Minggu, 20 Sep 2020

* Jumlah Zona Merah Corona di RI Turun dari 70 Jadi 41 Daerah

Kabar Baik!

* Ribuan Dokter Siap Tangani Covid
Rabu, 16 September 2020 08:32 WIB
Foto Dok

Wiku Adisasmito

Jakarta (SIB)
Satgas Penanganan Covid-19 menyampaikan kabar baik. Laporan di pertengahan September ini, zona merah Corona turun dari yang sebelumnya ada 70 menjadi 41 daerah.

"Peta zonasi risiko per tanggal 13 September 2020. Kalau kita lihat sekarang zona dengan risiko tinggi sebelumnya ada 70 kabupaten/kota, dan sekarang turun menjadi 41 kabupaten/kota. Ini adalah kabar baik. Artinya di Indonesia jumlah zona merahnya turun dari 70 menjadi 41 kabupaten/kota," ujar Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito di Istana Kepresidenan yang disiarkan lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9).

Dengan menurunnya zona merah, maka terjadi penambahan pada zona oranye atau zona risiko sedang Corona. Dari yang sebelumnya 267, zona oranye Corona kini menjadi 293 kabupaten/kota.

"Ini adalah kontribusi dari zona merah dan juga zona lainnya yang lebih ringan masuk ke zona ini. Maka dari itu untuk daerah-daerah yang masuk zona oranye, mohon untuk betul-betul dapat memperhatikan agar pengendalian kasusnya dapat ditingkatkan terutama dari protokol kesehatan yang dijalankan oleh masyarakatnya, agar zonanya menjadi zona ringan atau risiko rendah atau akhirnya tidak ada kasus baru lagi," urai Wiku.

Dari laporan terbaru Satgas juga diketahui ada penambahan zona kuning Corona. Sebelumnya berjumlah 114, saat ini menjadi 129 kabupaten/kota.

"Kalau kita lihat zona hijau atau tidak terdampak. Sebelumnya kita punya 25 kabupaten/kota, dan sekarang tinggal 22 kabupaten/kota yang tidak ada kasusnya," sebut Wiku.

Pemerintah berharap agar 22 kabupaten/kota ini bisa menjaga daerahnya untuk tetap menjadi zona hijau atau tidak terdampak. Sementara itu zona hijau yang tidak ada kasus baru kini menurun, dari yang sebelumnya ada 38 kabupaten/kota, kini menjadi 29 daerah.

"Kami mohon untuk daerah-daerah dari 22 kabupaten/kota ini betul-betul dapat diperhatikan dengan cara protokol kesehatan dijalankan dengan ketat karena menjaga daerah ini tetap hijau adalah modal di dalam aktivitas sosial/ekonomi masyarakat," ucap Wiku.

Wiku pun memberi apresiasi kepada 34 kabupaten/kota yang berhasil menurunkan status dari zona merah ke zona oranye. Ia mendorong agar daerah-daerah ini semakin bisa meningkatkan prestasi dengan mengubah status zonanya semakin lebih aman lagi.
Kasus Baru

Sementara itu, pemerintah kembali mengumumkan data harian kasus virus corona di Indonesia. Kemarin, seluruh provinsi di Tanah Air melaporkan temuan kasus baru Corona.

Berdasarkan data yang didapat dari Humas Satgas Covid-19, terdapat 8 provinsi yang menemukan kasus baru Corona di bawah 10.

Provinsi yang melaporkan kasus baru Corona paling sedikit yakni Bangka Belitung dan Sulawesi Tengah masing-masing 1 kasus baru.

Kemarin pemerintah memeriksa 42.636 spesimen Corona. Berdasarkan pemeriksaan spesimen itu, didapatkan tambahan kasus konfirmasi Corona sebanyak 3.507, sehingga totalnya menjadi 225.030 kasus.

Kemudian pemerintah juga melaporkan tambahan sembuh Corona sebanyak 2.669 orang, sehingga totalnya sudah ada 161.065 pasien yang sembuh dari Corona.

Selanjutnya, pasien yang meninggal karena Corona juga bertambah sebanyak 124 orang, sehingga total pasien meninggal di Indonesia mencapai 8.965 orang.

Pemerintah juga mencatat penambahan kasus Corona di setiap daerah. Ada 9 provinsi yang kenaikan kasus Corona-nya di bawah 10. Berikut datanya: Bangka Belitung: 1 kasus, Bengkulu: 9 kasus, Kalimantan Barat: 4 kasus, Kalimantan Utara: 5 kasus, Kepulauan Riau: 8 kasus, Sulawesi Utara: 6 kasus, Sulawesi Tengah: 1 kasus dan Sulawesi Barat: 4 kasus.

Tangani COVID
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut ada belasan ribu relawan tenaga kesehatan yang siap membantu penanganan Covid-19 jika dibutuhkan. Lebih detail, Terawan mengungkap jumlah dokter yang siap disebar untuk penanganan Covid-19.

"Seperti yang diketahui, total relawan tenaga kesehatan Nusantara Sehat dan internship yang sudah ditempatkan ada sebanyak 16.286 orang tersebar di rumah sakit Covid-19 dan laboratorium sarana kesehatan untuk melayani terkait Covid-19," kata Terawan seperti dilihat pada YouTube Setpres, Selasa.

Selain itu, ada 3.500 dokter internship yang siap diterjunkan untuk penanganan Covid-19. Ada 800-an tenaga kesehatan, termasuk dokter, yang juga siap ditempatkan.

Merujuk pada situs Kementerian Kesehatan, internship adalah pemahiran dan pemandirian dokter baru lulus pendidikan untuk penyelarasan hasil pendidikan dengan kondisi di lapangan. Untuk kepentingan para dokter agar sudah siap dan mahir kelak ketika praktik mandiri.

"Dan masih ada 3.500 dokter internship, masih ada 800 tenaga Nusantara Sehat, dan di samping itu ada tenaga relawan 685, di sini termasuk di dalamnya ada dokter spesialis paru, anestesi, penyakit dalam, dan juga tenaga kesehatan lain, seperti perawat, dokter umum, dan sebagainya, yang siap di-deploy-kan, siap untuk membantu bila ada penambahan tenaga yang dibutuhkan," ucap Terawan.

Terawan meminta semua pihak patuh pada protokol kesehatan. Ini penting demi menekan angka penyebaran Covid-19.
Ingatkan

Terawan juga mengingatkan semua orang bisa terpapar virus corona, termasuk para tenaga kesehatan. Terawan mengatakan saat ini banyak tenaga kesehatan yang meninggal dunia saat menangani Covid-19.

"Semua orang dapat terpapar Covid-19 termasuk tenaga kesehatan tenaga medis dan paramedis yang berada di garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, saat ini masih banyak sekali teman, rekan-rekan sejawat tenaga kesehatan yang sakit ataupun meninggal karena terpapar dan tertular pada saat melakukan penanganan Covid-19," kata Terawan dalam acara Doa Perawat untuk Negeri yang disiarkan akun YouTube BNPB, Selasa.

Terawan mengatakan tenaga kesehatan mempunyai risiko tinggi saat bertugas dalam menangani pasien Covid-19. Karena itu, dia meminta semua pihak menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

"Kunci utama dalam pencegahan penularan Covid-19 adalah dengan disiplin, disiplin, dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Setiap tindakan mulai dari penjemputan pasien, penerimaan di UGD, pelaksanaan tindakan atau perawatan sampai dengan pelepasan pasien harus selalu mempraktikkan protokol kesehatan juga setelah selesai melakukan pemeriksaan atau tindakan seperti saat berkumpul dengan para sejawat atau saat beristirahat atau makan harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan," ujar Terawan.

Terawan menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya para perawat. Dia juga menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian penuh terhadap para perawat yang melayani pasien Covid-19.

"Saya mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perawat yang telah bekerja keras dengan dedikasi tinggi dalam penanganan wabah Covid-19 ini," ujar dia.

30 Juta Dosis Vaksin
Pemerintah menyebutkan 30 juta dosis vaksin Covid-19 akan diterima Indonesia pada kuartal IV tahun ini. Dengan begitu, kuartal I tahun depan diharapkan sudah mulai dapat dilakukan vaksinasi.

"Sehingga di kuartal I (2021) kita bisa melakukan vaksinasi subjek kepada keberhasilan dalam pengetesan clinical trial,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), menyatakan pemerintah menargetkan agar Indonesia mendapat akses antara 250 juta hingga 300 juta dosis vaksin hingga tahun depan.

“Pemerintah sudah melakukan uji klinis vaksin bukan hanya di Indonesia tapi juga di Cina, Brazil, Bangladesh, dan Turki. Ini diharapkan selesai pada Desember (2020),” ujarnya.

Lebih jauh Airlangga yakin target itu akan dicapai melalui 10 sumber. Kesepuluh sumber itu adalah Sinovac, G-42/Wuhan Institute Biological Products/Sinopharm, Astra Zaneca, GAVI/CEPI, dan CanSino Biological Inc./Beijing Institute Technology. “Harga vaksin dari GAVI/CEPI diperkirakan akan lebih rendah sekitar US$ 3 sampai US$ 5 sedangkan Sinovac antara US$ 10 sampai US$ 20,” ucapnya.

Kemudian juga dari BioNTech /Fosun Pharma/Pfizer, Modena/NIAID (National Institute of Allergy and Infrctious Diseases, Acturus Therapeutics/Duke-NUS, Genexine Korea, dan Vaksin Merah Putih. “Pengembangan vaksin kita sendiri yaitu Vaksin Merah Putih ini diharapkan masuk dalam fase ketiga di pertengahan atau kuartal III 2021,” katanya.

Nantinya, kata Airlangga, pemberian vaksin kepada masyarakat akan berbeda-beda karena ada vaksin yang hanya butuh satu kali suntik dan ada yang dua kali suntik. “Ada yang satu kali dan dua kali. Sinovac tampaknya dua kali. Kemudian ada Sinopharm diperkirakan satu kali sehingga akan berbeda metode dan harganya," kata Airlangga. (detikcom/T/f)

T#gs Jumlah Zona Merah CoronaKabar BaikRibuan DokterSiap Tangani CovidTurun
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments