Selasa, 21 Mei 2019
  • Home
  • Headlines
  • Istri Terduga Teroris di Sibolga Ledakkan Diri Bersama Anaknya

Istri Terduga Teroris di Sibolga Ledakkan Diri Bersama Anaknya

* Abu Hamzah Rakit Puluhan Bom, Istri Bawa 4
admin Kamis, 14 Maret 2019 09:15 WIB
SIB/Dok
NYARIS RATA: Puluhan rumah warga disekitar lokasi peledakan bom bunuh diri istri terduga teroris Abu Hamzah rusak dan nyaris rata dengan tanah di Jalan Cendrawasih Sibolga, Rabu (13/3).
Sibolga (SIB) -Uma Abu - istri terduga teroris Abu Hamzah yang terafiliasi ISIS dan telah ditangkap polisi - meledakkan bom bunuh diri di saat tim kepolisian dan pemuka agama setempat melakukan proses negoisasi untuk membujuk menyerahkan diri, Rabu (13/3) dini hari di kediamannya di Jalan Cendrawasih Sibolga yang merupakan kawasan pemukiman padat penduduk.

Pelaku beserta anaknya yang berada di dalam rumah tersebut tewas di lokasi.

Di tengah kepungan polisi, pelaku memilih meledakkan diri dengan bom lontong rakitan. Istri Abu Hamzah tewas bersama anaknya dengan kondisi jasad tak utuh. Terlihat kumpalan asap dari kebakaran yang disebabkan ledakan tersebut.

"Abu Hamzah menyampaikan kepada penyidik Densus, istrinya lebih keras pemahamannya dibanding dia sendiri. Lebih militan istrinya, makanya setelah dilakukan negosiasi dan imbauan selama hampir 10 jam, istrinya nekat melakukan suicide bombernya itu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Pantauan wartawan, suara ledakan sangat keras terdegar hingga ke wilayah perbatasan Sibolga-Tapteng.

Termasuk warga sekitar yang masih bertahan di sekitar lokasi kejadian berhamburan menjauh untuk menyelamatkan diri masing-masing.

Dari foto yang beredar, terlihat potongan tubuh istri korban terduga teroris dan foto puluhan rumah warga di sekitar lokasi peledakan bom bunuh diri yang rusak dan nyaris rata dengan tanah.

Belum diperoleh keterangan korban lain dari warga sekitar akibat ledakan bom bunuh diri ini, namun sebelum peledakan terjadi pihak kepolisian paska penangkapan sudah terlebih dahulu melakukan pengosongan terhadap rumah-rumah penduduk.

Warga beserta keluarga yang tinggal berdampingan dengan rumah terduga teroris sudah diungsikan ke tempat yang lebih jauh dan untuk sementara waktu bermalam di rumah kerabat atau saudara terdekat.

Paska penangkapan Abu Hamzah, Selasa (12/3) sore pihak kepolisian selain melakukan pengamanan sekitar lokasi peledakan bom di Jalan Cendrawasih Sibolga, juga melakukan pengamanan ditandai pemasangan police line terhadap dua rumah warga lainnya yang disebut ada hubungan bersaudara masing-masing warga berinisial H di Jalan Sisingamangara Sibolga seraya mengamankan beberapa barang diduga bahan-bahan untuk pembuatan bom termasuk pemilik rumah turut dibawa polisi.

Rumah warga lainnya berinisial S di Jalan Kutilang Sibolga dimana polisi selain menyita barang yang diduga bahan-bahan pembuat bom juga meledakkan dalam kotak pengaman diduga bom yang sudah terakit termasuk penghuni rumah ikut dibawa.

Belum diperoleh konfirmasi resmi terkait kejadian ini dari pejabat yang berwenang terkait jumlah dan jenis barang diduga bahan pembuat bom dan jumlah warga yang dibawa polisi.

DATA WARGA BARU
Sementara itu, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk yang meninjau lokasi peledakan bom menjawab wartawan menginstruksikan jajaran lurah dan Kepling untuk melakukan pendataan dan deteksi terhadap semua tamu, semua orang dan pendatang yang mengontrak rumah dan yang tinggal menetap di wilayah masing-masing.

"Kenali wajah, nama dan apa pekerjaan para warga dan ini harus diketahui seluruhnya oleh para lurah dan Kepling," katanya.

Menurutnya, pendataan tersebut sebagai deteksi awal sehingga identitas warga diketahui secara detail dan lengkap.

Menyinggung ledakan bom, ia mengaku prihatin mengingat Kota Sibolga ini merupakan kota kecil yang dikenal dengan tingkat keamanan dan kerukunan umat beragama yang luar biasa.

"Rasa persaudaraan masyarakat di sini sangat erat, tidak pernah dibayangkan ada peristiwa seperti ini ada pelaku teroris bahkan sampai ada peledakan bom," katanya.

Pemko Sibolga beserta pemuka agama dari semua agama menurutnya terus melaksanakan sosialisasi dan selalu berlangsung sangat erat.

"Mungkin ini akibat pengaruh pencucian otak dari luar yang masuk ke sini dan sangat disangatkan menggunakan cara yang tidak berprikemanusiaan," katanya.

Ia menghimbau masyarakat agar tenang dan tetap memberi kepercayaan kepada aparat keamanan untuk mampu mengatasi situasi ini dan bisa meminimalkan para korban.

Ia juga mengaku telah berkordinasi dengan aparat hukum di laut terkait penggunaan bom ikan yang juga tergolong berbahaya.

"Kita sudah kordinasi agar dilakukan penertiban terhadap penggunaan bom - bom ikan berupa razia terhadap nelayan - nelayan yang menggunakan bom ikan," katanya.

Ia mendesak agar penggunaan bom ikan segera dihentikan karena sangat membahayakan.

"Sangat ilegal dan dilarang sehingga perlu ditingkatkan pengawasannya," katanya.

Pantauan wartawan, polisi masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi peledakan bom bunuh diri istri terduga teroris dengan menutup akses jalan.

Berjarak 200 meter dari penjagaan polisi terlihat warga tetap ramai memadati sekitar lokasi untuk menyaksikan secara langsung perkembangan dari penanganan kejadian ini.

DUA LEDAKAN
Pantauan wartawan di lingkungan III, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas terjadi dua kali ledakan secara beruntun. Suara ledakan terdengar hingga radius 7 Km.

Ledakan yang terjadi secara tiba- tiba sekira pukul 02.00 WIB itu turut menyentakkan Bupati Tapteng dan Wakil Wali Kota Sibolga yang berjaga di sekitaran 100 meter dari rumah terduga teroris, malam itu.

Wakil Wali Kota Sibolga Edi Polo Sitanggang dalam bincang bincang dengan SIB di lokasi, Rabu (13/3) mengatakan saat bom meledak dia nyaris terhempas dari kursinya.

Menurutnya, saat kejadian bukan hanya dirinya yang tersentak, namun juga hampir semua orang, termasuk polisi yang ikut berjaga. "Semua orang tersentak karena kuatnya ledakan bom, dan getarannya," kata Edi Polo.

Camat Sibolga Sambas Ahmad Yani Nst yang diwawancarai SIB sudah sempat mengevakuasi warganya hingga radius 100 meter persegi dari rumah terduga teroris.

"Kalau mendengar kuatnya dentuman dari ledakan bom sulit membayangkan orang tua tahan, kuat dan bergetar,"kata Camat.

TEMUKAN SISA BOM
Pantauan SIB, Rabu (13/3) siang, tim identifikasi dari Polda Sumatera Utara turun ke lokasi. Sejumlah personil yang mengenakan baju biasa dan dinas tampak melakukan olah TKP.

Informasinya, tim juga akan melakukan penyisiran ke rumah terduga teroris untuk mengidentifikasi korban dan TKP.

Sementara kepolisian terus berjaga di lokasi, warga juga belum diijinkan memasuki wilayah yang disterilkan, termasuk para wartawan yang hanya bisa memantau dari posko yang didirikan polisi sekitar 200 meter dari lokasi.

Polisi menemukan sisa bom di sekitar reruntuhan rumah Abu Hamzah, Rabu sore (13/3).

"Masih ada sisa bom yang ditemukan dan akan diledakkan. Diimbau kepada warga agar menjauh darisekitar lokasi," kata petugas kepolisian yang menyampaikan himbauan kepada warga melalui pengeras suara dari mesjid yang ada disekitar lokasi.

Petugas kepolisian mengatakan, tim kepolisian yang telah bekerja melakukan penyisiran di sekitar lokasi peledakan bom menemukan masih ada lagi sisa bom aktif.

"Bom yang ditemukan ini akan diledakkan. Warga diimbau menjauh," katanya.

Mendengar imbauan tersebut, spontan massa yang semula bertahan disekitar lokasi terlihat bergerak menjauh.

Ada sebagian yang langsung pergi meninggalkan lokasi dan ada juga yang hanya bergeser tidak jauh dari tempat semula.

DIKENAL RAMAH
Sementara itu, beberapa warga yang merupakan tetangga Abu Hamzah saat bincang-bincang dengan wartawan tidak jauh dari lokasi peledakan bom mengatakan Abu Hamzah merupakan sosok yang ramah.

Abu kesehariannya bekerja sebagai mekanik listrik dan sering mendapat orderan apabila ada yang mengalami kendala atau kerusakan listrik di rumah dan beberapa tempat lainnya.
"Ramah dia bang, setiap ditegur selalu menyapa sedangkan istrinya pendiam," kata putra salah seorang warga.

Tetangga sering melihat Abu Hamzah keluar rumah sore hari dan kembali setelah larut malam. Termasuk datang ke warnet yang ada di sekitar rumah, Abu Hamzah sering membuka-buka internet tentang cara-cara membuat dan merakit bom hingga berita tentang teroris.

TARGET SERANG POLISI
Polisi merilis sebanyak 3 nama terduga teroris yang sudah ditangkap masing masing Abu Hamzah yang ditangkap di Jalan Cenderawasih Sibolga, Amir Khoir alias Ameng dan Halimah di Jalan Sisingamangaraja Sibolga.

Demikian data yang tertera di papan pengumuman Posko Polres Sibolga di sekitar TKP, Rabu (13/3).

Polisi juga disebutkan melakukan penggeledahan rumah warga marga Simanjuntak di Jalan Kutilang Kecamatan Sibolga Selatan.

Personil Brimob dari Tapsel dilaporkan tiba di lokasi kejadian untuk melakukan sterilisasi dan blokade TKP.

Husain alias Abu Hamzah cs disebut punya target serangan anggota Polri.

"Yang jelas sasarannya aparat keamanan. Musuh utamanya kepolisian karena kepolisian yang melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/3).

Abu Hamzah diciduk pada Selasa (12/3) siang. Dari pengakuan sementara, Abu Hamzah mengaku merakit puluhan bom, 4 bom aktif di antaranya dibawa istrinya, yang kemudian tewas karena memilih meledakkan diri saat dikepung polisi pada Rabu (13/3) dini hari.

"Yang ditangkap di Lampung, Kalbar, dan Sibolga masih satu jaringan. Mereka saling komunikasi melalui medsos pakai WAG, e-mail, sama Facebook. Saudara AH memiliki kemampuan untuk merakit bom dan mempengaruhi kelompok tersebut," terang Dedi.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto secara terpisah mengatakan penangkapan terduga teroris di Sibolga merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris berinisial R di Lampung pada Sabtu (9/3).

"Kejadian di Sibolga merupakan pengembangan penangkapan Densus 88 jaringan ISIS di Sumatera. Densus bergerak dan ditangkap satu terduga di Lampung dengan pengembangan di Sibolga. Tim bergerak di Sibolga, ada 3 orang ditangkap, selain Abu Hamzah, ada AHH dan AR alias D," kata Agus terpisah. (G04/G05/detikcom/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments