Minggu, 07 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Headlines
  • Jokowi Luncurkan Produk Inovasi Penanganan Corona

* Jadikan Momen Kebangkitan Kesehatan

Jokowi Luncurkan Produk Inovasi Penanganan Corona

* Menristek: Corona Punya Daya Tular 20 Kali Lebih Kuat dari SARS
Jumat, 22 Mei 2020 09:41 WIB
Foto: BPMI

MELIHAT: Presiden Jokowi saat melihat produk riset hasil inovasi untuk mempercepat penanganan Covid-19 yang secara resmi diluncurkan di Istana Merdeka, Rabu (20/5). 

Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta bangsa Indonesia terus berpacu dalam menangani pandemi virus Corona baru (Covid-19). Jokowi ingin periode ini dijadikan momen kebangkitan bangsa, khususnya di sektor kesehatan.

"Saat ini dunia sedang beradu cepat dalam menangani wabah Covid-19 dan kita harus menjawabnya dengan inovasi dan karya-karya nyata yang konkret dan ini adalah momentum baru," kata Jokowi dalam sambutan peresmian produk riset untuk percepatan penanganan Covid-19, Rabu (20/5).

"Ini adalah momentum baru bagi kebangkitan bangsa, ini adalah momentum baru kebangkitan bidang sains dan teknologi kita dan khususnya di bidang kesehatan," kata Jokowi.

Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional. Jokowi meminta masyarakat meneladani perjuangan dr Tjipto Mangoenkoesoemo.
"Di Hari Kebangkitan Nasional ini kita bisa merujuk pada perjuangan dokter Tjipto Mangoenkoesoemo kala itu yang berjuang di garis depan untuk membasmi penyakit pes yang saat itu sedang mewabah," sebut Jokowi.
Jokowi lanjut menjelaskan produk-produk lokal yang telah siap produksi untuk penanganan Covid-19. Jokowi mengaku bangga.

Luncurkan
Presiden Jokowi resmi meluncurkan produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan virus corona (Covid-19). Dalam sambutannya, Jokowi memamerkan deretan alat kesehatan yang dikembangkan dan diproduksi dalam negeri.

"Kita mampu hasilkan karya-karya yang sangat dibutuhkan. Saya lihat sendiri, ada rapid test yang waktu saya tanya produksi berapa, sudah kira-kira 100 ribu (unit). PCR test kit sama, apakah sudah produksi, sudah, apakah sudah uji, sudah 100 ribu (unit). Kemudian ada emergency ventilator yang ini kemarin saya lihat ada karya BPPT, ITB, UI, UGM, PT Dharma, PT Poly Jaya, yang mulai dan ini tinggal produksinya," kata Jokowi.

Jokowi juga mengajak kerja sama antar-komponen untuk berinovasi mengembangkan produk dalam negeri, khususnya untuk penanganan Corona. Jokowi menyerukan untuk bangga akan buatan dalam negeri.

"Sudah saatnya dunia industri berani berinvestasi sudah saat masyarakat juga harus mencintai produk-produk dalam negeri dan kita harus bangga buatan Indonesia," kata Jokowi.

Tidak lupa, di momen hari kebangkitan nasional, Jokowi mendorong anak bangsa terus berinovasi menghasilkan karya konkret dan menjadikannya sebagai momentum kebangkitan bidang sains dan teknologi. Jokowi bercermin dari perjuangan dr Tjipto Mangunkusumo yang pada saat itu berjuang membasmi penyakit pes.

"Ini momentum baru bagi kebangkitan bangsa, momentum baru kebangkitan bidang sains dan teknologi dan khususnya bidang kesehatan. Di hari kebangkitan nasional ini, kita bisa merujuk pada perjuangan dr Tjipto Mangunkusumo yang berjuang membasmi penyakit pes yang saat itu mewabah," ujar Jokowi.

Jokowi memastikan semua alat kesehatan karya anak bangsa ini sudah bisa berproduksi dengan kemampuan uji yang baik. Jokowi mengaku optimis dengan adanya alat kesehatan produk RI ini mampu membantu Indonesia memerangi Covid-19.

Lebih Kuat
Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro pada peristiwa itu mengungkapkan, daya tular virus corona (Covid-19) berjenis SARS-CoV-2 lebih kuat daripada virus SARS berjenis SARS-CoV-1. Daya tularnya 20 kali lebih kuat.

"Kita ketahui bersama bahwa Covid-19 memiliki daya tular 20 kali lebih kuat dibanding SARS," ujar Bambang dalam acara peluncuran produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19 yang disiarkan saluran YouTube Setpres, Rabu (20/5).

Karena itu, Bambang mengatakan, konsorsium Covid-19 yang dikoordinasi pihaknya berupaya dalam upaya pencegahan dan pengobatan terapi yang efektif. Bambang juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah terlibat dalam pengembangan inovasi alat-alat kesehatan tersebut. Dia pun ingin agar sertifikasi produk inovasi peneliti konsorsium dapat digunakan untuk jangka panjang.

"Secara khusus, saya ingin meminta agar sertifikasi produk inovasi peneliti konsorsium tidak hanya digunakan selama pandemi, tapi juga untuk jangka Panjang sehingga dapat mendorong kemandirian produksi alat Kesehatan dalam Negeri," ucap Bambang.

Dalam hal ini, Indonesia juga membuat produk riset untuk penanganan Covid-19, yaitu:
1. PCR Test Kit Covid-19,
2. Rapid Diagnostics Test IgG/IgM Covid-19,
3. Emergency Ventilator #BPPT3S - VENT-I,
4. Imunomodulator Herbal Asli Indonesia,
5. Plasma Convalesence,
6. Mobile Lab BSL-2,
7. Sistem AI untuk Deteksi Covid-19,
8. Medical Assistant Robot Raisa - Autonomous UVC Mobile Robot,
9. Powered Air Purifying Respirator.

Diproduksi Massal
Bambang Brodjonegoro mengatakan, produk inovasi alat kesehatan buatan dalam negeri sudah siap untuk diproduksi massal. Bambang mengungkapkan sebagian besar produk inovasi untuk penanganan Covid-19 tersebut siap diproduksi sekitar bulan depan.
"Jadi kalau anda menanyakan kapan produk ini dapat dilihat atau dapat didapatkan melalui proses pengadaan bisa saya katakan bulan depan rata-rata sudah siap untuk produksi dalam jumlah massal," kata Bambang.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan berbagai produk inovasi yang telah diluncurkan guna menangani virus Covid-19 sudah berada dalam tahap produksi. Dia mengatakan ventilator produksi dari BPPT, UI, ITB, UGM, dan PT Dharma diperkirakan akan siap produksi mulai pekan depan.

"Pada intinya yang diluncurkan hari ini memang inovasi tapi sebenarnya adalah inovasi yang sudah dalam tahap produksi. Bisa kami sampaikan misalnya untuk ventilator karena hampir semua ventilator terutama 5 ventilator yang pertama itu sudah mendapatkan izin baik untuk alatnya dari BPFK, hingga juga untuk uji klinis maka diperkirakan mulai minggu depan itu sudah mulai proses produksi," kata Bambang.

Bambang mengatakan sebanyak 10.000 unit rapid test kit sudah diproduksi dan dilakukan uji klinis di beberapa rumah sakit di Jawa Tengah. Dia memperkirakan rapid test kit tersebut sudah dapat digunakan di awal bulan Juni mendatang.

Sementara terkait PCR test kit, Bambang menjelaskan sudah mendapatkan izin edar dan akan diproduksi. Menurutnya, saat ini sudah diproduksi sebanyak 10.000 unit, kemudian akan diproduksi lagi sekitar 40.000-50.000 unit di awal bulan Juni. (detikcom/f)

T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments