Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Jokowi: Anggaran Pendidikan Tahun 2020 Rp 508 T, Hati-hati Ini Duit Semua

Jokowi: Anggaran Pendidikan Tahun 2020 Rp 508 T, Hati-hati Ini Duit Semua

redaksi Kamis, 07 November 2019 09:39 WIB
Ant/Wahyu Putro A
BUKA RAKORNAS : Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kiri) dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2019 di Jakarta Convertion Center,Jakarta,Rabu(6/11)

Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan APBN tahun 2020 yang sebagian besar untuk pembangunan SDM. Jokowi meminta kementerian/lembaga hingga Pemda berhati-hati mengelola anggaran.


Jokowi menyampaikan, dalam APBN 2020, pemerintah menganggarkan Rp 423 triliun untuk infrastruktur dan Rp 508 triliun untuk pendidikan. Jumlah ini tentunya terbilang besar.


"APBN 2020 kita telah menetapkan anggarannya, secara garis besar Rp 423 triliun untuk belanja infrastruktur, kemudian Rp 508 triliun untuk pendidikan dan Rp 132 triliun untuk kesehatan. Ini adalah duit semua, duit semua. Hati-hati dengan angka-angka sebesar ini. Belum bidang-bidang yang lainnya," ujar Jokowi saat membuka Rakornas LKPP di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).


Jokowi meminta LKPP proaktif membantu menggerakkan perekonomian meski alokasi anggaran berada di bawah kewenangan kementerian/lembaga.


"Walaupun kebijakan alokasi anggaran berada di kewenangan kementerian/lembaga, LKPP dapat proaktif agar segera menggerakkan perekonomian. Jangan sampai cara yang lalu masih kita gunakan," kata Jokowi.


Jokowi juga jengkel lantaran masih ada proses tender yang masih berlangsung pada November 2019. Untuk tender konstruksi, nilainya mencapai Rp 31,7 triliun.


Jokowi meminta agar kejadian ini tidak diulangi. Sebab, pengerjaan konstruksi yang main asal kebut dapat mempengaruhi kualitas infrastruktur yang dibangun.


"Lepas Agustus masih urusan lelang, gimana? Tapi kenyataannya masih banyak, dan ini kita ulang terus kesalahan seperti ini. Akhirnya apa? Ya kualitasnya jelek. Jembatan ambruk, ya kayak gini, November masih lelang, SD ambruk, karena kerja cepat-cepatan dan pas kerja pas basah, hujan," pungkas Jokowi.


Singgung Gedung SD Ambruk

Sementara itu, Presiden Joko Widodo tampak kaget saat tahu masih ada tender yang berproses pada November 2019. Untuk tender di bidang konstruksi, nilainya mencapai Rp 31,7 triliun.


"Tadi saya lihat Pak Roni (Kepala LKPP Roni Dwi Susanto) menyampaikan November masih ada e-tendering. Mari kita ulang-ulang seperti itu, apakah mau kita ulang-ulang kayak gitu? Ini tinggal November, Desember masih e-tendering," kata Jokowi.


Jokowi menyebut urusan konstruksi tidak bisa dikerjakan terburu-buru. "Meski tahu ada yang cepat, tapi apakah seperti ini mau kita teruskan? Rp 31 triliun, e-tendering bener bisa cepat. Tapi ini urusan konstruksi. Mau manggil siapa kontraktornya? siapa coba maju sini saya beri sepeda," imbuh Jokowi.


Jokowi meminta agar kejadian ini tidak diulangi. Sebab, menurutnya, jika pengerjaan konstruksi main asal kebut, hal itu dapat berpengaruh buruk pada kualitas infrastruktur yang dibangun.


"Lepas Agustus masih urusan lelang, gimana? Tapi kenyataannya masih banyak dan ini kita ulang terus kesalahan seperti ini. Akhirnya apa? Ya kualitasnya jelek. Jembatan ambruk, ya kayak gini, November masih lelang, SD ambruk, karena kerja cepat-cepatan dan pas kerja pas basah, hujan," ujar Jokowi dengan nada meninggi.


"Nggak mungkin pekerjanya masih payung. Sudah bohong kayak gitu. Kesimpulan jelas jangan seperti ini," tegas eks Gubernur DKI Jakarta ini.


Jokowi berjanji akan menaruh perhatian khusus kepada kementerian/lembaga hingga pemda/pemprov yang masih melakukan tender konstruksi pada akhir tahun. Dia menyebut pola pikir yang manual menghambat proses tender.


"Tahun depan saya lihat kalau masih ada di kabupaten, daerah, provinsi, kementerian mana. Ini proses e-proc masih jalan tapi bertahun-tahun, mindset kita masih manual. Buat apa bangun sistem seperti itu kalau bulan November masih ada e-tendering," ujar Jokowi. (detikcom/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments