Selasa, 19 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kampanye di Sumenep, Ma'ruf Tegaskan Jokowi Cinta Ulama

Kampanye di Sumenep, Ma'ruf Tegaskan Jokowi Cinta Ulama

* Dihadang Pendukung Prabowo, Batal Ziarah ke Pamekasan
admin Selasa, 02 April 2019 10:10 WIB
timesbanyuwangi
Sumenep (SIB) -Cawapres Ma'ruf Amin berkampanye di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ma'ruf kembali menegaskan bahwa Joko Widodo (Jokowi) memilihnya sebagai cawapres adalah salah satu contoh Jokowi mencintai ulama.

Kampanye itu digelar di lapangan Ahmad Yani, Sumenep, Madura, Jatim, Senin (1/4). Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumenep KH Imam Hasyim, Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim, hingga Wakil Nupati Sumenep Achmad Fauzi hadir.

"Pak Jokowi bisa milih politisi, TNI, pengusaha, praktisi, tapi Pak Jokowi milih saya karena beliau mencintai ulama. Kalau ada bilang Pak Jokowi benci ulama, itu salah. Kok ente nggak paham? Kapan pahamnya?" ujar Ma'ruf.

Ma'ruf juga bercerita selama ini ulama dimanfaatkan untuk pendulang suara pada pemilihan kepala daerah. Ia juga mengibaratkan ulama seperti mobil mogok.

"Kayak dorong mobil mogok. Kalau sudah jalan, wassalam. Kiai itu kayak daun salam. Kalau mau masak cari daun salam atau tidak? Kalau sudah masak pertama dibuang adalah daun salam. Tapi Pak Jokowi tidak, dia mengandeng ulama jadi wakil presidennya," lanjut Ma'ruf.

Di hadapan warga Sumenep, Ma'ruf mengaku memiliki darah Madura. Sehingga, Ma'ruf mengajak semua warga Madura memilih Jokowi-Ma'ruf Amin tanggal 17 April nanti.

"Anda semua adalah saudara saya, karena ternyata saya juga punya darah Madura. Mau dukung saya? Janji? Yakin? Pasti?
Pasti insya Allah Madura menang. Sumenep menang, karena semuanya mau mendukung. Masa saudaranya tidak mendukung. Masa dukung orang lain," ujarnya.

Dikatakan Ma'ruf, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah pasangan yang sempurna. Sehingga ia mengajak warga Sumenep memilih dirinya dan Jokowi.

"Kenapa 01 harus menang? karena ini pimpinan nasional yang mencerminkan umara dan ulamanya. Betul? Makanya kata kiai pilih yang ada ulamanya. Setuju? Karena itu saya mau jadi wapres karena mencerminkan ada ulamanya," lanjutnya.

"Hari ini tanggal berapa? tanggal satu. Kita janji mau nusuk nomor satu. Nanti tanggal 17 April, betul," ajak Ma'ruf.

ISU DILARIKAN KE RS
Sementara itu, Ma'ruf Amin menepis isu dirinya sakit dan dilarikan ke rumah sakit.

"Kita mau kampanye, tapi sebelumnya ziarah dulu ke makam kerjaan Sumenep. Ini kan pendahulu-pendahulu kita jadi saya ambil berkahnya," ujar Ma'ruf di makam raja-raja Sumenep.

Pantauan di lokasi, Ma'ruf Amin ditemani sang istri Nyai Wury Estu Handayani berjalan menaiki tangga makam. Sekitar sepuluh menit berdoa, Ma'ruf menyempatkan menjawab beberapa pertanyaan dari wartawan. Ia juga menampik isu bahwa dirinya sedang sakit.

"Ha-ha-ha, hoax itu. Kok hoax yang mirip-mirip. Orang saya ke Sumenep, saya katanya masuk rumah sakit, kan jadi aneh gitu. Hoaxnya itu aneh banget. Orang ada di Sumenep, perjalanan berapa jam, 4 jam," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf mengakui kerap kali diserang berita bohong yang menyudutkan dirinya. Salah satu di antara berita dia sedang sakit.
"Katanya saya masuk rumah sakit, sudah beberapa kali itu isu rumah sakit," lanjutnya.

Usai berdoa di makam raja-raja Sumenep, Ma'ruf mangaku dalam kondisi prima. Ia mengatakan selalu sehat selama kunjungan beberapa bulan terakhir.

"Sehat sekali saya. Mudah-mudahan sehat terus. Saya sudah berapa bulan saya berkeliling. Insya Allah, Allah kasih saya sehat terus," ujar Ma'ruf.

Sebelumnya sempat beredar isu Ma'ruf Amin dilarikan ke rumah sakit. Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Irfan Wahid atau Ipang Wahid langsung membantah isu tersebut melalui akun twitter-nya. "Saya pastikan itu hoax," tulis Ipang.

Dihadang Pendukung Prabowo
Di bagian lain, Cawapres Ma'ruf Amin sempat dihadang oleh warga di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Warga meneriakkan nama Prabowo Subianto. Akhirnya, agenda Ma'ruf di situ batal.

Pantauan, Senin (1/4), iring-iringan mobil rombongan Ma'ruf tiba-tiba terhambat saat melintas di daerah Jembringin, Pamekasan, sekitar pukul 17.30 WIB. Warga berdiri di sisi kiri dan kanan jalan.

"Prabowo! Prabowo! Prabowo! Prabowo!" teriak massa yang mengenakan kaos berwajah Prabowo-Sandi ke arah rombongan Ma'ruf seraya menunjukan salam dua jari khas Prabowo-Sandi.

Peristiwa itu terjadi saat Ma'ruf Amin hendak menghadiri haul, sekaligus berziarah ke Makam Kiai Suhro. Namun sebelum sampai lokasi haul mobil tertahan. Tak lama kemudian azan Mahgrib berkumandang diiringi dengan suara massa meneriakkan nama Prabowo.

Tampak warga yang mengenakan pakaian koko dan berpeci berbaris di pinggir jalan. Ada juga menaiki kendaraan roda dua. Warga terus meneriakkan nama Prabowo.

Sementara, ketika mobil rombongan perlahan berjalan, tampak massa berdiri di pinggir jalan sambil membentangkan poster berwajah Prabowo-Sandi. Ketika rombongan Ma'ruf Amin akan tiba di dekat lokasi haul, banyak masyarakat yang mengelilingi rombongan sambil terus meneriakkan nama Prabowo.

Puluhan aparat kepolisian membuat formasi untuk memagari massa pendukung Prabowo-Sandi dengan rombongan Ma'ruf. Hingga akhirya, Ma'ruf sempat memasuki salah satu rumah panitia haul.

Namun tak lama kemudian rombongan meninggalkan lokasi tersebut. Agar tidak terjadi bentrok, terpaksa Ma'ruf mengurungkan niatnya untuk mengunjungi Kiai Suhro.

Ma'ruf Amin kembali bertolak ke Surabaya untuk beristirahat sebelum besok melanjutkan perjalanan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk menghadiri sejumlah agenda. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments