Senin, 20 Mei 2019

Banyak Petugas KPPS-Anggota Polri Meninggal

KPU Evaluasi Pemilu Serentak

admin Minggu, 21 April 2019 09:38 WIB
Arief Budiman
Jakarta (SIB) -Di sejumlah daerah, ada cukup banyak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hingga anggota Polri yang meninggal dunia saat bertugas menyukseskan Pemilu Serentak 2019. Penyebabnya beragam mulai dari sakit, kelelahan hingga kecelakaan saat mendistribusikan surat suara. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan evaluasi.

"Ya nanti kita evaluasi," kata Ketua KPU Arief Budiman saat diwawancarai wartawan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

"Memang pekerjaannya berat, memang pekerjaannya banyak, maka ya orang sangat mungkin kelelahan dalam menjalankan tugas," sambungnya.

Arief mengatakan, sejak awal menyusun anggaran, KPU sebenarnya mengupayakan agar petugas KPPS bisa mendapatkan asuransi. Namun menurutnya karena sejumlah hal, keinginan tersebut belum bisa terwujud. Meski demikian, pihaknya telah mengusulkan agar mereka yang meninggal saat bertugas mendapat santunan.

Arief menegaskan, pekerjaan para petugas KPPS memang sangat berat. Dia mengatakan, ke depan KPU akan mengevaluasi agar pelaksanaan Pemilu lebih baik.

"Kalau dibikin kerjanya seperti kerja normal kantoran masuk jam 08.00 pagi pulang jam 04.00 sore, bisa nggak selesai pemilunya. Memang kerja penyelenggara Pemilu itu kerjanya overtime, makanya ketika kami memilih itu, memang nyari orang-orang yang sehat fisiknya, sehat mentalnya. Karena sehat fisiknya saja juga berisiko kalau orang ditekan kanan kiri gampang down, nggak bisa," jelasnya.

Diketahui, di sejumlah daerah ada petugas KPPS yang meninggal saat melaksanakan tugas memastikan kelancaran pesta demokrasi ini. Di Jawa Barat sendiri, dilaporkan ada 12 orang yang meninggal. Sementara, sejauh ini ada 10 orang personel Polri yang meninggal saat mengawal proses Pemilu Serentak 2019.

10 Petugas KPPS di Jabar Meninggal
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rifqi Ali Mubarok mengungkapkan, ada sepuluh petugas KPPS yang meninggal dunia. Jumlah itu tersebar di lima daerah di Jabar.

Ia pun mengaku turut berduka serta berbelasungkawa atas kejadian ini. Diharapkan keluarga yang ditinggalkan bersabar dan tabah menghadapinya.

"(Penyebabnya) ada serangan jantung karena faktor kelelahan, ada juga meninggal setelah menerima laporan kekurangan surat suara ini mungkin stres, ada juga faktor kelelahan ini kami terima laporan ini mungkin juga jadi bahan evaluasi," ucapnya di Bandung, Jumat (19/4).

Dia berharap sistem Pemilu bisa berubah lebih baik dan tidak memakan durasi yang cukup lama. Diakui banyak petugas mengurus dokumen yang banyak menyita tenaga dan pikiran.

Ia berharap petugas KPPS di TPS yang akan menggelar pencoblosan lanjutan dan susulan tetap menjaga profesionalitas dan kesehatan.

"Atas nama KPU Jabar mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya, semoga almarhum mendapatkan balasan yang setimpal," terangnya.

10 Anggota Polri Meninggal
Sementara itu, Polri kehilangan 10 anggota terbaik selama pelaksanaan pengamanan Pemilu 2019. Para korban meninggal karena kelelahan hingga sakit saat menjalankan tugas negara.

"Terakhir di data kami ada 9 orang yang meninggal, kemudian ditambah 1 lagi meninggal hari ini yaitu Bapak Brigjen Syaiful Zachri," jelas Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (19/4).

Dedi mengatakan, para korban tersebut meninggal dalam bertugas. Ada yang meninggal saat menuju tempat pemungutan suara (TPS) hingga kelelahan karena mengawal kotak suara.

"Seperti salah satunya Aiptu M Saepudin Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi gugur karena kelelahan setelah mengawal kotak suara," sambungnya.

Selain itu, ada juga Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Syaiful Zachri yang meninggal di Labuan Bajo, NTT pada pukul 11.40 WITA. Mantan Kapolda Babel itu meninggal akibat serangan jantung saat menjalankan tugasnya sebagai ketua tim asistensi Operasi Mantap Brata untuk wilayah Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berikut daftar 10 anggota Polri yang meninggal dunia saat pengamanan Pemilu 2019:

1. Aiptu M Saepudin, Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi. Gugur karena kelelahan setelah mengawal kotak suara.

2.Aiptu M Supri, anggota Polresta Sidoarjo. Supri gugur saat melaksanakan pengamanan TPS 21 di Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

3. AKP Suratno, Panit Subdit II Ekonomi Ditintelkam Polda Kaltim. Suratno gugur dikarenakan sakit.

4. Brigadir Prima Leion Nurman Sasono, anggota Polsek Cerme, Polres Bondowoso. Prima gugur dalam kecelakaan menuju TPS.

5. Bripka Ichwanul Muslimin, personel Polres Lombok Tengah, Polda NTB. Gugur karena kecelakaan menuju salah satu Polsek untuk apel kesiapan pengamanan TPS.

6. Aipda Stef Pekualu, anggota Polres Kupang, NTT. Gugur saat pengamanan Pemilu 2019.

7. Brigadir Arif Mustaqim, anggota Brimob Cikarang, Polda Metro Jaya. Gugur saat pengamanan Pemilu 2019.

8. Brigadir Slamet Dardiri, anggota Polsek Tosari, Polres Pasuruan. Gugur dalam kecelakaan saat pengamanan Pemilu 2019.
9. Brigjen Syaiful Zahri, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri.

10. Aiptu Jonter Siringoringo, anggota Polres Dairi, gugur dalam tugas mengamankan TPS. (detikcom/Merdeka/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments