Rabu, 23 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • Jokowi Minta Target Terukur untuk Angka Partisipasi Pendidikan 2020-2035

Jokowi Minta Target Terukur untuk Angka Partisipasi Pendidikan 2020-2035

* Minta Finlandia-Korea Jadi Tolok Ukur
Jumat, 05 Juni 2020 23:12 WIB
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo

Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ada target angka partisipasi pendidikan yang terukur. Target ini dilakukan pada pendidikan tingkat dasar hingga tinggi.

"Ada target-target yang terukur, berapa target angka partisipasi untuk pendidikan dasar dan menengah dan tinggi," ujar Jokowi dalam ratas peta jalan pendidikan tahun 2020-2035, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/6).

Jokowi meminta agar target tersebut dibuat tinggi. Menurutnya, hal ini agar menimbulkan sikap optimis dan semangat.
"Saya kira ini kita buat targetnya yang tinggi saja, biar kita optimis biar kita semangat," tuturnya.

Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta target yang ditentukan dapat menimbulkan hasil yang berkualitas. Di antaranya untuk perbaikan kualitas guru hingga infrastruktur sekolah.

"Kemudian, seperti apa target untuk hasil belajar berkualitas, baik itu untuk perbaikan kualitas guru, kurikulum, maupun infrastruktur sekolah. Dan bagaimana untuk mewujudkan distribusi pendidikan yang inklusif dan juga merata," pungkasnya.

Minta
Dalam ratas itu, Jokowi mengatakan dasar pembentukan sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang akan jauh berbeda.
"Karena cara bekerja masa depan akan jauh berbeda dari yang kita alami hari ini. Pembentukan SDM unggul tidak bisa lagi berdasarkan perkembangan ilmu yang dibentuk berdasarkan tren masa lalu, tapi tren masa depan," kata Jokowi.

Karena itu, Jokowi meminta jajarannya untuk menjadikan negara-negara lain yang sistem pendidikannya telah berhasil mengadaptasi perubahan yang baru sebagai tolok ukur atau benchmarking. Misalnya Australia dan Finlandia.

"Untuk itu saya minta dilakukan benchmarking pada negara-negara yang berhasil adaptasi sistem pendidikan untuk menghadapi perubahan kebutuhan di masa depan. Seperti di Australia untuk pendidikan anak usia dini, Finlandia pendidikan dasar dan menengah, di Jerman untuk pendidikan vokasi, di Korea untuk perguruan tinggi," tuturnya.

Lebih lanjut, Jokowi meminta SDM unggul yang dibangun ke depannya merupakan SDM yang berkarakter. SDM yang berakhlak mulia dengan meneguhkan nilai-nilai Indonesia.

"SDM unggul yang ingin kita bangun adalah SDM yang berkarakter, yang berkakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai Indonesia dan Pancasila, pendidikan karakter tidak boleh dilupakan karena ini merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan mental dan karakter bangsa," kata Jokowi. (dtc/p)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments