Minggu, 21 Apr 2019
  • Home
  • Headlines
  • Jika Bisa Putar Waktu, Ahok Tetap Pilih Ditahan daripada Menang Pilgub

Jika Bisa Putar Waktu, Ahok Tetap Pilih Ditahan daripada Menang Pilgub

* Minta Tak Disambut Saat Bebas
admin Jumat, 18 Januari 2019 10:00 WIB
Basuki Tjahaja Purnama
Jakarta (SIB) -Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan bebas dari penjara dalam hitungan hari. Jika bisa memutar waktu, Ahok mengaku lebih memilih ditahan daripada menang Pilgub DKI 2017.

Curahan hatinya itu ditulis lewat surat untuk para pendukungnya yang kerap disebut Ahokers pada Kamis (17/1). Dia bersyukur karena banyak belajar selama dipenjara.

"Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, Allah pencipta langit dan bumi, bahwa saya diijinkan untuk ditahan di Mako Brimob. Saya bersyukur diizinkan tidak terpilih di Pilkada DKI 2017," tulis Ahok.

Jika menang Pilgub DKI, Ahok merasa hanya akan menjadi seorang laki-laki yang menguasai Balai Kota untuk 5 tahun. Dengan ditahan di Mako Brimob, Ahok mengaku belajar menguasai diri seumur hidup.

"Jika ditanya jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana? Saya akan katakan saya memilih ditahan di Mako untuk belajar 2 tahun untuk bisa menguasai diri seumur hidupku," ungkapnya.

"Jika terpilih lagi, aku akan semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang," sambung Ahok.

Lewat surat itu, Ahok juga meminta maaf kepada Ahokers, para PNS DKI, dan pihak-pihak yang membencinya. Dia minta maaf atas tutur kata dan perbuatan yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati.

Di dalam surat itu, Ahok menyampaikan keinginan agar dia tidak disambut saat bebas. Ahok juga mengingatkan pendukungnya tidak golput saat Pilpres 2019.

"Saya mengimbau seluruh Ahokers jangan ada yang golput. Kita perlu menegakkan 4 pilar bernegara yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI dengan cara memilih partai politik yang mau menegakkan 4 pilar di atas di seluruh Indonesia," ungkap Ahok.

Minta Tak Disambut Saat Bebas
Sementara itu, Ahok meminta pendukungnya tidak menyambut di Mako Brimob.

Pesan itu disampaikan Ahok lewat surat yang ditulis tangan pada Kamis (17/1). Surat itu diunggah di akun media sosial @basukibtp.
Awalnya, Ahok mengucapkan terima kasih atas berbagai pemberian dari pendukungnya. Pemberian itu mulai dari makanan, pakaian, hingga buku-buku. Dia lalu bicara soal rencana tanggal 24 Januari 2019.

"Saya mendengar ada yang mau menyambut hari kebebasan saya di Mako Brimob, bahkan ada yang mau menginap di depan Mako Brimob. Saya bebas tanggal 24 Januari 2019, adalah hari Kamis, hari orang-orang bekerja," tulis Ahok.

Dia khawatir kedatangan para pendukungnya ke Mako Brimob maupun Lapas Cipinang bisa mengganggu lalu lintas. Ahok pun meminta tidak ada penyambutan, apalagi sampai menginap.

"Jalanan di depan Mako Brimob dan di depan Lapas Cipinang adalah satu-satunya jalan utama bagi saudara-saudara kita yang mau mencari nafkah," ungkapnya.

"Saya sarankan demi kebaikan dan ketertiban umum bersama dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap," lanjut Ahok. (detikcom/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments