Kamis, 06 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Kapolda Bilang Reuni 212 Dihadiri 10 Ribu Orang, PA 212: Tak Jadi Patokan

Kapolda Bilang Reuni 212 Dihadiri 10 Ribu Orang, PA 212: Tak Jadi Patokan

* Polisi: Pengamanan Harus Humanis, Dilarang Pakai Senjata Api
redaksi Senin, 02 Desember 2019 09:52 WIB
news.detik.com
Haikal Hassan
Jakarta (SIB)
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono memperkirakan jumlah massa yang akan menghadiri Reuni 212 mencapai 10 ribu orang. Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta semua perkiraan terkait jumlah massa tak jadi patokan.

"Artinya gini semua kabar soal jumlah, soal berapa dugaan sebagainya, jangan jadi patokan, karena akan jadi blunder ketika lebih atau kurang, baiknya kita fokus ke tujuan utama, yaitu kali ini kita berharap semua elemen bersatu, kebersamaan, persatuan, memahami kebhinnekaan itu lebih indah," kata jubir PA 212, Haikal Hassan, kepada wartawan, Sabtu (30/11).

Haikal ingin semua pihak fokus kepada tujuan utama Reuni 212. Menurut dia, Reuni 212 kali ini merupakan acara yang super damai.
"Karena kita ingin 212 ini adalah 212 yang super damai, nggak usah ada lagi saling nyinyir, nggak usah lagi, sama-sama kita membangun Indonesia yang lebih baik, itulah pesan utama yang kita pegang," ujar dia.

"Bersatulah padulah, 212 menjadi ajang pemersatu karena bahkan nonmuslim selama ini kan tidak terganggu, bahkan datang saat pesta pernikahannya pun nggak tergganggu, jadi ambillah sisi positifnya nggak usah saling nyinyir melulu, apakah nggak cape menebarkan fitnah, melebarkan jurang pemisah antara kita, mari kita bersatu padu, kuat lagi, dalam memahami kebhinnekaan kita," sambung dia.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono memastikan pengamanan Reuni 212 tidak ada yang spesial.

"Saya sudah mengatakan bahwa ini kegiatan keagamaan, dan kita sudah berkoordinasi dengan panitianya, mereka tidak melaksanakan lain selain kegiatan keagamaan," kata Gatot di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11).

Harus Humanis
Sementara itu, Polda Metro Jaya menggelar apel pengamanan Reuni 212 dan menyerukan pengamanan humanis terhadap kegiatan tersebut.

"Yang harus teman-teman harus paham bahwa ini kegiatan keagamaan, kegiatan kemasyarakatan. Tidak ada yang boleh menggunakan senjata tajam, senjata api. Semuanya harus dilaksanakan dengan humanis," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat dalam apel pengamanan di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (1/12).

Dalam apel ini, hadir personel gabungan polisi dan anggota TNI sebanyak 993 orang. Namun personel gabungan yang bakal mengamankan Reuni 212 berjumlah 9.023 personel. Mereka juga diinstruksikan untuk membantu peserta aksi supaya tidak tersesat.

"Rekan-rekan harus bisa menjadi pengarah arah bagi masyarakat yang datang karena banyak yang datang dari daerah. Mereka tidak tahu, jadi tolong diarahkan," kata Wahyu.

Dia juga berpesan agar semua personel menjaga kondisi fisik. Soalnya, kegiatan Reuni 212 bakal dimulai pada dini hari. Selain itu, kawasan aksi juga perlu tetap terjaga dari kerusakan.

"Saya juga perlu ingatkan bahwa kegiatan ini akan dimulai pukul 02.00 WIB dini hari sampai 08.00 WIB pagi, untuk itu perlu menjaga stamina, diatur waktunya. Kapan istirahat, kapan berdiri. Jaga kebersihan dan kerapian selama bertugas," kata dia. (detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments