Selasa, 07 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Headlines
  • Jokowi: Kita Punya Cara dan Pendekatan Berbeda Tangani ISIS

Tony Blair Temui SBY dam Jokowi

Jokowi: Kita Punya Cara dan Pendekatan Berbeda Tangani ISIS

*Terlibat Terorisme, Aset 3 WNI Dibekukan
Jumat, 12 September 2014 10:23 WIB
Jakarta (SIB)- Amerika Serikat (AS) kini sedang menggalang koalisi sejumlah negara untuk memerangi ISIS. Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menilai, Indonesia memiliki cara yang berbeda dengan AS dalam masalah ini.

"Kita mempunyai cara sendiri. Kita memiliki pendekatan yang berbeda," ujar Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi usai bertemu dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di rumah dinas Gubernur, Jalan Taman Suropati No 7, Jakarta Pusat, Kamis (11/9).

Pendekatan yang dimaksud Jokowi adalah pendekatan budaya, agama, dan keamanan. "Jadi nggak cuma security approach," jelasnya.

"Kita punya cara sendiri, ada pendekatan sendiri," imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, AS sedang membangun koalisi anti-ISIS yang terdiri dari lebih dari 40 negara. Menlu AS John Kerry juga telah melakukan pertemuan dengan 10 negara Arab dan Turki.

Kerry berupaya untuk mendapatkan dukungan kampanye militer AS terhadap ISIS. Negara-negara tersebut di antaranya Mesir, Irak, dan Yordania.

Diskusi SBY-Tony Blair

Dalam pertemuan siang kemarin, Presiden SBY dan eks PM Inggris Tony Blair membahas sejumlah hal. Salah satunya soal ISIS, politik timur tengah dan kondisi di Ukraina.

"Beliau (Blair) ingin mendengarkan apa yang menjadi sisipan Indonesia utamanya Pak Presiden atas masalah-masalah di timur tengah, bagaimana melihat perkembangan Syria, bagaimana melihat penanganan masalah ISIS, bagaimana pula melihat konstelasi perkembangan di kawasan, apakah itu di Eropa Timur terkait Ukraina," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah di kantor presiden, Jalan  Veteran, Jakarta, Kamis (10/9).

Mengenai ISIS, Faizasyah mengatakan penanganan masalah tidak bisa dengan pendekatan militer. Sehingga harus dipikirkan bersama langkah ke depan apa yang harus diambil.

"Jadi kita sendiri tidak bisa mengambil suatu sikap pada saat sekarang manakala yang lebih diutamakan adalah menghancurkan ISIS itu sendiri. Jadi harus ada suatu kejelasan platform ke depan seperti apa. Jadi intinya seperti itu," jelasnya.

Mengenai Ukraina, Blair, lanjut Faiz, menjelaskan assessment-nya bagaimana konteks hubungan Rusia-AS. SBY menggarisbahwahi Rusia tetap harus dirangkul karena banyak masalah global yang tidak bisa diselesaikan apabila negara seperti Rusia tetap berada di pinggiran.

"Jadi memang peran Rusia sangat diperlukan dalam penanganan isu-isu timur tengah misalnya. Dan hal ini juga menjadi pemikiran Tony Blair. Dari sini beliau akan ke Amerika Serikat, dan juga akan ketemu dengan Obama, misalnya. Jadi hasil dari pembicaraan tadi tentunya akan dibagi dengan kepala-kepala negara lainnya," ungkapnya.

Terlibat Terorisme, Aset 3 WNI Dibekukan

Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) membekukan aset milik tiga teroris yang masuk dalam daftar PBB. Mereka terafiliasi dengan teroris Al Qaeda dan Taliban.

Pembekuan merupakan implementasi dari sanksi resolusi PBB 1267 (UN Security Council) yang merilis nama-nama mereka yang masuk dalam kelompok teroris. Indonesia telah meratifikasi resolusi tersebut dalam UU 9/2013 tentang Antipendanaan Terorisme.

"WNI yg tercatat di UN Security Council 1267 ada 17 nama, tiga di ataranya sudah dibekukan asetnya," kata Wakil Kepala PPATK Agus Santoso di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (11/10).

Agus mengaku tidak hapal nama-nama yang asetnya dibekukan itu. Namun dipastikan tiga teroris itu adalah mereka yang berafiliasi dengan Al Qaeda dan Taliban.

"Yang ada di dalam list UN Security Council 1267 itu memuat daftar nama-nama teroris yang diduga berkaitan dengan Al Qaeda dan Taliban," beber Agus.
Aset tiga teroris yang dibekukan, menurut Agus, relatif tidak begitu besar. "Sekitar USD 20-50, di bawah USD 100," kata Agus.

Upaya pembekuan aset teroris adalah untuk mencegah dan memutus hubungan antara teroris tersebut. "Supaya tidak ada upaya pembiayaan teroris," kata Agus. (detikcom/ r)
T#gs Jokowi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments