Selasa, 07 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Headlines
  • Kadus, Istri dan Tiga Anaknya Terdaftar Penerima BST di Labusel

Kadus, Istri dan Tiga Anaknya Terdaftar Penerima BST di Labusel

redaksisib Rabu, 20 Mei 2020 09:47 WIB
solopos

Ilustrasi

Kampungrakyat (SIB)
Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dikucurkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial terhadap warga miskin terdampak Covid-19 di Kecamatan Kampungrakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) menuai sejumlah permasalahan.

Pasalnya, seorang kepala dusun di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Kampungrakyat, masuk dalam daftar penerima BST.

Parahnya, bukan hanya oknum kepala dusun tersebut saja, bahkan istri dan tiga anaknya pun terdaftar sebagai penerima.

Kondisi itu membuat warga setempat menaruh keberatan dan kecewa, hingga permasalahan tersebut menjadi sorotan. Apa lagi, anak yang bersangkutan pun masih kecil.

Kepala Desa Tanjung Selamat Kecamatan Kampungrakyat Kabupaten Labusel, Kiki yang dikonfirmasi membenarkan informasi itu. Menurutnya, oknum tersebut adalah Kepala Dusun Aek Kalubi bernama Zikri Lubis.

"Memang benar ada salah satu kepala dusun kita yang masuk daftar penerima BST. Selain beliau istri dan anaknya juga," katanya.
Disebutkan, secara ekonomi memang yang bersangkutan bisa saja menerima, tapi karena statusnya kepala dusun, sehingga menjadi sorotan. Namun kata dia, kepala dusun tersebut berniat mengalihkan BST itu kepada warga yang lebih layak menerima.

"Karena mau dikembalikan juga nggak tahu kemana. BST nya juga belum diambil, masih di Kantor Pos. Rencananya mau diserahkan kepada warga yang layak menerima," katanya.

Sementara itu Zikri Lubis Kepala Dusun Aek Kalubi, yang dikonfirmasi mengakui perihal masuknya ia dan keluarganya sebagai penerima BST sebesar Rp600 ribu/bulan tersebut. Dia juga heran dan tidak mengetahui mengapa masuk dalam daftar.

Apa lagi, Zikri mengaku tidak pernah mendaftarkan diri atau memasukkan dalam data serta tidak mengetahui tahun berapa pendataan dilakukan. Selain dirinya, nama lain yang terdaftar sebagai penerima di dusun yang dipimpinnya itu pun bermasalah.

"Pada tahap pertama kemarin ada tiga orang yang masuk daftar di dusun saya, kemudian tahap kedua bertambah 12 orang lagi.
Saya dan keluarga masuk dalam data yang kedua. Selain saya, penerima lainnya di dusun saya pun ada permasalahan, di antaranya satu orang ada yang sudah meninggal dua tahun lalu, masih terdaftar atas nama Karni. Selain itu ada juga penerima yang ganda atas nama Sumini," katanya.

Zikri mengaku tidak tahu mau berbuat apa atas BST tersebut. Menurutnya, hingga kini bantuan tersebut masih belum dicairkan dari Kantor Pos.

"Saya rencana mau ambil dan berikan kepada warga berhak, namun belum tahu apakah bisa atau tidak," katanya. (L06/p)
T#gs BSTKampungrakyatLabuselpenerima
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments