Minggu, 17 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Jokowi Ungkap Kriteria Calon Menteri: Eksekutor, Berani, Berintegritas

TKN Jokowi-Ma'ruf Resmi Bubar

Jokowi Ungkap Kriteria Calon Menteri: Eksekutor, Berani, Berintegritas

admin Sabtu, 27 Juli 2019 09:32 WIB
Ant/Akbar Nugroho Gumay
PEMBUBARAN TKN: Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo (kanan) memberikan keterangan usai pertemuan dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) di Jakarta, Jumat (26/7). Parpol koalisi pengusung pasangan Jokowi-Amin sepakat untuk membubarkan TKN.
Jakarta (SIB) -TKN Jokowi-Ma'ruf Amin resmi dibubarkan. Pembubaran dilakukan langsung oleh Jokowi-Ma'ruf.

"Intinya tadi pembubaran TKN, evaluasi-evaluasi, intinya semuanya baik, semua baik," kata Jokowi seusai pertemuan dengan parpol koalisi di Restoran Seribu Rasa di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7).

Jokowi mengatakan, selain pembubaran, evaluasi-evaluasi terkait kinerja TKN selama ini dilakukan. Dia pun mengaku puas atas kinerja timsesnya di Pilpres 2019 itu.

"Manajemen bagus, pengaturan dari satu tempat ke tempat lain juga sangat rapi," ujarnya.

Tak lupa, Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada para pengurus dan anggota TKN. Mengingat, mereka telah berjuang keras selama Pilpres 2019.

"Ucapan terima kasih karena kerja pagi, siang, malam dari TKN. Hampir satu tahun kerja keras pagi, siang, malam bersama-sama secara gotong royong," pungkas Jokowi.

Kriteria Calon Menteri
Berbicara mengenai kriteria calon menteri untuk pemerintahan yang bakal dipimpin bersama Ma'ruf Amin. Jokowi ingin menteri yang berani.

"Eksekutor kuat, tahu manajemen, artinya manajerialnya baik, memiliki keberanian, dan lain-lain, masalah integritas dan lain-lain," ujar Jokowi.

Jokowi mengaku belum membahas kandidat calon menteri dari parpol koalisi. Namun Jokowi mengaku sudah meminta parpol koalisi menyetorkan CV para kader yang diusung menjadi calon menteri.

"Ya sudah diminta, tapi banyak yang belum ngasih," kata Jokowi berbicara soal CV kader yang didorong parpol koalisi untuk menjadi calon menteri.

PERISTIWA BIASA
Mengomentari pertemuan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan eks capres Prabowo Subianto, Jokowi menilai pertemuan tersebut merupakan peristiwa biasa karena keduanya memang bersahabat.

"Ya beliau kan sahabat baik, berhubungan baik sejak lama Pak Prabowo bertemu Bu Megawati. Ya biasa," kata Jokowi .

Tak hanya soal pertemuan Megawati dan Prabowo, Jokowi juga menanggapi pertemuan Ketum NasDem Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pak Paloh ketemu Pak Anies ya biasa," jelasnya.

Seperti diketahui, pertemuan Megawati dan Prabowo digelar pada Jumat (24/7). Pertemuan tersebut digelar di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Pertemuan Surya Paloh dan Anies juga digelar pada hari yang sama. Keduanya bertemu di kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Foto Bareng Relawan
Sebelum meninggalkan Restoran Seribu Rasa, Jokowi menyempatkan diri berfoto dengan para relawan.

Pantauan wartawan, Jokowi keluar dari Restoran Seribu Rasa, pukul 18.39 WIB. Jokowi terlebih dahulu melayani tanya jawab wartawan.

Kemudian, ketika berjalan menuju mobil, para relawan yang sudah berada di lokasi sejak sore memanggil Jokowi. Lalu, Jokowi yang tadinya sudah mendekati mobil pun langsung menoleh ke arah relawan.

Jokowi langsung mengambil salah satu telepon seluler milik relawan dan mengambil foto. Para relawan pun langsung berdesakan demi mendapati dirinya dalam kamera.

Tidak hanya itu, Jokowi juga terlihat menyalami beberapa relawan. Jokowi lalu masuk ke mobil untuk beranjak.

Sebelumnya puluhan relawan yang tergabung dalam Paduan Suara Merah Putih (PSMP) itu sudah berkumpul di lokasi sejak pukul 16.57 WIB. Setibanya di halaman luar lokasi pembubaran TKN, mereka langsung bernyanyi bersama. Sejumlah lagu mereka nyanyikan, seperti 'Halo-halo Bandung', 'Maju Tak Gentar', dan 'Bengawan Solo'.

Jokowi tiba di lokasi acara, yakni Restoran Seribu Rasa, Jl H Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019) pukul 16.50 WIB. Dia menumpangi mobil Toyota Alphard berwarna hitam.

Jokowi tiba di lokasi acara, pukul 16.50 WIB. Dia menumpangi mobil Toyota Alphard berwarna hitam.

Jokowi tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang. Dia datang bersama Ketua TKN Erick Thohir.

"Agendanya ya pembubaran TKN," kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan soal kehadirannya.

Sebelum Jokowi, Ma'ruf Amin tiba lebih dulu. Ma'ruf tiba sekitar pukul 16.35 WIB.

Beberapa tokoh juga telah lebih dulu hadir di acara ini. Di antaranya Wakil Presiden yang juga Ketua Dewan Pengarah TKN, Jusuf Kalla; dan mantan wakil presiden Try Sutrisno. Hadir juga Ginanjar Kartasasmita, politikus senior Golkar Akbar Tanjung, Abdul Kadir Karding, Hasto Kristianto, Johnny G Plate, Moeldoko, Pramono Anung, Wishnutama, dan Bahlul Lahadalia.
Penambahan Anggota Koalisi

Sementara itu, Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani menyebut pembubaran TKN Joko Widodo-Ma'ruf dilakukan karena tugas pemenangan pilpres sudah selesai. Puan menyebut koalisi Joko Widodo (Jokowi) belum terpikir membuat wadah baru lagi.
"Sampai sekarang tidak ada wacana untuk kemudian membuat satu wadah kembali setelah TKN ini selesai," ujar Puan di Restoran Seribu Rasa.

Menurut Puan, pertemuan para anggota koalisi Jokowi yang beberapa kali digelar hanya sebatas silaturahmi. Putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu juga menyebut Koalisi Indonesia Kerja (KIK) belum membahas penambahan anggota.

"Kan itu (penambahan anggota koalisi) belum dibicarakan. Bahwa kemudian ada pertemuan-pertemuan, ada silaturahmi-silaturahmi, saya rasa karena politik itu dinamis, ya, silaturahmi itu sebagai masyarakat bangsa Timur harus selalu dibangun, karena memang pemilunya sudah selesai," jelasnya.

Terkait wacana penambahan koalisi, Puan mengatakan para ketua umum parpol koalisi akan berdiskusi dengan Jokowi.
"Terkait dengan penambahan atau tidak penambahan tentu saja nanti para ketua umum yang berkumpul membicarakan. Kemudian mendiskusikan dan berbicara dengan Presiden. Jadi ya pasti lamalah," pungkasnya. (detikcom/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments