Rabu, 23 Jan 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kalangan Pengemudi Bertanya-tanya Soal Penutupan Gerbang Tol Tebingtinggi

Kalangan Pengemudi Bertanya-tanya Soal Penutupan Gerbang Tol Tebingtinggi

* PT JMKT: Masih Proses Uji Sertifikasi Laik Fungsi
admin Kamis, 10 Januari 2019 10:30 WIB
SIB/INT

Ilustrasi

Sergai (SIB)-Kalangan pengendara bermotor khususnya mobil pribadi dan angkutan umum mengaku heran dan bertanya-tanya soal penutupan kembali gerbang tol (GT) Tebingtinggi (seksi 7), yang berada di kawasan Desa Payabagas,

Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai). Padahal, saat liburan Natal dan Tahun Baru (24/12-2/1), gerbang tol tersebut sempat berfungsi untuk kelancaran arus mudik.

"Saya heran, mengapa gerbang tol Tebingtinggi malah tidak difungsikan pasca libur Natal dan Tahun Baru 2019. Pihak pengelola tol harus segera membukanya, karena akses bebas hambatan itu sangat diperlukan masyarakat luas (pengguna jalan) untuk kelancaran lalulintas," ujar pengemudi mobil pribadi bernama R Sihombing saat diwawancarai SIB, Rabu (9/1) di dekat GT Tebingtinggi.

Lebih lanjut Sihombing mengatakan bahwa tidak berfungsinya GT Tebingtinggi dikhawatirkan menghambat mobilitas masyarakat dalam menunjang aktivitasnya masing-masing.

"Oleh sebabnya, pintu tol Tebingtinggi harus segera dibuka kembali oleh pihak pengelola (PT Jasamarga Kualanamu Tol), karena itu sangat membantu kelancaran masyarakat (pengemudi-red) dalam berkendara," harapnya.

Hal senada diutarakan pengemudi lainnya, B Sembiring. Ia pun berpendapat, selain memberi kelancaran bagi pengendara roda empat atau lebih, berfungsinya GT Tebingtinggi juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pintu tol.

Macet 10 Km
Sementara itu, arus lalulintas di sepanjang jalan lintas Sumatera (Jalinsum) terutama dari Desa Seibamban Serdangbedagai (Sergai) hingga Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi mengalami macet total. Kemacetan itu, menurut sejumlah pengendara disebabkan jalan tol Tebingtinggi-Medan tidak difungsikan.

Pantauan SIB di lokasi, Rabu (9/1) sekira pukul 16.00 WIB, kemacetan terjadi hampir 10 Km. Petugas kepolisian dari dua daerah yakni, Tebingtinggi dan Sergai tampak berjaga-jaga guna mengatur arus lalulintas. Kendaran juga tampak berdesakan untuk menyalib kendaraan di depannya.

Suwanto (21), pengemudi truk kepada SIB mengaku kecewa atas sikap pengelola tol yang terkesan kecewa atas pemberitaan selama ini di media massa bahwa Tol Tebingtinggi-Medan akan difungsikan mulai 24 Desember lalu.

"Setidaknya, jika tol terus dibuka diharap bisa mengurai arus lalulintas sehingga tidak terjadi kemacetan. Namun anehnya, tol hanya difungsikan selama perayaan Natal dan Tahun Baru saja. Sementara, penggunaan tol itu sangat dibutuhkan," ujar supir yang hendak mengantar barang tujuan Jakarta itu.

Hal serupa disampaikan pengemudi minibus tujuan Sibolga bernama J Harahap (39). Dia mengaku, jika sudah mulai memasuki sore hari, kawasan tersebut akan macet total. "Seharusnya, jika tol tidak difungsikan begini, petugas yang berfungsi untuk mengurai kemacetan ditambah. Kami, para pengendara banyak yang belum tahu bahwa tol Tebingtinggi-Medan ditutup. Setahu kami, Tol sudah berfungsi," akunya.

Sementara, Direktur Teknik dan Operasi PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) Agus Choliq saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya menyatakan penutupan kembali ruas jalan tol itu dikarenakan masih dalam proses sertifikasi uji laik fungsi dari Kementerian PUPR.

"Nanti akan beroperasi penuh setelah terbitnya Sertifikat Uji Laik Fungsi dan penetapan tarif dari Kementerian PUPR. Tanggal 24 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019 lalu hanya sebatas uji coba fungsional saja," ungkapnya. (C11/MRF/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments