Selasa, 10 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Jika Prabowo Menang, PA 212 Ingin Reuni 212 Jadi Kegiatan Kenegaraan

Jika Prabowo Menang, PA 212 Ingin Reuni 212 Jadi Kegiatan Kenegaraan

Admin Selasa, 18 Desember 2018 11:46 WIB
Jakarta (SIB) -Sekjen PKS Mustafa Kamal mengatakan Reuni 212 bisa digelar di Istana Negara jika Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di Pilpres 2019. Gagasan PKS sudah dibahas lama oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212).

"Apa yang dikatakan Mustafa Kamal sudah lama menjadi bahasan kami dan memang kami dari PA 212 insyaallah jika PAS (Prabowo-Sandi) terpilih nanti tentunya Istana Negara menjadi Istana Rakyat," kata Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin lewat pesan singkat, Senin (17/12).

PA 212 memang motor gerakan 212. Novel mengatakan hal lain yang dibahas jika Prabowo-Sandiaga jadi pasangan terpilih, Reuni 212 akan dijadikan perayaan seperti Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Reuni 212 juga akan dibuat dalam skala internasional. Novel menilai momen 212 adalah hari kemerdekaan Indonesia dari penista agama dan jadi momen kebangkitan.

"Yang Reuni 212 sebagai perwujudan Islam yang rahmatan lil alamin akan menjadi program nasional dan menjadi kegiatan resmi kenegaraan selain perayaan 17 Agustus karena momen 212 adalah momen ukhuwah internasional yang Indonesia menjadi tuan rumahnya yang bertempat di Istana Negara nanti," tutur Novel.

"212 adalah kemerdekaan atas tidak ada tempat untuk para penista agama dan menjadi kebangkitan Islam untuk Indonesia memimpin dunia," sambungnya.

Sebelumnya, Reuni 212 digelar di Monas karena ingin menjadikan langit sebagai atap dan bumi sebagai alas. Novel mengatakan saat Istana Negara nanti dipakai jadi lokasi Reuni 212, acara akan digelar hingga Monas dan sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman.

"Kalau memang PAS (menang), insyaallah kami akan buat dari halaman Istana sampai Monas dan sekitarnya dari Jalan Thamrin sampai Sudirman," tutur Novel.
Sebelumnya, Sekjen PKS Mustafa Kamal bicara tentang aksi 212 di Konferensi Nasional Partai Gerindra. Mustafa menyebut, jika Prabowo-Sandiaga menang di Pilpres 2019, aksi reuni 212 bisa mendapatkan izin untuk digelar di Istana Negara.

"Dan saudara-saudara, di depan kita ini ada guru-guru kita, orang tua kita yang kemarin bersama-sama kita di halaman Monas atas izin bapak Gubernur yang kita hormati dan kita banggakan Bapak Anies Rasyid Baswedan," kata Mustafa saat mendapat giliran sambutan dalam Konferensi Nasional Gerindra, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

Mustafa lalu bertanya kepada para kader Gerindra, relawan dan simpatisan yang hadir, apakah mau aksi 212 digelar di Istana. Jika mau, sambung Mustafa, mereka diminta untuk bekerja memenangkan Prabowo-Sandiaga.

"Maukah kita semua, 212 tahun depan berkumpulnya di halaman Istana? Siap? Siap, Allahu Akbar," tuturnya. 

Doa Bersama Rakyat
Sementara itu, jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Irma Chaniago, mengatakan pihaknya tak masalah jika nantinya reuni tersebut digelar di Istana. Selama hal itu bertujuan baik.

"Silakan saja, sepanjang untuk mempersatukan umat, kenapa tidak?" ujar Irma, kepada wartawan.

Berbeda dengan kubu Prabowo yang ingin menggelar reuni 212 di Istana, Irma mengatakan, pihaknya akan menyelenggarakan doa bersama rakyat.

"Kalau Jokowi menang, akan ada doa bersama rakyat Indonesia di istana dan di setiap rumah rakyat Indonesia," kata Politikus Partai NasDem itu. (detikcom/d)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments