Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kampanye Akbar PDIP di Dairi Paparkan Visi-Misi Partai dan Caleg

Dihadiri Ribuan Simpatisan

Kampanye Akbar PDIP di Dairi Paparkan Visi-Misi Partai dan Caleg

Ganjar Pranowo : PDIP Tetap Jaga Pluralisme, Junimart Girsang : Masyarakat Tak Perlu Dihukum, Tapi Hukum Harus Dimasyarkatkan
Kamis, 27 Maret 2014 12:04 WIB
SIB/Edison Parulian Manalu
Caleg DPR RI Dapil Sumut III nomor Urut 4 Junimart Girsang SH MH, Jurkam Nasional Ganjar Pranowo, Ketua DPD PDIP Sumut, Panda Nababan dan Wakil Ketua DPC PDIP Dairi Drs Pasion Sihombing saat pelaksanaan kampanye akbar PDIP di Gedung Nasional, Jalan Sising
Sidikalang (SIB)- Usai melaksanakan upacara nasional, kampanye akbar PDI Perjuangan yang dipusatkan di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang, Rabu (26/3/2014) memaparkan visi-misi partai dan Caleg serta sosialisasi strategi pemenangan partai hingga Presiden RI pada Pilpres 2014 mendatang.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dairi Ir Benpa H Nababan, menyampaikan dua hal kepada pengurus DPP. “Kami sangat mengharapkan campur tangan Pak Ganjar Pranowo tentang CPNS Kategoi 1 di Dairi. Selain itu, karena Dairi 90% adalah petani, kami mau meminta perhatian Pak Jokowi nantinya setelah Presiden memberikan perhatian pertanian Dairi,” pintanya.

Caleg DPRD Dairi PDI Perjuangan, nomor urut 5 Dapil 1 (Kecamatan Sidikalang, Parbuluan, Siempat Nempu dan Sitinjo) Viksen Tumanggor yang didaulat Ketua DPD PDI Perjuangan, Panda Nababan menyampaikan orasi menyebutkan, supaya warga Dairi dengan kesadaran sendiri untuk memberikan hak pilihnya dalam Pemilu mendatang.

“Sarung, pupuk dan pemberian lainnya tidak akan menjamin kesejahteraan masyarakat lima tahun ke depan. Untuk itu, marilah kita menentukan pilihan kita dengan hati bukan karena iming-iming apapun,” ujar Viksen.

Tidak boleh terima raskin
Caleg DPR RI Dapil Sumatera Utara III nomor urut 4 Dr Junimart Girsang SH MH dalam orasinya lebih menekankan persamaan hak dan kedudukan warga di mata hukum. Menurutnya, masyarakat tidak perlu dihukum, tapi hukumlah yang harus dimasyarakatkan.

Menurut Junimart, warga petani yang menanam padi tidak perlu mendapat beras miskin (Raskin) dari pemerintah. “Masyarakat Dairi tidak boleh menjadi pengemis. Saya  sebagai putra Dairi, bersama-sama kita semua, harus merubah pola fikir. Kalau kita sudah berubah, kita tentu bisa berbuat dan kita bisa berbuah,” ujarnya.

Junimart juga mengakui kebanggaannya sebagai putra Dairi. Namun dia mengaku kecewa dengan pembiaran warga Dairi ketika penerangan listrik padam dengan berkepanjangan. Dia meminta supaya warga melakukan penolakan melalui gugatan ke pengadilan, bukan untuk dibiarkan.

“Masyarakat tidak perlu diam akan segala persoalan hukum yang ada. PLN yang dengan sesuka hati memadamkan listrik, silakan gugat secara hukum dan akan saya dampingi. Inilah saatnya kita semua bersuara dengan ketidakadilan yang kita alami. Harus kita jadikan hukum sebagai panglima di Dairi,” sebut Junimart.

Ditambahkan Junimart Girsang, pembukaan rumah bantuan hukum yang ada di Siantar dan Sidikalang, akan membuka cakrawala berfikir warga Dairi, khususnya dalam penegakan supremasi hukum. Disampaikannya, rumah bantuan hukum yang berada di Jalan Nasional  Sidikalang-Medan, Sitinjo tersebut terbuka untuk seluruh warga Dairi yang membutuhkan pertolongan tentang hukum.

“Saya bersukacita dengan menolong tahanan politik yang saat ini sudah dapat bersatu dengan keluarganya. Kalau ada yang mengatakan Caleg masih beracara, tidak apa-apa, namun semua itu diatur dalam undang-undang. Rumah bantuan hukum yang sudah diresmikan itu, bukan milik partai, tapi milik seluruh warga Dairi,” ujarnya disambut tepuk tangan ribuan simpatisan.

Apalagi Hal Yang Disampaikan Fungsionaris PDIP di Dairi?

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 27 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments