Kamis, 13 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Kapolsek Medan Timur Kompol Juliani Prihartini: Kadang Harus Jadi Lelaki

HUT ke-66 Polwan

Kapolsek Medan Timur Kompol Juliani Prihartini: Kadang Harus Jadi Lelaki

Minggu, 31 Agustus 2014 13:32 WIB
Kapolsek Medan Timur, Kompol Juliani Prihartini
Medan (SIB)- Sosok Komisaris Polisi (Kompol) Juliani Prihartini tidak asing lagi di jajaran Polresta Medan. Ia satu-satunya wanita menjabat sebagai Kapolsek di Polresta Medan dan kini menjabat Kapolsek Medan Timur dengan wilayah hukum mencakup Kecamatan Medan Timur dan Medan Perjuangan.

Saat ditemui di kantornya, is menceritakan awal ketertarikannya menjadi seorang polisi wanita (polwan) karena sosok polwan saat mengenakan uniform terlihat gagah dan berwibawa bila berada di tengah-tengah masyarakat selalu menjadi perhatian

“Awal ketertarikan saya jadi Polwan ketika melihat ada seorang wanita berseragam polisi berada di lapangan, yang gagah dan terlihat tegas. Dan saya coba mendaftar masuk  Polisi dari bintara pada 1996/1997, dengan penempatan pertama di Polda NAD dengan pangkat Bripda (Brigadir Polisi Dua),“ kata wanita yang memiliki dua buah hati dari pasangannya Herman Rasyid, yakni M Raihansyah (7) dan Dianing Anisyah Putri 1 tahun 5 bulan.

Dari pangkat itu, dia terus meningkatkan kariernya. Pada 1998 dia mengikuti program D-3 PTIK di Jakarta Selatan dan mendapat penempatan di Polda Sumut. Hingga 2009 dia kembali mengikuti program S- 1 PTIK dan bertugas lagi di Polda Sumut. Setelah menyelesaikan program S-1 PTIK pada 2009, Juliani  dipercaya lagi menjabat Kapolsekta Medan Area. Lalu selama periode 2011/2012 dia menjabat sebagai Kasatlantas Polres Tebingtinggi, dan saat ini menjadi Kapolsekta Medan Timur.

Saat disinggung dirinya antara membagi  tugas polisi dan keluarganya, wanita asal Sei Rotan, Tembung, kelahiran 25 Oktober 1976 mengaku, hal  itu tidak menjadi masalah baginya.

“Karena  saat saya berada di rumah akan melaksanakan tugas sebagai ibu rumah tangga, mengurus anak-anak dan suami.

“Sebelum berangkat ke kantor saya fokuskan mengurus anak-anak, mengantar  anak-anak ke sekolah, sore harinya saya upayakan pulang mendampingi anak-anak belajar dan malam harinya saya kembali tugas. Saya bukan lihat kuantitas pertemuannya  tapi kualitas dari pertemuan itu,” kata  Juliani yang pernah menjadi atlet voli Pra-PON Sumut pada 1992 hingga 1994 itu

Ia juga mengaku sangat beruntung mendapat seorang suami yang memahami dan mendukung tugasnya  sebagai seorang Polwan.

Sehingga di antara mereka ada saling memahami dan saling pengertian. Sedangkan pada saat saya tugas tentunya saya berlaku sebagai polwan,” katanya.

Juliani yang memiliki anggota 95 polisi laki-laki (polka) dan 3 personil Bintara polwan ini menjelaskan,  dalam mengemban amanah sebagai Kapolsek dia harus benar-benar  menunjukkan profesionalismenya  dalam bertugas. Karena ia  harus mengomandoi anggotanya yang mayoritas laki-laki.

“Terkadang saya harus menjadi seorang laki-laki ketika memimpin setiap operasional. Pendekatan emosional saya lakukan agar anggota di Polsekta ini tidak merasa dikomandoi oleh seorang perempuan,” ujar Juliani

Sementara mengenai  pengalaman yang berkesan baginya dalam bertugas  yaitu saat melakukan penggerebekan di kawasan Jalan Gaharu Medan. Saat menangkap tersangkanya di salah satu rumah, pihaknya mencoba meminta kepada masyarakat agar bekerjasama. Tapi lemparan batu masih terus terjadi. Ia terus berupaya agar anggotanya bisa keluar dalam keadaan selamat.

Di ulang tahun ke-66 Polwan  ini, Juliani  mengharapkan Polwan di Indonesia  terus memperlihatkan profesionalismenya dalam berkarir. Polwan semakin banyak dipercaya menjabat jabatan-jabatan strategis di jajaran kepolisian.

“Selamat HUT Polwan, di usianya yang  ke 66, polwan semakin maju dan profesional dalam tugasnya, katanya berpesan. (Rickson Pardosi/ r)
T#gs KapolsekMedanTimur
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments