Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi, Gubernur Kepri Ditahan KPK

Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi, Gubernur Kepri Ditahan KPK

* Geledah 4 Lokasi, KPK Sita 13 Tas dan Kardus Berisi Uang
admin Sabtu, 13 Juli 2019 09:38 WIB
Nurdin Basirun
Jakarta (SIB) -Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun resmi menjadi tahanan KPK. Nurdin ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.

"NBA ditahan di Rutan KPK K-4 untuk 20 hari ke depan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (12/7).

Selain Nurdin, KPK juga menahan 3 tersangka lain yakni Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Kepri Edy Sofyan (EDS), Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri Budi Hartono (BUH) dan satu pihak swasta bernama Abu Bakar (ABK). Ketiganya merupakan tersangka dalam kasus suap yang menjerat Nurdin.

"EDS ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, BUH di Rutan Polres Jakarta Timur, sedangkan ABK ditahan di Rutan KPK C-1," ujar Febri.

Ada Kode Suap Ikan-Kepiting
Rupanya ada penggunaan kode atau sandi dalam transaksi suap yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun. Kode itu masih dipelajari KPK.

"Tim KPK mencermati sejumlah penggunaan kata sandi yang kami duga merupakan cara kamuflase untuk menutupi transaksi yang dilakukan," ujar Febri.

Febri mengatakan ada beberapa kata sandi yang digunakan oleh para tersangka. Istilah 'ikan', 'kepiting', dan 'daun' menjadi kode rahasia itu.

"Tim mendengar penggunaan kata 'ikan', sebelum rencana dilakukan penyerahan uang. Disebut jenis 'ikan tohok' dan rencana 'penukaran ikan', dalam komunikasi tersebut. Selain itu, terkadang digunakan kata 'daun'," ucap Febri

Ketika operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan, tujuh orang yang diamankan sempat beralasan tidak ada penerimaan uang. Mereka menyebut tak ada uang, hanya melakukan penerimaan kepiting.

"Saat KPK melakukan OTT awal di pelabuhan, pihak yang diamankan saat itu sempat berdalih tidak ada uang yang diterima, tetapi kepiting," kata Febri.

Dalam hal ini, Febri menyampaikan KPK pun menerima masukan dari masyarakat tentang kode-kode tersebut. Masyarakat dapat menghubungi call center KPK di 198.

Sita Tas dan Kardus
Sementara itu, KPK juga melakukan penggeledahan di empat lokasi terkait kasus suap Nurdin Basirun. KPK menyita 13 tas dan kardus berisikan uang rupiah dan asing.

"KPK telah menugaskan tim untuk melakukan kegiatan penggeledahan di provinsi Kepulauan Riau hari ini dalam penyidikan dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 dan gratifikasi," ujar Febri.

Empat lokasi yang digeledah itu adalah, rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau, kantor Gubernur Kepulauan Riau, lantor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kepri.

Dari rumah dinas Nurdin, KPK mengamankan dokumen terkait perizinan reklamasi dan uang pecahan rupiah dan mata uang asing. Belum diketahui jumlah uang yang disita.

"Dari rumah dinas Kepulauan Riau KPK, menemukan sejumlah dokumen serta 13 tas, dan kardus berisi uang dalam mata uang rupiah dan asing. Kami sedang melakukan proses perhitungan terhadap uang tersebut," jelas Febri. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments