Senin, 16 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kapolda Metro Siapkan 12 Ribu Personel Amankan Sidang Sengketa Pemilu di MK

Kapolda Metro Siapkan 12 Ribu Personel Amankan Sidang Sengketa Pemilu di MK

admin Rabu, 12 Juni 2019 09:50 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (kiri) dan Ketua MK Anwar Usman (tengah)
Jakarta (SIB) -Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menyambangi Mahkamah Konstitusi untuk berkoordinasi terkait pengamanan gedung MK menjelang sidang gugatan sengketa Pemilu pada 14 Juni. Polda Metro Jaya menyiapkan 12 ribu personel di kawasan MK untuk mengamankan sidang dan akan menutup sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi.

"Jadi ini hanya meninjau persiapan pengamanan," kata Ketua MK Anwar Usman di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).

Adapun yang hadir dalam peninjauan itu di antaranya Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf, serta Sekjen MK Guntur Hamzah.

Sementara itu, Gatot mengatakan akan menyiapkan 12 ribu personel gabungan yang mengamankan gedung MK. Untuk pengamanan di tempat-tempat kerawanan, total personel gabungan mencapai 47 ribu.

"Untuk di MK saja ada 12 ribu personel. Pada tempat-tempat kerawanan yang lain tetapi kita tambah keamanan. Keseluruhan itu berjumlah lebih-kurang 47 ribu yang kita siapkan. Itu dengan polres-polres yang ada, kemudian juga kodim-kodim yang ada," ujarnya.

Selain itu, akan ada beberapa ruas jalan yang ditutup di sekitar MK. Salah satu ruas jalan yang ditutup adalah Jl Medan Merdeka Barat hingga depan Museum Gajah.

"Memang ada beberapa ruas jalan kita lakukan penutupan seperti di Jalan Merdeka Barat, seperti di Merdeka Barat, Utara, Harmoni, itu kita lakukan penutupan jalan supaya memberikan rasa aman dan nyaman, juga yang melakukan persidangan, baik termohon, pemohon, ketua, dan masyarakat itu kita antisipasilah," ujarnya.

Ia menyebut massa pendukung tidak bisa memasuki ruangan sidang. Nantinya hanya pihak tertentu dari tiap pihak yang dapat memasuki ruangan sidang.

"Yang masuk kan difasilitasi MK, nanti mereka datang dikasih name card, itulah yang masuk dalam persidangan," ujarnya. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments