Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Jokowi Kecam Keras Penembakan di Masjid Selandia Baru

Jokowi Kecam Keras Penembakan di Masjid Selandia Baru

* DMI Minta Umat Muslim Tetap Tenang
admin Sabtu, 16 Maret 2019 09:34 WIB
Joko Widodo (Jokowi)
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi soal aksi penembakan jemaah di Masjid Annur di Christchurch, Selandia Baru. Jokowi mengecam keras aksi penembakan tersebut.

Jokowi mengatakan dirinya sudah mendapatkan laporan mengenai aksi penembakan jemaah di dalam masjid tersebut dari Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Namun Jokowi mengatakan Indonesia akan memastikan lebih dulu mengenai detail aksi penembakan itu, termasuk soal adanya WNI di dalam masjid tersebut.

"Tadi saya sudah dapat laporan dari Menlu tentang penembakan di Masjid Annur di Christchurch. Intinya kita belum memastikan. Nanti kalau sudah ada kepastian, baru disampaikan," kata Jokowi di Doloksanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Jumat (15/3).

Jokowi mengatakan dirinya mengecam keras penembakan yang menewaskan puluhan orang tersebut. Dia juga mengatakan pemerintah Indonesia berduka cita atas kasus tersebut.

"Terlepas siapa pelakunya, kita sangat mengecam keras aksi ini. Dan kita pemerintah Indonesia sampaikan duka mendalam kepada korban yang ada dari korban aksi tersebut. Dan tim perlindungan WNI sedang menuju ke lokasi," kata Jokowi.

Jokowi pun mengimbau WNI yang ada di Selandia Baru untuk tetap waspada dan berhati-hati. "Semua hati-hati dan waspada," katanya.

Kutuk
Di tempat terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengutuk penembakan tersebut. JK menilai penembakan itu terorganisir.
"Di samping mendoakan kita juga mengutuk. Itu pelakunya yang menurut kabar 4 orang. Berarti ini suatu upaya yang sangat terorganisir, sangat direncanakan dengan baik. Apalagi dia membawa kamera sendiri, live streaming," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

JK terkejut dengan adanya tragedi penembakan itu. Mengingat selama ini, Selandia Baru merupakan negara yang aman.
"Selama ini Selandia Baru negara yang aman, dan sangat. Saya dua kali salat di masjid di sana sangat baik sangat terbuka. Pemerintah dan masyarat tidak ada unsur-unsur diskriminatif," jelasnya.

JK mengaku telah memerintahkan KBRI Wellington untuk mencari kabar tiga warga negara Indonesia (WNI) yang hingga saat ini belum bisa dikontak. Tiga WNI tersebut berada di dalam masjid saat penembakan terjadi. Dia pun mengimbau warga Indonesia lainnya untuk berhati-hati.

"Ya berhati-hati lah. Ya hati-hati karena itu negara yang selalu aman, selalu dikatakan aman. Dan justru dikatakan sangat Islami karena hubungan antara manusia paling baik," jelas JK.

Tenang
Sementara itu, Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyampaikan duka cita atas banyaknya korban yang tewas akibat insiden tersebut.
"Innalillahi wainalihi rojiun, atas nama pribadi dan Dewan Masjid Indonesia saya menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya bagi seluruh umat muslim yang menjadi korban penembakan brutal di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood Selandia Baru usai menjalankan shalat Jumat," kata Wakil Ketua Umum DMI, Syafruddin, dalam keterangannya.

Syafruddin mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk mendoakan korban yang meninggal dunia. Dia juga meminta warga Muslim di Indonesia untuk tetap tenang.

"Saya minta kepada seluruh umat muslim untuk tetap tenang dan tidak mengambil langkah-langkah yang melanggar aturan," tegas Syafruddin.

Hukum Berat
PP Muhammadiyah mengecam aksi penembakan brutal itu. Muhammadiyah menyebut pelaku penembakan masjid itu sebagai musuh agama dan kemanusiaan.

"Terorisme itu musuh agama dan kemanusiaan. Karena itu siapa pun pelaku teror, ia adalah musuh agama dan kemanusiaan," kata Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Maneger Nasution, dalam keterangan tertulis.

"Dunia kemanusiaan kembali berduka. Kali ini terjadi aksi terorisme-terorisme berupa penembakan di masjid di Christchurch Selandia Baru. Penembakan itu terjadi terhadap umat Islam yang shalat Jum'at," sambungnya.

Dia meminta otoritas setempat untuk mengusut tuntas kasus penembakan brutal ke masjid itu. Bagi Maneger, pelaku penembakan layak dihukum maksimal.

"Aparat setempat harus mengusut tuntas siapa pun pelaku dan di balik aksi keji itu. Mereka laik dihukum dengan sangat berat dan keras. Mereka penjahat keagamaan dan kemanusiaan," ujarnya.

Dia juga mengimbau seluruh masyarakat dalam negeri untuk menahan diri. Selain itu, dia meminta pemerintah untuk mencegah aksi terorisme serupa terjadi di Indonesia.

"Pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa kasus terorisme di Selandia Baru itu tidak terinportasi ke Indonesia yang berpotensi mengganggu keguyuban nasional," imbuhnya.

Dunia Layak Mengutuknya
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras penembakan tersebut. PBNU menyebut penembakan itu sebagai tindakan yang biadab.

"Namun siapa pun dan apa pun motifnya, itu tindakan biadab. Tindakan yang bukan hanya sangat tidak berperikemanusiaan dan jauh dari nilai agama, namun juga jauh dari akal sehat manusia itu sendiri. Dunia layak mengutuknya," kata Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas, dalam keterangan tertulis.

Robikin mengatakan belum mengetahui pasti mengenai motif penembakan tersebut. Dia berharap otoritas Selandia Baru dapat memberikan rasa aman seusai penembakan.

"Saya berharap otoritas setempat segera dapat memulihkan keadaan dan masyarakat merasa aman kembali," ujarnya.
Dia juga berharap pelaku segera ditangkap. Pelaku penembakan, kata Robikin, harus mempertanggungjawabkan perbuatan biadabnya.

"Pelakunya juga dapat ditangkap hidup-hidup, sehingga diperoleh keterangan memadai siapa dan apa motifnya serta dapat diseret ke pengadilan untuk dimintai pertanggungjawaban. Satu dan lain hal agar otoritas New Zealand dapat mengambil kebijakan strategis lebih jauh untuk melindungi masyarakat," ujarnya. (detikcom/f)
T#gs DMI Minta Umat Muslim Tetap TenangJokowi Kecam Keras Penembakan di Masjid Selandia Baru
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments