Sabtu, 14 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Jokowi: Wisata Danau Toba Harus Berkelas dan Wajib Dikunjungi

Jokowi: Wisata Danau Toba Harus Berkelas dan Wajib Dikunjungi

admin Selasa, 30 Juli 2019 10:28 WIB
SIB/Jantro Naibaho
KUNJUNGI: Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor berdiskusi soal pengembangan wisata Danau Toba di objek wisata Geosite Sipinsur Desa Pearung Kecamatan Paranginan Kabupaten Humbahas, Senin (29/7).
Tobasa (SIB) -Presiden Republik Indonesia, Jokowi Widodo (Jokowi) mengunjungi objek wisata Geosite Sipinsur, Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbahas, Senin (29/7). Kunjungan tersebut dalam rangka memutuskan perencanaan pengelolaan Danau Toba menjadi sebuah destinasi wisata yang berkelas dan menjadi tempat yang wajib dikunjungi.

Jokowi yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor mengungkapkan, setelah sekian waktu dilihat secara detail, ternyata Danau Toba memiliki 28 destinasi. Destinasi yang dimiliki Danau Toba tersebut dari berbagai sisi di antaranya sisi alam, budaya, air dan sejarah.

Untuk terwujudnya destinasi wisata yang berkelas, lanjut Jokowi, membutuhkan investasi, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang cukup besar. Menurutnya, kombinasi APBN dan investasi dapat bergerak terintegrasi, sehingga Danau Toba menjadi destinasi wisata yang benar-benar memiliki kelas.

"Kita bekerja dengan sebuah rancangan, rencana besarnya seperti apa, sehingga pelaksanaannya nantinya betul-betul bisa berjalan dengan baik. Kalau basicnya wisata Danau Toba sudah kelihatan, investasi akan mempeluangkan dan investasi tentunya akan masuk," ucapnya.

Lebih lanjut Jokowi menyebutkan, dalam pengembangan wisata Danau Toba, perbaikan lingkungan juga akan diurus total. Seluruh izin perusahaan yang melakukan perusakan lingkungan di kawasan Danau Toba, terancam akan segera dicabut.

Kedatangan Jokowi bersama rombongan di objek wisata Geosite Sipinsur disambut ribuan masyarakat dan Tortor Batak. Masyarakat Kabupaten Humbahas, khususnya kaum ibu dan pelajar berebut menyalam dan berswafoto bersama Jokowi.

Setiba di lokasi objek wisata Geosite Sipinsur, Jokowi bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi langsung meninjau panorama yang dimiliki Danau Toba. Bupati Humbahas tampak serius membahas perencanaan pengembangan wisata Danau Toba.

Minum Kopi
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak Iriana berdua dengan latar belakang alam Danau Toba. Keduanya kompak mengenakan kemeja putih.

Para menteri, kepala daerah dan tokoh setempat juga melakukan foto bersama dengan Jokowi dan Iriana di titik yang sama. Selanjutnya Jokowi menuju lapangan Geosite Sipinsur.

Di lapangan tersebut terdapat pameran kopi dengan merk Tabodo. Jokowi mencicipi langsung kopi khas Humbang Hasundutan tersebut.

"Enak," kata Jokowi.
Jokowi kemudian menyodorkan segelas kopi yang dia seruput itu kepada Iriana yang ada di sebelahnya. Iriana pun mencicipi kopi jenis Lintong Arabica tersebut.

"Enak," kata Iriana.
Kasubag Umum Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Humbang Hasundutan Hordarnim Purba menjelaskan, kopi yang diminum Jokowi itu merupakan kopi khas Kecamatan Polung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Keistimewaannya, kopi tersebut memiliki rasa karamel.

"Kopi Tabodo ini merupakan kopi khas di wilayah ini. Dia ditanam di ketinggian sekitar 1.300 hingga 1.600 di atas permukaan laut.
Kopi ini keistimewaannya memiliki rasa karamel, sehingga rasa asamnya tidak begitu terasa," kata Purba.

Dia juga mengatakan, kata Tabodo untuk kopi itu berarti 'enak'. "Itu bahasa Batak Toba yang artinya enak, mantap, sesuai dengan rasanya," katanya.

Dia menambahkan kopi Tabodo tersebut sudah dijual bebas di pasaran. Bahkan telah mendunia.

"Kopi ini pernah kita bawa ke Paris dan Hawai. Jadi pasarnya sudah tembus ke Eropa," kata Purba. (H03/BR8/detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments