Rabu, 19 Feb 2020

Jokowi: Industri Pertahanan Kita Harus Prioritas

Redaksisib Selasa, 28 Januari 2020 11:54 WIB
Ant/Zabur Karuru

RAPAT TERBATAS : Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Menhan Prabowo Subianto (kiri), Menkeu Sri Mulyani (kedua kanan) mendengarkan penjelasan DIrut PT PAL Budiman Saleh (kanan) saling ketika melakukan kunjungan sebelum Rapat Terbatas di Fasilitas Produksi Kapal Selam PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1/2020). Rapat terbatas tersebut terkait kebijakan pengembangan alat utama sistem senjata di PT PAL.

Surabaya (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mendorong kemandirian Indonesia dalam industri pertahanan. Setiap BUMN akan dikembangkan agar lebih maju.

"Intinya yang pertama kita ingin mengembangkan industri strategis pertahanan kita agar ke depan kita memiliki sebuah kemandirian sehingga tadi secara detail dibahas mengenai BUMN mana yang terlebih dahulu ingin kita dorong untuk maju dan nanti pada berikutnya BUMN yang kedua, ketiga, dan seterusnya," kata Jokowi seusai ratas di PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1).

Jokowi mengatakan, industri pertahanan dalam negeri harus menjadi prioritas. Dia mencontohkan pembelian alutsista Kementerian Pertahanan yang harus melibatkan PT PAL.

Dengan begitu, kata Jokowi, industri pertahanan Indonesia menjadi semakin besar. Bahkan diharapkan PT PAL dapat memenuhi kebutuhan jangka panjang puluhan tahun ke depan."Yang kedua juga yang berkaitan dengan pembelian alutsista yang tadi juga sudah saya sampaikan bahwa industri strategis pertahanan kita ini harus diberikan prioritas terlebih dahulu dari Kementerian Pertahanan, Kementerian-kementerian yang lain, yang misalnya ingin membeli kapal berikan pada PT PAL baik itu dari Kementerian Pertahanan, baik itu dari Kapolri Polair misalnya, baik itu Bea Cukai dari Kementerian Keuangan, beli dari PT PAL semuanya," ujar dia.

"Sehingga kita harapkan bukan hanya pesanan untuk 5 tahun, tetapi untuk 15 tahun itu dipastikan ada sehingga ada konsistensi kita dalam perencanaan, pelaksanaan, untuk membesarkan industri strategis pertahanan. Arahnya ke sana," imbuh dia.

Menurut Jokowi, PT PAL memang sudah melakukan ekspor beberapa produk ke luar negeri. Namun yang paling penting, kata dia, pasar di dalam negeri dulu yang harus dipenuhi.

"Yang pertama pasarnya adalah kita sendiri, Indonesia dulu. Penuhi semuanya. Sisanya ya seperti PT PAL sudah mengekspor ke beberapa negara, saya kira juga bagus, tapi kita sendiri dulu, pasar kita kita penuhi. Baik itu misalnya PT Pindad urusan peluru penuhi pasar dalam negeri, PT PAL juga kapal-kapal penuhi kebutuhan kita dulu baru kita keluar untuk ekspor," ujar dia.

Terkait peninjauan kapal selam Alugoro-405, Jokowi bicara soal pentingnya transfer teknologi. Dia berharap ke depan Indonesia bisa anak bangsa Indonesia bisa membuat produk sendiri.

"Saya kira sebuah kerja sama yang bagus, ada transfer teknologi di dalam pembangunan kapal selam Alugoro kita. Kita harapkan pada suatu titik kita bisa mandiri mengerjakan semuanya oleh anak-anak bangsa sendiri," ujar dia.

Tinjau
Sementara itu, Jokowi meninjau kapal selam KRI Alugoro-405 di PT PAL. Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Jokowi bersama rombongan tiba di kawasan PT PAL Indonesia, Senin (27/1), sekitar 10.30 WIB. Selain oleh Prabowo, Jokowi didampingi sejumlah menteri lainnya, antara lain Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan; Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md; Menko PMK Muhadjir Effendy; Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko; Menteri Luar Negeri Retno Marsudi; serta Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Hadir pula Menkominfo Johnny G Plate, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A Djalil, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga turut hadir.

Setibanya di lokasi, Jokowi langsung mendapatkan penjelasan mengenai kapal selam Alugoro-405. Dia juga sempat berbincang berdua dengan Prabowo.

Jokowi dan rombongan kemudian berjalan menuju kapal selam. Mereka sempat memasuki kapal selam tersebut.

Untuk diketahui, kapal selam Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari batch pertama hasil kerja sama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Hal ini menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments