Minggu, 20 Sep 2020

Upaya Patuhi Protokol Kesehatan Pencegahan Virus Corona

Jokowi Terjunkan TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2020 09:02 WIB
Foto Ant/ Fakhri Hermansyah

TINJAU MAL DI BEKASI: Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kedua kanan) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5). Kehadiran Presiden itu untuk meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau, wabah COVID-19. 

Bekasi (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan TNI dan Polri diterjunkan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam hal mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus Corona. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan aparat TNI dan Polri itu diterjunkan di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota.

"Pada hari ini, telah dimulai TNI dan Polri menggelar pasukan dan aparatnya di 4 provinsi dan 25 kabupaten dan kota. Di Sumatera Barat, DKI Jakarta, di Jawa Barat, dan di Gorontalo. Di kota-kota ada 25; di Surabaya, di Malang dan lain-lainnya," kata Jokowi di Mal Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5).

Jokowi mengatakan nantinya kebijakan ini akan dievaluasi dalam seminggu ke depan. Dia mengungkapkan, rencananya pendisiplinan oleh TNI dan Polri itu dilakukan ke semua wilayah di Indonesia.

"Ini akan kita lihat dalam 1 minggu ini dampaknya seperti apa, kemudian akan kita lebarkan ke provinsi dan kabupaten, kota lainnya. Apabila itu dirasa terdapat perbaikan-perbaikan yang signifikan karena kita telah menurunkan TNI dan Polri di tempat-tempat kabupaten dan kota," tuturnya.

Jokowi berharap, dengan pendisiplinan oleh TNI dan Polri itu, laju penyebaran kasus virus Corona (Covid-19) akan terus menurun. Masyarakat, kata dia, juga makin disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Kita ingin sekali lagi bisa masuk ke normal baru, ke tatanan baru. Dan kita ingin muncul sebuah kesadaran yang kuat, muncul kedisiplinan yang kuat, sehingga R0 nya bisa terus kita tekan di bawah 1," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan saat ini skala R0 atau nomor reproduksi dasar virus Corona di beberapa provinsi sudah di bawah 1. Dia berharap nantinya pendisiplinan terhadap masyarakat dapat terus membuat R0 semakin turun.

"Kita melihat R0 dari beberapa provinsi sudah di bawah 1 dan kita harapkan akan semakin hari semakin turun dengan digelarnya pasukan TNI dan Polri di lapangan secara masif," ujarnya.

NEW NORMAL
Presiden Jokowi mengacu pada angka penyebaran Covid-19 dan kurva Corona untuk memutuskan daerah mana yang bisa memulai new normal (kenormalan baru). Jokowi menyebut new normal sebagai tatanan baru.

"Dalam menuju ke tatanan baru itu, kita juga melihat angka-angka, melihat fakta-fakta di lapangan, angka-angka bagaimana kurva R0-nya," kata Jokowi.

R0 yang disebut Jokowi adalah angka reproduksi penyebaran virus Corona. Bila angka R0 lebih kecil dari 1, itu artinya penyebaran virus Corona aman. Namun, apabila angka R0 lebih besar dari 1, penularan masih terjadi.
"Seperti di Bekasi ini sudah di bawah 1, sudah bagus," kata Jokowi.

Pendisiplinan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 dimulai. Kehidupan new normal mensyaratkan berjalannya protokol kesehatan secara disiplin, supaya masyarakat tetap bisa bekerja produktif namun tanpa risiko penularan Covid-19 yang tinggi.

"Kita ingin TNI, Polri ada di tiap-tiap keramaian untuk lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan lewat PSBB," kata Jokowi. Protokol kesehatan meliputi rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, hingga memakai masker.

Jokowi telah berkoordinasi dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait penanganan Covid-19 di Jawa Barat, khususnya di Kota Bekasi. Ia meminta pemerintah daerah menekan angka positif Corona.

"Kita harapkan saya sampaikan ke wali kota dan gubernur agar di Jawa Barat, di Bekasi, khususnya, terus ditekan agar terus bisa di bawah R0-nya di bawah 1," tutur Jokowi.

"Aktivitas (di mal) saya lihat masih tetap ada, sekali lagi ini akan lebih kita disiplinkan agar protokol kesehatan benar-benar dijalankan," imbuhnya.

Hal-hal yang Diawasi TNI-Polri
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, personel TNI-Polri akan ditugaskan untuk mengawasi kedisiplinan masyarakat memakai masker hingga menjaga jarak aman.

"Pelaksanaan pendisiplinan dilaksanakan secara bertahap, misal sekarang dilaksanakan di tempat lalu lintas masyarakat di stasiun kereta, kemudian siang nanti bapak presiden akan meninjau tempat niaga khususnya adalah food hall di Bekasi," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Hadi menyebut selanjutnya pendisiplinan juga akan dilaksanakan di tempat yang mendukung kepentingan masyarakat, yakni apotek. Masyarakat, sebutnya, akan diawasi untuk menjalankan protokol kesehatan.

"Di sana akan terus kita awasi, yang kita laksanakan di antaranya adalah pendisiplinan protokol kesehatan," ucap Hadi.
Hadi menyebut hal pertama yang harus diperhatikan masyarakat adalah selalu memakai masker. Kemudian masyarakat juga akan didisiplinkan untuk selalu menjaga jarak dan mencuci tangan di mana pun berada.

"Pertama adalah harus seluruh masyarakat kita awasi supaya tetap memakai masker, masyarakat dalam berkegiatan juga harus menjaga jarak aman, dan ketiga kita siapkan tempat mencuci tangan atau ala sanitizer, mudah-mudahan dengan kegiatan ini tahap pertama bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Mal dan rumah makan juga akan dibatasi kapasitasnya untuk menekan angka penularan Corona.
Hadi Tjahjanto mengatakan mal dengan kapasitas 1.000 orang akan dibatasi kapasitasnya. Selama pembatasan kapasitas itu, TNI-Polri akan mengawasi aktivitas masyarakat.

"Mal yang kapasitas 1.000 akan kita izinkan untuk 500 saja dan kita awasi," kata Hadi.
Selain mal, TNI-Polri menjadi tempat yang akan dibatasi kapasitasnya. Hadi mengatakan misalnya rumah makan dengan kapasitas 500 orang akan dibatasi hanya 200 orang.

"Termasuk juga rumah makan harus mungkin 500 kita batasi mungkin hanya 200 saja," katanya.
Pendisiplinan aktivitas masyarakat di ruang publik juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Hadi berharap masyarakat dapat tetap beraktivitas tapi tetap aman dari penularan Covid-19.

"Kerja sama TNI-Polri dan pemerintah daerah termasuk dengan Gugus Tugas, mudah-mudahan apa yang kita inginkan semua masyarakat tetap beraktivitas tapi aman dari Covid-19," pungkasnya. (detikcom/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments