Rabu, 03 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Headlines
  • Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19, Produksi dan Distribusi Pangan Harus Dievaluasi

Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19, Produksi dan Distribusi Pangan Harus Dievaluasi

redaksisib Sabtu, 23 Mei 2020 11:51 WIB
Dok GTPP Covid-19 Sumut

TALKSHOW: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Whiko Irwan bersama Dewan Riset Daerah Basyaruddin saat talkshow di Media Centre GTPP Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Selasa (19/5). 

Medan(SIB)
Pandemi Covid-19 sudah berlangsung dua bulan, namun belum ada gejala yang menunjukkan angka penyebaran yang menurun. Karena itu pemerintah perlu mempersiapkan berbagai hal, termasuk ketahanan pangan yang merupakan salah satu aspek terdampak.

Koordinator Bidang Pertanian dan Kehutanan Dewan Riset Daerah Provinsi Sumut Basyaruddin mengatakan, pemerintah harus memperhatikan berbagai aspek mulai dari produksi pangan hingga distribusinya.

Hal tersebut disampaikannya saat talkshow Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut di Media Center GTPP Covid-19, Gedung Pemprov Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (19/5).

Menurut Basyaruddin, Covid-19 berdampak pada banyak aspek, termasuk pangan. Pemerintah harus menjamin ketersediaan pangan.

Dikatakannya, untuk kebutuhan beras saja, Sumut membutuhkan 160.000 ton per bulan. Jumlah tersebut harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Maka sistem produksi haruslah sangat diperhatikan. “Jadi di sini saya melihat ini harus dilihat secara sistemik. Ada faktor yang menentukan di sistem produksi sana, misalnya kebutuhan pupuk dalam situasi pandemi ini apakah pupuk itu cukup tersedia,” katanya.

Belum lagi, kata dia, petani yang semangatnya menurun lantaran pandemi. Karenanya, di situlah peran penyuluh pertanian memberikan semangat. Selain itu pemerintah juga perlu memberikan stimulus kepada petani. “Kalau petani tak bekerja, tak makan kita ini,” katanya.

Selanjutnya pada proses distribusi, menurutnya pemerintah harus memberi perhatian yang lebih agar tidak ada oknum yang menimbun pangan. “Ini salah satu peran pemerintah melalui OPD yang ada. Peran OPD ini sangatlah strategis dan menentukan.” ujarnya.

Tidak sampai di situ, kata dia, masyarakat yang selama ini menjadi konsumen juga perlu diedukasi agar dapat menghemat keperluan pangannya. Masyarakat konsumen yang tinggal di perkotaan juga perlu diedukasi agar dapat berpartisipasi bertani atau berkebun di pekarangan rumahnya masing-masing.

Jika bahan pangan kurang, menurut Basyaruddin, bisa saja mengganti (diversifikasi) bahan makanan dari yang selama ini dikonsumsi masyarakat ke bahan makanan seperti ubi atau jagung. Namun masyarakat juga harus diedukasi terlebih dahulu sebelum melakukan hal tersebut.

“Mengenai diversifikasi pangan, saya pernah mengalami tahun 65 hingga 66 itu makan ubi dengan jagung. Itu perlu latihan juga, misalnya kita di Medan kalau sudah makan pagi sudah sarapan dengan mi instan, tapi kita masih menganggap itu belum makan. Untuk menggeser peranan beras menjadi ubi atau jagung ini perlu juga edukasinya kembali,” katanya. (M11/p)
T#gs COVID-19covid 19Ketahanan PanganMedan
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments