Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Headlines
  • Jokowi Buka Kemungkinan Menterinya Pakai Mobil Esemka

Jokowi Buka Kemungkinan Menterinya Pakai Mobil Esemka

Jumat, 12 September 2014 10:19 WIB
Jakarta (SIB)- Pengadaan mobil Mercy untuk kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akhirnya dibatalkan. Jokowi membuka kemungkinan kabinetnya bisa menggunakan mobil Esemka sebagai kendaraan dinasnya.

"Ya bisa saja (pakai Esemka). Nanti setelah tanggal 20 (Oktober), kita bicarakan lagi," ujar Jokowi di kantornya, Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (11/9).

Jokowi memuji langkah Kementerian Setneg yang akhirnya membatalkan lelang mobil dinas tersebut. Dia menilai mobil yang saat ini digunakan oleh menteri era SBY-Boediono masih tergolong dalam kondisi prima.

"Mobil saya, 10 tahun juga masih bagus," imbuhnya.

"3 Minggu yang lalu, sudah saya sampaikan ke beliau (Mensesneg Sudi Silalahi). Kita di sini (Pemprov DKI) juga nggak beli mobil," jelas Jokowi.

Pembatalan pengadaan mobil Mercy ini dilakukan Mensesneg, selanjutnya keputusan diserahkan kepada pemerintahan Jokowi-JK. Jokowi juga telah menyampaikan penolakannya atas pembelian mobil-mobil mewah tersebut.

Blusukan ke 1.000 Kampung

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) telah mempersiapkan program yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Tiga bulan pertama, Jokowi akan blusukan pada 1.000 perkampungan kumuh di Indonesia.

"Pak Jokowi, dalam 3 bulan pertama akan datang pada 1.000 perkampungan kumuh. Nelayan petani dan akan dilakukan pendekatan kemanusiaan kepada mereka," kata Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (11/9).

Dari blusukan tersebut, Jokowi akan melihat permasalahan mendasar dari masyarakat. Melalui sebuah kajian cepat, maka akan disiapkan instruksi presiden (inpres) sebagai kebijakan.

"Nantinya akan dikeluarkan suatu perintah atau instruksi presiden," sebutnya.

Kebijakan yang dikeluarkan adalah terkait dengan fasilitas pelayanan umum meliputi sarana dan prasarana hingga modal kerja melalui pendekatan dari perbankan. Kemudian juga terkait pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya masalah yang dialami masyarakat kelas bawah masih sama yaitu seputar penyakit tipus dan busung lapar serta masalah sanitasi atau air bersih dan modal kerja usaha.

"Jadi kebutuhan masyarakat setempat akan menjadi prioritas. Sehingga masyarakat tahu, ada kekuasaan yang berpihak ditunjukkan," terang Hasto.

Presiden Terpilih Jokowi juga nantinya akan melakukan perbaikan rumah masyarakat miskin yang kondisinya tidak layak. Kemudian peningkatan kualitas hidup manusia melalui alokasi anggaran yang lebih produktif.

Dari sisi pendidikan, juga akan dilakukan wajib belajar 12 tahun tanpa pungutan. Hasto mengatakan hal ini sudah didukung oleh pemerintahan sekarang.

"Selanjutnya adalah aspek sistem produksi, seperti dari pertanian dan kelautan yang menjadi prioritas," ujarnya.

Pembatalan Pengadaan Mercy Diapresiasi


Wakil Ketua DPD Laode Ida mengapresiasi kebijakan Mensesneg Sudi Silalahi yang membatalkan pengadaan mobil Mercedes-Benz untuk jajaran menteri presiden terpilih Joko Widodo. Menurut dia, kebijakan ini mesti dihargai karena berani menyesuaikan aspirasi masyarakat yang tidak setuju.

"Saya kira ini perspektif yang sensitif. Reaksi masyarakat bisa direspon Kemensesneg dan ini sangat harus diapresiasi," ujar Laode.

Dia mengatakan memang semestinya ada mandat agar pejabat negara tidak terbiasa dengan fasilitas negara yang bernilai mewah. Sudah seharusnya, kata dia, kalau pejabat selevel menteri fokus penuh terhadap pekerjaan. Jadi, bukan sebaliknya malah repot ingin mendapatkan jatah fasilitas mobil.

Laode pun membandingkan dengan dirinya yang hanya memakai mobil dinas Toyota Camry tahun 2004. Meski setiap tahun ada penyusutan, namun kualitas mobil yang dipakainya masih terawat.

Pimpinan DPR Juga Apresiasi

Wakil Ketua DPR dari Partai Golkar Priyo Budi Santoso juga mengapresiasi pembatalan pengadaan mobil Mercedes-Benz untuk jajaran menteri pemerintahan berikutnya.

"Ini memang timingnya tidak tepat. Kita harus mengapresiasi ini. Jangan dimarahi. Maksud Mensesneg Sudi Silalahi baik," ujar Priyo.

Priyo menyebut kalau mobil dinas yang dipakai jajaran menteri saat ini masih bisa dipergunakan. Dengan pembatalan ini, anggaran bisa lebih efisien karena bisa dialihkan ke sektor kebutuhan yang lebih penting.

"Ya, anggaran bisa dialihkan untuk hal yang lebih mendesak seperti itu," katanya.

Dia pun mencontohkan mobil dinasnya, yaitu Toyota Crown Royal Saloon yang sudah dipakai selama lima tahun. Sejauh ini, tutur Priyo, mobilnya itu tetap awet karena terawat dengan baik.

"Yang saya pakai sekarang masih kinclong dan layak," sebutnya.

Sesuai Gaya Jokowi

Sebelumnya politikus sekaligus juru bicara PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan kalau pembatalan itu menyesuaikan dengan gaya sederhana Jokowi.

"Bagus. Setuju. Itu menyesuaikan style-nya Jokowi yang sederhana, tidak neko-neko dan tidak bingung, silau dengan simbol-simbol fasilitas," ujar Eva, Rabu (10/9).

Menurutnya, menteri atau pejabat negara di pemerintahan Jokowi harus fokus terhadap kinerja. Bukan sebaliknya langsung dimanjakan dengan fasilitas mewah. Lebih baik anggaran lelang mobil ini dipergunakan untuk sektor lain yang menjadi prioritas.

Sebelumnya, Mensesneg Sudi Silalahi membatalkan pengadaan mobil Mercy untuk para menteri Jokowi. Kebijakan ini nanti bakal diserahkan langsung oleh pemerintahan yang baru. Pembatalan ini karena adanya desakan publik agar pengadaan lelang ini tidak dilanjutkan. Jokowi sendiri juga menolak.

"Mensesneg memutuskan kendaraan dinas tidak dilanjutkan, pembelian kendaraan dinas utamanya jenis dan harga diserahkan kepada pemerintahan mendatang," ujar Sesmensesneg Taufik Sukasah di kantor Setneg.

Menurut Taufik, pihaknya hanya bertugas melakukan pelelangan secara transparan dan saat ini sudah menentukan pemenang lelang. "Belum kontrak, tidak ada anggaran sedikit pun yang dikeluarkan," sebutnya.

(detikcom/q)
T#gs Jokowi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments