Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • KPK Geledah Ruangan Menag, Dokumen dan Uang Ratusan Juta Disita

KPK Geledah Ruangan Menag, Dokumen dan Uang Ratusan Juta Disita

* Menag Lukman Hakim akan Dipanggil
admin Selasa, 19 Maret 2019 09:20 WIB
SIB/Antaranews/Anom Prihantoro
MENTERI AGAMA: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) ditemui Senin (18/3) jelang memasuki ruang kerjanya di Gedung Kemenag, Lapangan Banteng, Jakarta, yang sebelumnya disegel Komisi Pemberantasan Korupsi akhir pekan lalu.
Jakarta (SIB)-KPK membuka peluang memanggil Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin terkait kasus dugaan suap terhadap eks Ketum PPP yang juga anggota DPR Romahurmuziy (Rommy). Namun KPK belum menjelaskan kapan Lukman akan dipanggil.

"Kemungkinan itu terbuka ya sepanjang dibutuhkan penyidik. Apalagi ada beberapa dokumen dan uang yang diamankan atau disita dari ruang Menteri Agama hari ini," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

KPK kemarin menggeledah ruangan Lukman dan menyita sejumlah dokumen serta uang senilai ratusan juta rupiah. Namun KPK belum menjelaskan detail uang tersebut terkait apa.

"Nanti detailnya tentu akan di-update lebih lanjut," ucap Febri.

Selain ruangan Lukman, KPK menggeledah ruangan Sekjen Kemenag dan Kepala Biro Kepegawaian Kemenag. Kantor DPP PPP juga digeledah KPK terkait kasus ini. Setelah penggeledahan, KPK memang biasanya akan memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan penggeledahan itu.

Rommy sebelumnya ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag pusat dan daerah. Total duit suap yang diduga diterima Rommy senilai Rp 300 juta.

Selain Rommy, KPK menetapkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin sebagai tersangka. KPK menyebut Muafaq diduga memberi duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) kepada Rommy, sedangkan Haris diduga memberikan duit Rp 250 juta kepada Rommy pada 6 Februari 2019.

KPK pun menduga Rommy bekerja sama dengan pihak dari Kemenag dalam melakukan tindakan ini. Alasannya, Rommy, yang duduk di Komisi XI DPR, tak punya kewenangan dalam proses pengisian jabatan di Kemenag.

"Diduga RMY (Romahurmuziy) bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantornya, Sabtu (16/3).

Sebelumnya, Lukman berkomentar mengenai penggeledahan ruangan kerjanya. Dia mendukung penuh KPK.

"Saya clear, bahkan saya mengajak seluruh ASN Kemenag untuk memberikan dukungan penuh kepada KPK, kepada seluruh aparat penegak hukum kita, dalam rangka mengungkap kasus ini sehingga ini bisa cepat tuntas dan lalu ke depan kita bisa menatap lebih baik lagi," ujar Menag Lukman di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3).

KPK Terima Banyak Laporan
Sementara itu, KPK mengaku mendapat banyak laporan soal dugaan anggota DPR yang juga eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) terkait dugaan pengaturan jabatan di kantor wilayah Kementerian Agama (Kemenag). Dugaan keterlibatan Rommy ini sedang didalami KPK.

"Itu yang sedang didalami oleh KPK dan laporannya sebenarnya banyak. Banyak, banyak yang lain, ada beberapa pelaporan, jadi laporan yang kami terima bukan hanya satu, banyak. Bukan cuma di Jawa Timur, di tempat lain juga. Soal jual beli jabatan," kata Laode M Syarif, Senin (18/3).

Tapi Syarif tak merinci laporan yang diterima KPK. Dia hanya menegaskan, KPK akan mengusut tuntas kasus dugaan suap jual beli jabatan yang terbongkar lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (15/3).

"Seperti biasa kita merespons laporan masyarakat bahwa di dalam pengisian jabatan-jabatan penting di Kemenag ada praktik seperti itu dan setelah diteliti khususnya yang ini benar adanya. Apakah juga terjadi di tempat lain itu yang sedang kita kembangkan," ujarnya.

"Ada laporan yang banyak menyebut," sambung Syarif saat ditanya apakah laporan itu menyebut dugaan keterlibatan Rommy. (detikcom/h)
T#gs Dokumen dan Uang Ratusan Juta DisitaKPK Geledah Ruangan Menag
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments