Rabu, 23 Sep 2020

Cek Karhutla di Merbau Riau

Jokowi Menduga Disengaja dan Terorganisasi

admin Rabu, 18 September 2019 10:00 WIB
SIB/Ant/Puspa Perwitasari
TINJAU RIAU: Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meninjau penanganan kebakaran lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau, Selasa (17/9).
Riau (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Merbau, Riau. Jokowi menekankan pentingnya upaya pencegahan terhadap karhutla.

Saat tiba di Desa Merbau, Kabupaten Pelalawan, Riau, dengan helikopter Super Puma TNI AU, masyarakat yang hadir menyambut Jokowi. Jokowi sempat menyapa para warga.

Jokowi kemudian melihat lokasi karhutla didampingi Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, hingga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Lokasi hutan yang ditinjau Jokowi tampak hangus terbakar.

Lokasi ini berada di atas lahan gambut. Para petugas tengah berupaya memadamkan api.

Setelah meninjau, Jokowi menyebut ada aparat yang berjibaku lebih dari sebulan menangani karhutla. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya upaya pencegahan.

"Pencegahan itu lebih efektif. Tidak membutuhkan biaya banyak. Tapi kalau sudah kejadian seperti kita lihat sekarang ini, ini sudah kerja luar biasa. Ini tadi saya tanya TNI-Polri di sini sudah berapa hari? Sudah lebih dari satu bulan," ujar Jokowi di lokasi, Selasa (17/9).

Jokowi menduga karhutla di Merbau disengaja dilakukan dan terorganisasi.

"Kalau kita lihat luasannya besar sekali, ini terorganisasi. Nanti Polri coba tanyakan ke Kapolri penanganannya secara detail seperti apa. Sekali lagi pencegahan oleh desa, camat, bupati, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek, Koramil, adalah yang pertama harus dilakukan. Pencegahan," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut peristiwa ini sudah ditangani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Sudah ditangani langsung oleh Polri maupun KLH, nanti kita lihat sebetulnya ini kesengajaan yang terorganisasi atau memang rakyat yang ingin berkebun," ucap Jokowi.

Sebelum bertolak ke Merbau, Jokowi mengecek persiapan hujan buatan yang dilakukan petugas. Pesawat milik TNI AU siap diterbangkan untuk menebar garam dengan harapan terciptanya hujan.

"Sekarang kita lakukan lagi menabur garam. Moga-moga, karena awannya ada, kita berdoa semoga jadi hujan, insyaallah hari ini. Segala upaya sudah kita lakukan. Tapi memang juga lewat water bombing lewat 52 pesawat. Artinya, segala upaya kita lakukan," ujar Jokowi.

Hujan buatan merupakan salah satu langkah penanggulangan karhutla. Meski demikian, Jokowi menekankan pentingnya upaya pencegahan.

"Tetapi memang yang paling benar pencegahan sebelum kejadian, ini api satu langsung padamkan. Tapi ini sudah, karena kita berhadapan dengan hutan yang luas, lahan gambut yang luas, kalau apinya sudah banyak memang tidak mudah," sebutnya.

Jokowi mengajak masyarakat tidak membakar lahan. Tindakan tegas siap menanti bagi pelanggar.

"Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak bakar lahan, baik hutan maupun gambut. Termasuk upaya hukum sudah kita lakukan, baik yang perorangan, baik yang korporasi, semuanya sudah ada tindakan tegas ke sana," ujar Jokowi.

Jarak Pandang 500 Meter
Sementara itu, BMKG Pekanbaru, merilis masih ditemukannya sebaran api di Riau. Pada level confidence 70 persen, ditemukan 41 titik panas.

Sebaran titik panas ini ada di Kabupaten Bengkalis 1, Kampar 1, Dumai 6, Kuansing 1, Pelalawan 7, Rokan Hilir 23, Inhil 2.

Jarak pandang terparah saat ini ada di Kabupaten Pelalawan dan Inhu hanya 500 meter. Selanjutnya di Pekanbaru juga terbatas maksimal 800 meter.

Untuk Kota Dumai terpaut 200 Km arah utara dari Pekanbaru jarak pandang juga terbatas di bawah 1 Km. Jarak pandang yang terbatas ini akibat asap.

"Berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel karing seperti asap dan haze," kata staf analisis BMKG Pekanbaru, Sanya.

BMKG juga mengingatkan, untuk waspada terhadap penurunan kualitas udara dan jarak pandang akibat peningktan polusi udaea yang berasal dari Karhutla.

"Malam hari ini juga berpotensi jarak pandang menurun akibat asap dan haze," kata Sanya. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments