Opration, Roni yang menjabat sebagai Kepala Divisi Toyota Sales Operation Auto 2000 dan Projeck Manager Auto 2000 Angkasa 2.

ketiganya tidak memberikan alasan yang jeolas terkait ketidakhadirannya saat dipanggil jaksa penyidik,"pungkasnya

Seperti diketahui, tim penyidi Kejaksaan Agung menetapkan Raden Suprapto selaku pejabat Suku Dinas Tata Ruang Jakarta Selatan sebagai tersangka setelah ditemukannya bukti

permulaan yang cukup. Penetapan Raden Suprapto sebagai tersangka ersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-103/F.2/Fd.1/10/2013 tanggal 4 Oktober 2013.

Menurut Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi, tersangka telah melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU pada tahun 2004 sampai tahun 2012. Kala itu tersangka masih

menjabat sebagai staf Tata Usaha Sudin Tata Ruang Jaksel hingga menjabat Kepala Seksi Tata Ruang Kecamatan Tebet dibawah Sudin Tata Ruang Jaksel.

Diduga dalam mengemban tugas sebagai pelayan masyarakat, Raden  telah menyalahgunakan tugasnya sebagai PNS. Tersangka telah melakukan tindak pidana korupsi perizinan

IMB serta pembuatan Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD).

"Diduga yang bersangkutan telah memungut biaya pengurusan izin yang tidak sesuai dengan biaya resmi yang telah ditentukan,"beber Untung

Selain itu, diketahui, biaya untuk pengurusan yang diajukan terssangka harganya bervariasi mulai dari Rp225 juta, Rp300 juta, Rp700 juta hingga Rp1,8 miliar.

"Tersangka disangkakan pasal 12a atau pasal 2b UU No.31 tahun 1999 sebagaimana diubah serta ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan Atas UU No.31 tahun 1999

tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP,"pungkasnya (BAS)

T#gs Kejagung
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments