Senin, 22 Apr 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kasus Taruna ATKP Tewas, Keluarga Minta Bantuan Hotman Paris

Kasus Taruna ATKP Tewas, Keluarga Minta Bantuan Hotman Paris

* Direktur ATKP Dinonaktifkan
admin Senin, 11 Februari 2019 10:36 WIB
Hotman Paris Hutapea
Makassar (SIB) -Keluarga Aldama Putra, korban tewas akibat dianiaya oleh seniornya di Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar ingin agar kasus tersebut diusut tuntas. Mereka berharap semua pelaku yang terlibat dalam kekerasan dijerat sesuai prosedur hukum berlaku.

Ayah Aldama, Pelda Daniel Pongkala mengatakan, pihaknya juga tengah berupaya mencari bantuan pendampingan untuk memastikan proses berlaku adil. Salah satu yang diharap membantu adalah pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

"Kalau pak Hotman bersedia membantu, kami pasti sangat bersyukur. Cuma kami belum berkomunikasi langsung dengan beliau, jadi belum bisa dipastikan. Mungkin saja beliau sibuk," kata Daniel di Makassar, Jumat (8/2).

mengadu lewat media sosial
Keluarga Aldama mengaku ingin bantuan Hotman Paris untuk mengantisipasi kejanggalan dalam penanganan hukum terhadap pelaku. Hotman dikenal sering membantu masyarakat untuk mendapatkan keadilan.

Daniel mengungkapkan, pihak keluarga belum memiliki nomor kontak telepon Hotman Paris. Karena itu, aduan untuk meminta tolong sejauh ini hanya disebar melalui berbagai saluran media sosial.

Salah satu aduan keluarga Aldama diunggah ulang oleh akun gosip di Instagram, @lambe_turah, pada Jumat (8/2). Satu tangkapan gambar menampilkan soal kecurigaan adanya kejanggalan dan misteri dalam kasus penganiayaan di ATKP. Hingga berita dihimpun, unggahan sudah banjir komentar dan disukai lebih 125 ribu kali.

"Dear Bapak Hotman dan Bapak Menteri. Dari keluarga yang mencari keadilan. Minceu sekedar menyampaikan," tulis @lambe_turah pada keterangan foto.

tersangka baru
Pada kasus kematian Aldama Putra, penyidik Polrestabes Makassar menetapkan satu tersangka. Dia adalah Muhammad Rusdi, taruna tingkat dua ATKP Makassar. Rusdi diduga menganiaya korban hingga tewas karena tidak mengenakan helm saat memasuki kampus, Minggu (3/2) malam lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, penyidik terus mengembangkan hasil keterangan saksi, temuan fakta dan bukti terkait. Pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain. Penyidik juga masih menunggu hasil lengkap otopsi dari rumah sakit untuk menentukan penyebab kematian Aldama.

"Polrestabes masih bekerja memeriksa saksi lain, apakah terkait atau juga ikut memukul dan memprovokasi. Ini masih didalami, yang jelas pelaku sudah satu orang," katanya.

tidak yakin
Ayah Aldama, Daniel menyatakan apresiasi terhadap upaya Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian anaknya. Namun dia tidak yakin jika korban hanya dianiaya oleh satu orang pelaku hingga meninggal. Apalagi di tubuh jenazah korban ditemukan sejumlah luka lebam dan goresan.

"Jadi semuanya kami serahkan kepada pihak kepolisian. Pihak kepolisian juga sudah bekerja keras untuk mengusut kasus ini. Itu pun nanti kalau ada hasilnya dan tidak sesuai dengan apa yang kita lihat, kita koordinasi lagi," ujar Daniel.

Hotman Siap Beri Bantuan
Sementara itu pengacara kondang Hotman Paris bersedia mendampingi keluarga almarhum Aldama Putra Pongkala (19).

Keluarga Aldama yang meminta dukungan netizen untuk berkomunikasi dengan Hotman Paris akhirnya membuahkan hasil. Postingannya itu diunggah ulang pengguna Instagram @lambe_turah dan dibalas Hotman Paris.

Melalui postingan itu, Hotman Paris ikut berkomentar, pihaknya siap membantu.

"Saya Hotman Paris bersedia menerima keluarga yang meminta bantuan hukum ini di Kopi Joni pada tanggal 10 Februari jam 10 pagi," tulis Hotman dalam kolom komentar, Jumat (8/2).

Sementara ayah Aldama Putra, Pelda Daniel Pongkala mengaku pihak dari Hotman Paris sudah ada yang menghubunginya. "Kami dihubungi oleh pihak beliau. Mereka siap mendampingi kami," ucap Daniel.

Dinonaktifkan
Menyusul insiden tersebut, Direktur ATKP Makassar Agus Susanto dinonaktifkan.

"Setelah kami melakukan investigasi dan pertemuan internal, kami memutuskan menonaktifkan Direktur ATKP Makassar dan menskorsing satu orang untuk menjalani pemeriksaan pihak kepolisian," ujar Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis dari Kementerian Perhubungan, Minggu (10/2).

Pihak Kemenhub sudah melakukan investigasi internal terkait kasus tersebut. Seluruh personel ATKP Makassar yang diduga terlibat pada kejadian juga diganti.

"Berdasarkan hasil investigasi internal, kami memutuskan untuk melakukan pergantian personil terhadap seluruh lini di ATKP Makasar yang terlibat pada saat kejadian," ujar Budi. (detikcom/q/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments