Selasa, 17 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Kader Golkar Minta Dewan Pembina Turun Tangan Selesaikan Masalah di DPP

Kader Golkar Minta Dewan Pembina Turun Tangan Selesaikan Masalah di DPP

* Pelat Sepeda Motor Pelempar Molotov di Kantor Golkar Tak Terekam CCTV
admin Sabtu, 24 Agustus 2019 10:35 WIB
Fungsionaris Partai Golkar Junaidi Elvis
Jakarta (SIB) -Fungsionaris Partai Golkar Junaidi Elvis meminta Dewan Pembina DPP Partai Golkar turun tangan menyelesaikan berbagai peristiwa yang terjadi di internal partai berlambang beringin itu. Junaidi menyinggung soal polemik yang melibatkan pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang ingin masuk ke kantor DPP Partai Golkar untuk menyampaikan aspirasi.

"Karena kecintaan pengurus dan anggota AMPG kepada Partai Golkar, kemarin malam mereka sampai menginap di pinggir jalan di depan kantor DPP Partai Golkar. Mereka sudah sangat sabar dan dengan itikad baik datang ke kantor DPP Partai Golkar untuk menyampaikan aspirasi. Namun dijegal dan tidak diterima masuk. Ini sungguh memilukan karena pengurus dan kader AMPG tak bisa datang dan pulang ke rumah sendiri," kata Junaidi kepada wartawan, Jumat (23/8).

Tak hanya itu, Elvis menilai ada pencemaran nama baik AMPG terkait dengan preman berseragam non-kader dan pengurus AMPG yang berjaga di kantor DPP Partai Golkar. Upaya tersebut menurutnya merupakan strategi adu domba.

"Ketum sepertinya berharap pengurus dan kader AMPG yang datang dengan baik-baik tersebut terpancing emosinya sehingga beradu jotos dengan preman berseragam AMPG yang mereka tempatkan di kantor DPP Partai Golkar. Cara seperti itu sangat memalukan. Pengurus dan kader AMPG sejati adalah kaum intelektual yang mengedepankan kecerdasan otak, hati, dan jiwa. Bukan sekumpulan preman," sebut dia.

"Padahal Ketua Umum DPP Partai Golkar bisa saja menerima langsung atau mendelegasikan kepada orang kepercayaannya untuk menerima aspirasi dari pengurus dan kader AMPG di dalam kantor DPP Partai Golkar. Toh, DPP juga rumah mereka juga.
Sayangnya Ketum malah melarang masuk tanpa ada alasan yang jelas," jelas Elvis.

Sebelumnya, sejumlah orang beratribut AMPG sebelumnya menyambangi kantor DPP Partai Golkar di kawasan Jakarta Barat, Kamis (22/8). Waketum AMPG Nofel Saleh yang merupakan anggota tim sukses Bamsoet yang telah menyatakan akan maju menjadi calon Ketum Golkar memimpin massa mendesak DPP menggelar pleno.

Golkar Jawab
Sementara itu, Partai Golkar menjawab desakan massa AMPG yang menuntut sang ketua umum, Airlangga Hartarto, segera menggelar rapat pleno. Ketua DPP Golkar Ace Hasan menyatakan partai akan menggelar rapat pleno setelah seluruh proses Pemilu 2019 selesai.

Ia menjelaskan, sebelum menggelar rapat pleno, ada mekanisme partai yang harus dilalui. Ace pun memastikan Golkar akan menggelar rapat pleno.

"Rapat pleno Partai Golkar itu pada saatnya pasti akan digelar untuk membahas agenda internal maupun eksternal setelah berbagai tahapan rapat dilalui dan penetapan hasil pileg sudah selesai dari KPU," kata Ace kepada wartawan, Kamis (22/8).

"Dalam mekanisme rapat internal Partai Golkar itu jelas ada tahapannya. Ada rapat bidang dan rapat kordinasi bidang. Setelah itu, baru kita rapat pleno Partai Golkar," sebutnya.

Selain itu, Ace menyebut KPU juga masih belum menetapkan para caleg DPR RI terpilih karena masih ada rekomendasi PSU dalam penetapan caleg DPR RI. Ace menyebut setelah urusan tersebut selesai, rapat pleno segera dilakukan pada saatnya.

"Jika tahapan dan penetapan caleg sudah diumumkan sudah selesai, pada saatnya pasti DPP Partai Golkar akan menggelar rapat pleno," imbuh Ace.

Tak Terekam CCTV
Sementara itu, polisi masih memburu para pelaku pelempar molotov di kantor DPP Golkar. Polisi kesulitan mengidentifikasi para pelaku karena pelaku mengenakan penutup wajah dan pelat nomor kendaraan pelaku tidak terekam kamera CCTV.

"Pelat nomorya pelaku itu nggak keliatan. Ada 2 motor nggak keliatan (pelat nomornya)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Jakarta.

Argo menyebut pelat nomor para pelaku itu tidak terekam kamera CCTV, sebab, pelat nomor kendaraan itu terhalang sinar lampu-lampu di sekitar lokasi. Meski begitu, saat ini polisi masih memburu para pelaku.

"Iya (pelat momor) terhalang silau lampu," tegasnya.

Selain itu, Argo menyebut para pelaku menggunakan penutup kepala dan masker di wajahnya. Hingga saat ini polisi belum mengetahui identitas para pelaku pelempar molotov itu.

"Wajahnya kan belum keliatan, masih kita dalami," kata Argo.

Diketahui pelemparan molotov itu terjadi pada Rabu (21/8) pukul 03.00 WIB. Saat itu kantor DPP Golkar yang terletak di Jalan Anggrek Neli Murni dalam keadaan terkunci rapat.

Pelaku berjumlah 4 orang yang berboncengan sepeda motor. Polisi telah menyita pecahan botol yang sempat dilempar pelaku di lokasi kejadian. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments