Minggu, 20 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kasus Korupsi Rp 14,7 Miliar Proyek Bandara di Nias Selatan, Kejati Sumut Tetapkan 8 Tersangka

Kasus Korupsi Rp 14,7 Miliar Proyek Bandara di Nias Selatan, Kejati Sumut Tetapkan 8 Tersangka

* 2 Direktur Selaku Rekanan/Swasta DitahanUnik
admin Rabu, 09 Oktober 2019 10:07 WIB
SIB/Dok
TERSANGKA: Dua tersangka dugaan korupsi proyek pengerjaan Bandara di Nisel, DCN dan AH digiring petugas Kejati Sumut untuk dilakukan penahanan di Rutan Tanjung Gusta Medan, Selasa (8/10).
Medan (SIB) -Penyidik di Pidsus Kejati Sumut,Selasa (8/10) menahan dua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait Proyek Bandara di Nisel. Meliputi pekerjaan Peningkatan PCN Runway, Taxiway, Apron dengan AC Hotmix termasuk marking volume 45.608 M2 pada Kantor UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara) Lasondre Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran (TA) 2016 dengan nilai kontrak sekitar Rp 27,9 miliar bersumber dari APBN Kemenhub RI. Kedua tersangka yang ditahan adalah pihak swasta/rekanan yakni AH (54) selaku Direktur II PT Mitra Agung Indonesia dan DCN (38) selaku Direktur PT Harawana Konsultan.

Kasi Penkum Kejatisu S Siagian kepada wartawan mengatakan,penahanan dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan dengan status sebagai tersangka.Kedua tersangka dilakukan penahanan di Rutan Tanjung Gusta Medan karena dikhawatirkan melarikan diri, merusak barang bukti, mengulangi perbuatan serta untuk kelancaran proses penyidikan.Berdasarkan perhitungan dari KAP (kantor akuntan publik) Pupung Heru di Jakarta kerugian negara sekitar Rp 14,7 miliar.

Disebutkan, proses penahanan yang dilakukan penyidik berlangsung lancar tanpa ada perlawanan termasuk saat penandatanganan berita acara penahanan. Kedua tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 Undang Undang No 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang Undang No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1KUHP.

Kasi Penkum menginformasikan,dalam penyidikan kasus dugaan korupsi ini penyidik Pidsus telah menetapkan 8 tersangka yang diduga terlibat dalam pekerjaan pembangunan bandara Lasondre tersebut,termasuk di dalamnya pejabat terkait. Selain dua tersangka yang sudah ditahan,6 tersangka lainnya adalah KI,IPR,IAF,SHS,IS dan S.Tim penyidik juga telah menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan ke-6 tersangka pekan mendatang.

Dikatakan, dari anggaran proyek Rp 27 miliar bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2016 sudah dibayarkan sebesar Rp 19.847.973.127 kepada para tersangka sebagai pembayaran untuk termin keempat atau sekitar 80 pengerjaan. Tetapi di lapangan pekerjaan hanya 20 persen. Selain itu pencairan juga dilakukan tanpa dokumen yang lengkap. Penyidik menduga dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan bandara itu ada yang fiktif dan pencairan dana yang tidak sesuai progres pekerjaan di lapangan. (BR1/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments