Kamis, 21 Nov 2019

Jokowi Rebut Freeport, RI Kuasai 51,2% Saham

* Jadi Tambang Bawah Tanah Terbesar Dunia * Bos Freeport Tony Wenas Rencanakan Investasi Rp203 Triliun
admin Sabtu, 22 Desember 2018 10:36 WIB
SIB/Ant/Wahyu Putro A
Jakarta (SIB)- Presiden Jokowi berhasil merebut PT Freeport setelah 45 tahun beroperasi di Papua. Hal itu ditandai dengan tuntasnya akuisisi 51,2% saham PT Freeport Indonesia oleh Indonesia yang sekaligus jadi lompatan terbesar bagi tambang emas dan tembaga yang berada di bumi Papua tersebut.

CEO Freeport McMoRan, Richard Adkerson, mengatakan dengan akuisisi 51% saham oleh PT Inalum (Persero) ini rencana bisnis perusahaan untuk mengembangkan tambang bawah tanah pun bisa dilanjutkan.

"Langkah selanjutnya adalah transisi PT Freeport Indonesia dari tambang terbuka yang sudah kami operasikan sejak 1990, lalu transformasi ke tambang bawah tanah terbesar dunia," ujar Adkerson, dijumpai usai konferensi pers di kawasan Istana Negara, Jumat (21/12).

Untuk mengembangkan tambang bawah tanah ini, ia melanjutkan, dibutuhkan investasi hingga US$ 20 miliar hingga operasional 2041.

Adkerson sendiri menilai transaksi ini adalah win-win solution. "Saya terima kasih untuk yang mendukung solusi ini, dan kami berusaha untuk memenuhi keinginan Presiden Jokowi dan hasilnya kami kini diberi kewenangan untuk beroperasi sampai 2041 dengan kebijakan fiskal yang stabil," jelasnya.

Permintaan lainnya dari Presiden Joko Widodo adalah pembangunan smelter. Adkerson berjanji akan segera memulainya dan menuntaskannya dalam 5 tahun ke depan.

Hal lainnya yang dibahas adalah seputar kontribusi Freeport yang diminta ditingkatkan. Mulai dari lapangan kerja yang ditambah, kontribusi ke pemda Papua, penyelesaian isu lingkungan, dan nilai tambah untuk negeri ini. 

INVESTASI
Sementara itu Clayton Allen Wenas atau Tony Wenas ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Freeport Indonesia paska-tuntasnya akuisisi 51% saham perusahan tambang tersebut.

Dijumpai di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tony pun membeberkan sejumlah rencana bisnis perusahaan hingga tahun 2041 mendatang. Senada dengan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson, Tony mengatakan pastinya perusahaan akan fokus untuk transformasi dari perusahaan tambang terbuka ke pertambangan bawah tanah.

"Underground akan mulai tahun depan," kata Tony, . Tambang terbuka Freeport diperkirakan akan habis mulai bulan depan. Untuk itu ke depannya, Freeport akan menyuntikkan dana besar-besaran.

"Tambahan US$ 14 miliar (setara Rp 203 triliun) hingga 2041," ungkapnya. Sementara, untuk produksi diperkirakan akan menurun mulai tahun depan karena selesainya tambang terbuka. Namun, akan naik lagi pada 2020 dan 2021 setelah tambang bawah tanah berproduksi.

Tony pun berkomentar terkait perubahan rezim kontrak ke perizinan perusahaan. Menurutnya hal itu memang sudah kewajiban perusahaan sesuai peraturan perundangan.

"Ini bukan lebih menarik yang mana tapi kan dalam keadaan sekarang memang sudah saatnya menjadi IUPK, kita dapatkan kepastian sampai 2041, kami dapat partner baru yang kami anggap bagus untuk keberlangsungan operasi. Jadi kami di PTFI senang dengan transaksi ini," kata dia.

BERSEJARAH
 Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan pelunasan divestasi PT Freeport kepada PT Inalum (Persero) di Istana Merdeka, Jakarta.

"Disampaikan bahwa saham PT Freeport sudah 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar. Hari ini juga merupakan momen yang bersejarah setelah PT Freeport beroperasi di Indonesia sejak 1973," kata Presiden dalam jumpa pers di Ruang Kredensia, Istana Merdeka pada Jumat sore.

Presiden menjelaskan kepemilikan mayoritas itu akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Kepala Negara mengatakan dengan implementasi tersebut maka jumlah pendapatan dari pajak dan royalti akan lebih baik.

"Terakhir juga tadi saya dapatkan laporan untuk hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan, yang berkaitan dengan smelter semuanya juga telah terselesaikan dan sudah disepakati, artinya semuanya sudah komplit dan tinggal bekerja saja," ujar Jokowi.

Pemerintah daerah di Papua, tambah Kepala Negara, juga mendapatkan 10 persen dari saham yang ada.

Presiden telah menerima sejumlah menteri dan pejabat terkait divestasi PT Freeport antara lain Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala BKPM Thomas Lembong, Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin, dan Pejabat Eksekutif Tertinggi PT Freeport Mcmoran Richard Adkerson.

Saham PTFI yang dimiliki oleh PT Inalum meningkat dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen.(CNBCI/Ant/c)



Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments